12/22/2025

“Konsolidasi Akhir Tahun: Apel Pagi KUA Margomulyo Perkuat Administrasi dan Kinerja ASN”

Huda Afrianto, S.Ag. (Kepala KUA Margomulyo)


KUA Kecamatan Margomulyo melaksanakan apel pagi pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 07.30 WIB, bertempat di halaman Kantor KUA Margomulyo. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran KUA Margomulyo sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan penguatan tata kelola administrasi menjelang berakhirnya tahun anggaran.


Bertindak sebagai pembina apel, Huda Afrianto, S.Ag. Kepala KUA Margomulyo, menyampaikan amanat yang menitikberatkan pada ketertiban administrasi kepegawaian. Dalam arahannya, beliau mengingatkan kepada seluruh pegawai yang sedang atau telah melaksanakan cuti maupun izin mengikuti Latsar agar segera mengunggah keterangan izin dan absensi secara tertib dan tepat waktu, mengingat periode kerja telah memasuki penghujung tahun.


Selain itu, Huda Afrianto juga menyoroti adanya perubahan jabatan pada beberapa staf KUA Margomulyo. Sehubungan dengan hal tersebut, beliau menegaskan pentingnya segera melakukan penyelesaian Analisis Jabatan (ANJAB) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Langkah ini dinilai strategis agar penataan tugas dan fungsi kepegawaian ke depan menjadi lebih jelas dan terukur.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penyelesaian ANJAB dan ABK akan menjadi landasan penting dalam menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) pada tahun mendatang, sehingga seluruh ASN dapat bekerja dengan perencanaan yang lebih matang, efektif, dan akuntabel.


Pembacaan Teks Pancasila

Apel pagi kemudian ditutup dengan penegasan kembali pentingnya komunikasi dan koordinasi antarpegawai dalam menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi yang masih berjalan. Pembina apel mengajak seluruh keluarga besar KUA Margomulyo untuk saling mengingatkan dan bekerja sama, agar tidak ada tugas kepegawaian yang terlewat menjelang penutupan tahun.

Suasana apel berlangsung penuh keseriusan namun tetap hangat, mencerminkan kebersamaan dan rasa tanggung jawab kolektif sebagai aparatur Kementerian Agama. Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran KUA Margomulyo semakin siap menghadapi tahun yang akan datang dengan perencanaan kinerja yang lebih tertata, disiplin administrasi yang kuat, serta komitmen pelayanan yang berkelanjutan kepada masyarakat.


Dengan berakhirnya apel tersebut, seluruh peserta kembali menjalankan tugas masing-masing dengan semangat baru, membawa tekad untuk menutup tahun dengan kinerja terbaik dan menyongsong tahun berikutnya dengan kesiapan yang lebih matang

12/16/2025

“Disiplin, Wakaf, dan Kepedulian Sosial: Apel Senin KUA Margomulyo Teguhkan Pengabdian ASN”

KUA Kecamatan Margomulyo melaksanakan kegiatan Apel Senin Pagi pada Senin, 15 Desember 2025, pukul 07.30 WIB, bertempat di halaman Kantor KUA Margomulyo. Kegiatan tersebut diikuti oleh segenap jajaran KUA Margomulyo sebagai bagian dari upaya meneguhkan kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Bertindak selaku pembina apel, Huda Afrianto, S.Ag., Kepala KUA Margomulyo, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya disiplin kerja sebagai fondasi utama dalam membangun kinerja yang profesional dan berintegritas. Menurut beliau, kedisiplinan tidak hanya tercermin dari ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kesungguhan dalam melaksanakan setiap amanah tugas dengan penuh tanggung jawab.

Selain itu, Huda Afrianto juga menegaskan pentingnya tertib administrasi dalam seluruh layanan dan aktivitas kedinasan. Administrasi yang tertata dengan baik, jelasnya, merupakan cerminan tata kelola lembaga yang profesional serta menjadi penopang utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang akuntabel dan terpercaya.

Apel Senin Pagi ini berlangsung dengan tertib dan khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran KUA Margomulyo dalam meningkatkan disiplin, memperbaiki kualitas administrasi, dan menjaga marwah institusi. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama, KUA Margomulyo terus berupaya menghadirkan pelayanan yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Rakord dan Pembinaan ASN

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan pembinaan ASN di lingkungan KUA Margomulyo. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk menyampaikan arahan lanjutan sekaligus memperkuat pemahaman aparatur terhadap kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama.

Dalam kesempatan tersebut, Huda Afrianto, S.Ag. menyampaikan amanat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur terkait kewajiban wakaf uang di lingkungan Kementerian Agama. Beliau menegaskan bahwa wakaf uang merupakan instrumen ibadah sosial yang memiliki nilai strategis dalam mendukung penguatan ekonomi umat serta pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan, sehingga perlu mendapat perhatian dan dukungan nyata dari seluruh ASN Kemenag.

Selain itu, Huda Afrianto juga mengajak seluruh ASN di lingkungan KUA Margomulyo untuk menumbuhkan kepedulian sosial melalui donasi bagi Madrasah Ibtida’iyah di wilayah Kecamatan Tambakrejo di desa Napis yang hingga saat ini masih belum memiliki gedung sendiri. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membantu lembaga pendidikan Islam yang masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.

Rapat koordinasi dan pembinaan ASN ini berlangsung dengan penuh keseriusan dan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh jajaran KUA Margomulyo tidak hanya mampu menjalankan tugas kedinasan secara profesional, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung program keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang membawa kemaslahatan bersama.

12/08/2025

“Di Bawah Langit yang Basah, Ikrar Wakaf Terucap: Kisah Penutup Tahun yang Sarat Berkah”

Ikrar Wakaf di Aula KUA Margomulyo Untuk Musholla Al-Huda Kaligede Meduri.

Kegiatan Ikrar Wakaf kembali digelar oleh KUA Kecamatan Margomulyo pada Selasa, 2 Desember 2025, dan Kamis, 4 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menertibkan administrasi wakaf serta memperkuat legalitas harta umat. Selama dua hari tersebut, sejumlah wakif hadir untuk menyampaikan ikrar wakaf mereka secara resmi dan sah menurut ketentuan hukum syariah maupun perundang-undangan.

Dalam seluruh rangkaian kegiatan, Huda Afrianto, S.Ag., selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Kecamatan Margomulyo, bertindak langsung memimpin proses ikrar dengan didampingi para JFU KUA. Dengan penuh kehati-hatian dan ketelitian, beliau memastikan setiap unsur ikrar berjalan sesuai prosedur: mulai dari verifikasi identitas wakif, nadzir, hingga redaksi ikrar wakaf yang harus dibacakan secara jelas dan dipahami oleh semua pihak.

Prosesi ikrar kali ini diikuti oleh wakif atas nama Ibu Nyanem, yang dengan penuh keikhlasan menyerahkan sebagian tanah miliknya untuk kemaslahatan umat. Sebagai bentuk penghormatan dan kenyamanan bagi para pihak, kegiatan dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Margomulyo, yang selama ini menjadi pusat penyelenggaraan ikrar wakaf di wilayah tersebut.

Dalam suasana yang hangat dan penuh khidmat, Ibu Nyanem membacakan niat wakafnya, disaksikan oleh pihak nadzir, tokoh masyarakat, serta tim dari KUA. Kepala KUA, Huda Afrianto, S.Ag., menegaskan dalam arahannya bahwa wakaf seperti ini merupakan amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa putus. Ia juga mengapresiasi komitmen masyarakat Desa Meduri dalam memperkuat sarana ibadah melalui jalur wakaf yang sah dan tercatat.

Ikrar Wakaf Kedua: Musholla An-Nur Dusun Keren, Desa Meduri

Masih di hari yang sama, Selasa, 2 Desember 2025, rangkaian kegiatan ikrar wakaf berlanjut dengan agenda kedua yang berlangsung langsung di lokasi obyek wakaf, yaitu Musholla An-Nur, Dusun Keren, Desa Meduri. Suasana religius terasa kuat sejak awal prosesi, karena ikrar kali ini dilaksanakan di dalam bangunan Musholla An-Nur yang menjadi peruntukan dari tanah yang hendak diwakafkan.

Wakif pada ikrar kedua ini adalah Ibu Jarmiati, yang dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati menyampaikan niat wakafnya demi kelangsungan dan penguatan keberadaan Musholla An-Nur sebagai pusat kegiatan ibadah warga. Tanah yang diikrarkan secara resmi diperuntukkan bagi pengembangan musholla dan kegiatan keagamaan masyarakat Dusun Keren.

Dalam kesempatan tersebut, PPAIW menyampaikan bahwa pelaksanaan ikrar wakaf di lokasi obyek wakaf seperti ini memiliki nilai tersendiri, karena wakif dapat merasakan langsung manfaat dan keberkahan tempat yang akan menjadi bagian dari amal jariyahnya. Beliau juga menegaskan kembali pentingnya wakaf yang dicatat secara resmi untuk menjaga aset umat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dengan terlaksananya ikrar wakaf kedua di Desa Meduri ini, maka bertambah satu lagi aset ibadah yang status hukumnya kuat dan terjamin. Semoga Musholla An-Nur terus berkembang, menjadi tempat jamaah menimba ilmu, memperkuat iman, dan menjadi saksi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi wakif dan semua pihak yang terlibat.


Ikrar Wakaf Ke tiga Musholla Al Hidayah Kenongo Dengkol Ds. Meduri
Masih di hari Selasa, 2 Desember 2025, rangkaian kegiatan ikrar wakaf berlanjut dengan prosesi yang ketiga. Kali ini, pelaksanaan ikrar berlangsung di Musholla Al-Hidayah Dusun Kenongo Dengkol, Desa Meduri, dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan dihadiri para tokoh agama serta masyarakat sekitar.

Pada sesi ini, Ibu Mainem bertindak sebagai wakif, menyerahkan sebagian harta miliknya sebagai amal jariyah yang diperuntukkan bagi keberlangsungan dan pengembangan Musholla Al-Hidayah. Proses ikrar dilangsungkan langsung di area musholla, mencerminkan kehangatan dan kedekatan warga dalam menjaga tradisi keagamaan serta semangat gotong royong.

Dengan terlaksananya ikrar wakaf yang ketiga ini, semakin nampak besarnya kepedulian masyarakat Meduri dalam menguatkan sarana ibadah melalui wakaf yang sah dan terdokumentasi.

Ikrar Wakaf Sesi ke Empat Masjid Subulul Huda Kunir Meduri

Masih di hari yang sama, Selasa 2 Desember 2025, rangkaian kegiatan ikrar wakaf ditutup dengan prosesi keempat yang merupakan ikrar terakhir pada hari itu. Pelaksanaan berlangsung di Masjid Subulul Huda, Dusun Keren, Desa Meduri, dengan suasana penuh kekhidmatan dan dihadiri para pengurus masjid serta warga sekitar.

Pada kesempatan ini, Bapak Rebianto bertindak sebagai wakif, dengan niat tulus mewakafkan sebagian hartanya untuk kepentingan dan kemakmuran Masjid Subulul Huda. Prosesi ikrar dilaksanakan langsung di dalam masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat.

Sebagaimana pada ikrar-ikrar sebelumnya, acara dipimpin oleh Huda Afrianto, S.Ag., selaku PPAIW KUA Kecamatan Margomulyo, yang memandu jalannya ikrar sesuai ketentuan syariat serta prosedur administrasi wakaf. Dengan terselenggaranya ikrar keempat ini, rangkaian ikrar wakaf pada hari tersebut resmi ditutup, menggambarkan besarnya komitmen masyarakat Desa Meduri dalam memakmurkan rumah ibadah melalui wakaf yang sah dan tercatat.

Ikrar Wakaf di hari 2, Sesi I Wakif Bapak Nyono Untuk Pon-Pes fathul Ulum

Memasuki hari kedua, Kamis, 4 Desember 2025, rangkaian kegiatan ikrar wakaf kembali dilanjutkan dengan penuh semangat pengabdian dan nuansa religius yang mendalam. Pada sesi pertama hari itu, prosesi ikrar digelar untuk wakaf yang diperuntukkan bagi Pondok Pesantren Fathul Ulum, sebuah lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang dan menjadi pusat pembinaan generasi muda.

Dalam sesi ini, Bapak Nyono, warga Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, tampil sebagai wakif. Dengan penuh keikhlasan, beliau menyampaikan ikrar wakaf sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan keagamaan di wilayah Margomulyo. Wakaf ini diharapkan mampu memperkuat sarana prasarana pesantren dan mendukung kegiatan belajar-mengajar para santri.

Prosesi ikrar dipandu oleh Huda Afrianto, S.Ag., selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Kecamatan Margomulyo, yang memastikan bahwa seluruh langkah ikrar berjalan sesuai ketentuan syariah dan administrasi perwakafan.

Sesi pertama di hari kedua ini menjadi pembuka rangkaian ikrar selanjutnya, sekaligus menggambarkan betapa masyarakat Margomulyo memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan lembaga pendidikan Islam melalui wakaf yang sah dan tercatat.

Sesi Kedua Hari Kedua Obyek Wakaf Musholla Baitul Mutaqin Jeruk Gulung

Masih pada hari yang sama, Kamis 4 Desember 2025, ikrar wakaf memasuki sesi kedua dengan suasana yang tak kalah khidmat. Prosesi kembali dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Margomulyo, tempat yang sejak pagi menjadi saksi lahirnya berbagai amanah wakaf dari masyarakat.

Pada sesi ini, Bapak Gahi hadir sebagai wakif, menyampaikan ikrar wakaf atas sebidang tanah kosong yang rencananya akan dibangun menjadi Musholla Baitul Muttaqin. Tanah tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi rumah ibadah baru yang kelak menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual masyarakat sekitar.

Dengan penuh ketulusan, Bapak Gahi mengikrarkan tanah miliknya sebagai bagian dari amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir. Ikrar wakaf ini kembali dipandu oleh Huda Afrianto, S.Ag., selaku PPAIW KUA Kecamatan Margomulyo, yang memastikan seluruh proses berlangsung tertib, sesuai syariat, serta lengkap secara administratif.

Sesi kedua ini menegaskan betapa komitmen masyarakat dalam memakmurkan agama terus tumbuh kuat. Setiap wakaf yang diikrarkan menghadirkan harapan baru bagi pembangunan sarana ibadah dan penguatan kehidupan spiritual umat di wilayah Margomulyo dan sekitarnya.

Sesi Ketiga: Ikrar Penutup di Penghujung Tahun Masjid Al Huda kenongo Dengkol

Memasuki sesi ketiga, prosesi ikrar wakaf bergeser dari aula menuju Dusun Kenongo Dengkol, menghadirkan suasana berbeda sekaligus menjadi perjalanan penutup yang penuh kesan. Obyek wakaf pada sesi ini berupa sebihang tanah yang akan diperuntukkan bagi pembangunan Masjid Al-Huda, sebuah sarana ibadah yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.

Wakif Ibu Warni hadir dengan keteguhan hati, menyampaikan amanah wakafnya meskipun cuaca tidak bersahabat. Hujan deras yang mengguyur kawasan Meduri membuat perjalanan menuju lokasi penuh tantangan. Jalanan licin, genangan air di beberapa titik, serta medan yang cukup berat tidak menyurutkan niat tim KUA dan para pendamping untuk memastikan amanah wakaf ini terlaksana dengan baik.

Pelaksanaan ikrar yang sempat mundur karena cuaca akhirnya dapat dilaksanakan di area Masjid Al-Huda dengan suasana haru dan syukur. Di bawah rintik hujan yang masih turun perlahan, Huda Afrianto, S.Ag., sebagai PPAIW Kecamatan Margomulyo, memimpin jalannya prosesi dengan penuh ketelitian dan khidmat. Kesungguhan wakif dan seluruh pihak yang hadir menjadikan momen ini sangat berkesan.

Ikrar wakaf di Masjid Al-Huda tidak hanya menjadi penutup kegiatan di hari itu, tetapi juga menjadi ikrar terakhir yang menutup rangkaian ikrar wakaf di sepanjang tahun 2025. Sebuah akhir tahun yang ditandai dengan cahaya kebaikan, kesungguhan umat, dan harapan baru bagi perkembangan sarana ibadah di Kecamatan Margomulyo.

Dengan berakhirnya ikrar ini, tercatatlah bahwa masyarakat Meduri dan sekitarnya telah memberi teladan mulia tentang arti wakaf sebagai amal jariyah abadi. Semoga apa yang diniatkan para wakif menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya, dan menjadi penutup tahun yang penuh keberkahan untuk seluruh umat.

Rangkaian kegiatan Ikrar Wakaf Gelombang Akhir Tahun 2025 di Kecamatan Margomulyo resmi berakhir dengan penuh khidmat dan makna. Selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, tanggal 3–4 Desember 2025, KUA Kecamatan Margomulyo di bawah kepemimpinan Huda Afrianto, S.Ag. selaku PPAIW, telah memfasilitasi berbagai amanah wakaf dari para wakif yang berasal dari beberapa desa.

Dimulai dari Musholla Al-Huda Kaligede dan Musholla An-Nur di Dusun Keren, kemudian berlanjut ke Musholla Al-Hidayah Dusun Kenongo Dengkol dan Masjid Subulul Huda, hingga memasuki hari kedua dengan wakaf untuk Pondok Pesantren Fathul Ulum serta Musholla Baitul Muttaqin, seluruh prosesi berlangsung tertib dan penuh ketulusan.

Puncaknya terjadi pada sesi ketiga yang dilaksanakan langsung di Dusun Kenongo Dengkol, di mana ikrar wakaf untuk Masjid Al-Huda dari Ibu Warni menjadi ikrar penutup di hari itu sekaligus penutup perjalanan ikrar wakaf tahun 2025. Meski diguyur hujan deras dan harus menempuh medan yang menantang, semangat para wakif, nadzir, dan tim KUA tak pernah surut.

Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pengembangan sarana ibadah dan pendidikan keagamaan, tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai wakaf terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap tanah yang diikrarkan adalah secercah harapan, setiap prosesi adalah lembaran amal, dan setiap langkah adalah saksi dari keikhlasan umat dalam memakmurkan rumah Allah.

Dengan berakhirnya rangkaian ikrar ini, Margomulyo menutup tahun 2025 dengan cahaya keberkahan dan jejak kebaikan yang insyaAllah manfaatnya akan terus mengalir sepanjang masa.

“Menguatkan Sinergi Menjelang HAB KEMENAG: Apel Senin KUA Margomulyo Sampaikan Capaian dan Agenda Ahir Tahun”


KUA Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Apel Senin pada 08 Desember 2025 bertempat di Halaman KUA Margomulyo. Seluruh keluarga besar KUA turut hadir, mulai dari Kepala KUA, para staf, JFU, hingga penyuluh agama, sehingga kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Bertindak sebagai pembina apel, Huda Afrianto, S.Ag. selaku Kepala KUA Margomulyo menyampaikan amanat penting terkait agenda-agenda strategis yang harus segera diselesaikan menjelang akhir tahun. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan seluruh pegawai untuk menuntaskan SKP Triwulan IV, sebagai bagian dari evaluasi kinerja yang berkelanjutan dan profesional.

Selain itu, beliau juga mengingatkan agar seluruh jajaran segera mempersiapkan Penilaian Tahunan, mengingat proses tersebut merupakan instrumen utama dalam menilai capaian kinerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab setiap pegawai dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan.

Tidak hanya itu, Huda Afrianto turut menegaskan perlunya persiapan matang dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama yang akan diperingati pada 3 Januari 2026. Beliau mengajak seluruh keluarga besar KUA Margomulyo untuk berpartisipasi aktif dan menjaga nama baik lembaga melalui pelaksanaan tugas yang optimal, tertib, dan penuh dedikasi.

Apel Senin ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan meneguhkan komitmen bersama dalam menjalankan amanah sebagai aparatur Kementerian Agama. Dengan semangat kerja sama dan profesionalitas yang terus dipupuk, KUA Margomulyo optimis dapat menutup tahun dengan capaian terbaik sekaligus menyongsong HAB 2026 dengan penuh kesiapan dan harapan.

Setelah menyampaikan arahan utama terkait agenda akhir tahun, Huda Afrianto, S.Ag. juga memberikan informasi penting mengenai pelaksanaan layanan nikah selama bulan November. Beliau menyampaikan bahwa sepanjang November tercatat 12 peristiwa nikah yang tercatat di KUA Margomulyo.

Dari jumlah tersebut, 10 pasangan melaksanakan akad di luar kantor (bedol), sementara 2 pasangan melangsungkan akad nikah di Kantor KUA. Data ini sekaligus menunjukkan tingginya mobilitas pelayanan penghulu serta komitmen KUA Margomulyo dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, baik di kantor maupun di lapangan.

Beliau mengapresiasi kinerja seluruh tim pelayanan KUA yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, terutama dalam menangani agenda layanan yang padat menjelang akhir tahun. Huda Afrianto berharap profesionalisme dan kesiapan ini dapat terus dijaga, terlebih mendekati peringatan Hari Amal Bakti Kemenag yang membutuhkan koordinasi dan kinerja optimal dari seluruh jajaran.

Pengumuman ini menjadi penutup yang memperkaya wawasan seluruh peserta apel mengenai dinamika pelayanan KUA dari bulan ke bulan, sekaligus mempertegas komitmen lembaga dalam memberikan layanan yang cepat, ramah, dan akuntabel kepada masyarakat. Dengan semangat tersebut, seluruh keluarga besar KUA Margomulyo siap melangkah menyambut agenda selanjutnya dengan penuh tanggung jawab dan optimisme.

12/01/2025

“Menjaga Nyala Kultur dan Kebersamaan: Apel Pagi KUA Margomulyo Awali Desember dengan Semangat Baru”


KUA Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Apel Pagi pada Senin, 1 Desember 2025 bertempat di halaman kantor setempat. Seluruh jajaran pegawai, mulai dari Kepala KUA, staf, JFU, hingga penyuluh agama turut hadir dalam kegiatan rutin tersebut.

Bertindak sebagai pembina apel, Huda Afrianto, S.Ag. menyampaikan amanat yang sarat pesan kebersamaan dan tanggung jawab moral sebagai aparatur Kementerian Agama. Dalam kesempatan itu, beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar KUA Margomulyo atas kekompakan, kerja sama, dan suasana harmonis yang selama ini terbangun.

Beliau menegaskan bahwa soliditas yang terpelihara di lingkungan KUA Margomulyo merupakan modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus dijaga dan diamalkan secara istiqamah ke depannya.

Selain itu, Huda Afrianto juga mengingatkan bahwa manusia tidak hanya hidup sebagai makhluk sosial, tetapi juga makhluk kultural yang terikat oleh nilai, norma, serta budaya tempat ia berada. Begitu pula para pegawai Kementerian Agama, yang menurutnya memiliki kultur kelembagaan yang harus dijaga dan dipatuhi demi terwujudnya pelayanan yang profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab.

Apel pagi ditutup dengan doa bersama dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta menjaga keharmonisan di lingkungan KUA Margomulyo.

Apel kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi kedinasan terkait agenda pelayanan minggu berjalan, termasuk koordinasi persiapan kegiatan-kegiatan strategis KUA menjelang akhir tahun. Suasana apel berlangsung tertib, penuh kekhidmatan, dan mencerminkan kedisiplinan seluruh peserta.

Di akhir kegiatan, para pegawai saling bertegur sapa dan memperkuat komunikasi internal sebagai wujud nyata dari pesan yang disampaikan oleh pembina apel. Kekompakan dan kebersamaan yang menjadi ciri khas keluarga besar KUA Margomulyo tampak semakin menguat, sejalan dengan semangat untuk menjaga kultur positif yang diwariskan dalam lingkungan Kementerian Agama.

Dengan terselenggaranya apel pagi ini, KUA Margomulyo kembali meneguhkan komitmennya sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat—menghadirkan kerja yang profesional, beretika, serta berlandaskan nilai-nilai budaya kelembagaan yang kokoh. Semoga semangat kebersamaan dan integritas ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh jajaran KUA Margomulyo.

11/28/2025

Kunjungan Tim Kesehatan Puskesmas Margomulyo ke KUA Margomulyo: Sosialisasi K3 Perkantoran dan Skrining Kebugaran


Margomulyo-Jum'at, 28 November 2025, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo menerima kunjungan Tim Kesehatan dari Puskesmas Margomulyo, yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 09.15 WIB bertempat di Ruang PTSP KUA Margomulyo. Kunjungan ini merupakan bagian dari program Sosialisasi K3 Perkantoran dan Skrining Kebugaran dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kualitas lingkungan kerja yang sehat.


Tim Puskesmas Margomulyo yang dipimpin oleh Andi Suyakup, A.Md. Kep, bersama rekannya Hermamik, A.Md. Kep, disambut langsung oleh Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan perkantoran.


Dalam penyampaiannya, Andi Suyakup menegaskan bahwa untuk mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan aman, perlu dilakukan persiapan serta pengecekan berkala terhadap berbagai fasilitas kesehatan di kantor. Beliau mengimbau agar kantor senantiasa menyediakan perlengkapan penting seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), jalur evakuasi, titik kumpul, tempat sampah tertutup organik dan nonorganik, kotak P3K, serta mengadakan senam rutin guna menjaga kebugaran pegawai.


Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan serta edukasi kesehatan yang diberikan. Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran pegawai akan pentingnya kesehatan kerja dan upaya pencegahannya.


Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama antara Tim Puskesmas dan keluarga besar KUA Margomulyo. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menutup rangkaian kegiatan pada pagi hari tersebut.


Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan budaya kerja sehat dan aman di lingkungan KUA Margomulyo, sekaligus mempererat sinergi antara lembaga pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, KUA Margomulyo berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi internal terkait ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kesehatan kerja. Langkah ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Tim Puskesmas agar setiap instansi pemerintah mampu menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memenuhi standar keselamatan.


Selain itu, beberapa pegawai KUA Margomulyo turut menyampaikan antusiasme mereka terhadap kegiatan skrining kebugaran yang dilakukan. Pemeriksaan sederhana namun penting tersebut memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan masing-masing pegawai, sehingga dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan pola hidup sehat di lingkungan kerja.


Momentum kunjungan ini juga memperkuat hubungan koordinatif antara Puskesmas dan KUA Margomulyo, terutama dalam upaya bersama membangun budaya kesehatan yang lebih baik. Dengan adanya komunikasi dan kerjasama lintas instansi seperti ini, diharapkan pelayanan publik dapat semakin berkualitas, efektif, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.


Kegiatan pun ditutup dengan pesan bersama untuk terus menjaga kesehatan, meningkatkan kesadaran terhadap K3 perkantoran, dan memperluas edukasi kesehatan bagi seluruh pegawai KUA Margomulyo. Semangat kolaborasi ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

11/23/2025

“Gemuruh Do'a Di Antara Tebing Kaligede dan Amanat Umat: Rangkaian Pengukuran Wakaf Margomulyo Berakhir dengan Hujan Rahmat”

Pengukuran Obyek Wakaf Jeruk gulung Tanah Calon Musholla Baitul Mutaqin

Di tengah suasana pagi hari Minggu yang masih lengang, Tim Wakaf KUA Kecamatan Margomulyo bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) kembali menunjukkan dedikasi dan komitmen mereka dalam melayani umat. Meski bertepatan dengan hari libur, tepat pada pukul 08.00 WIB, rombongan gabungan itu telah siap di lokasi untuk melaksanakan kegiatan pengukuran tanah wakaf yang dijadwalkan berlangsung hingga selesai.

Kegiatan ini melibatkan unsur yang sangat lengkap: Tim KUA Margomulyo, petugas BPN, perwakilan MWCNU Margomulyo, perangkat desa setempat, pihak wakif beserta keluarga, takmir setempat, serta tokoh masyarakat yang turut hadir memberikan dukungan moral. Kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga amanah harta wakaf agar lebih tertib, terdata, dan terlindungi secara hukum.

Pengukuran perdana dimulai di Dusun Jerukgulung, Desa Margomulyo. Lokasi yang pertama ditinjau merupakan sebidang tanah lapang yang direncanakan akan dibangun sebuah mushola sebagai sarana ibadah dan pembinaan spiritual masyarakat. Suasana penuh kekhidmatan tampak ketika para petugas mulai melakukan proses pengukuran, sementara warga sekitar menyaksikan dengan antusias harapan baru bagi perkembangan fasilitas keagamaan di wilayah mereka.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi menjadi wujud nyata upaya menjaga keberkahan dan keberlanjutan aset wakaf. Melalui proses pengukuran yang tertib dan akurat, diharapkan legalitas tanah wakaf semakin kuat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat.

Dengan sinergi yang solid, kegiatan pengukuran tanah wakaf di Kecamatan Margomulyo hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Semoga setiap langkah yang dilakukan menjadi amal jariyah yang membawa kemanfaatan luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi untuk terus memuliakan dan mengembangkan potensi wakaf di masa mendatang.

Pengukuran Obyek Wakaf Musholla An Nur dusun keren Ds. Meduri

Usai rangkaian pengukuran di Dusun Jerukgulung, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua di Dusun Keren, Desa Meduri. Tepat menjelang siang, rombongan Tim KUA Margomulyo bersama BPN, perwakilan MWCNU, perangkat desa, serta para tokoh masyarakat setempat kembali berkumpul untuk melaksanakan pengukuran tanah wakaf berikutnya yang berada di area Mushola An-Nur.

Tanah wakaf di lokasi ini memiliki nilai historis dan sosial yang penting bagi masyarakat Keren. Mushola An-Nur selama ini menjadi pusat pembinaan keagamaan, tempat ibadah harian, serta wadah kegiatan sosial masyarakat setempat. Oleh karena itu, proses pengukuran tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan bagi kemakmuran mushola dan jamaahnya.

Petugas BPN dengan teliti melakukan pengukuran, sementara tim dari KUA Margomulyo memastikan kelengkapan administratif dan pendampingan sesuai ketentuan wakaf. Kehadiran wakif beserta keluarga, pengurus takmir, dan tokoh masyarakat menambah suasana kekeluargaan dan kekhidmatan pada proses tersebut.

Perwakilan PPAIW KUA Kecamatan Margomulyo Melakuan Validasi Lokasi Musholla An-Nur

Masyarakat Kaligede menyambut kegiatan ini dengan penuh syukur, mengingat upaya penguatan legalitas tanah wakaf Mushola An-Nur akan memberikan kepastian hukum serta perlindungan terhadap aset ibadah yang telah lama menjadi pusat aktivitas keagamaan mereka.

Kegiatan di sesi kedua ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat kembali tampak nyata sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan aset wakaf demi kemaslahatan umat.

Pengukuran Obyek Wakaf Musholla Al-Huda Kaligede

Memasuki sesi ketiga, rangkaian pengukuran tanah wakaf masih berlanjut di Desa Meduri, tepatnya di Dusun Kaligede pada lokasi Musholla Al-Huda. Berbeda dengan dua titik sebelumnya, perjalanan menuju Musholla Al-Huda menghadirkan pengalaman yang cukup menantang bagi seluruh tim. Wilayah Kaligede dikenal memiliki kontur tanah yang ekstrem—berkelok, menanjak, dan berada di dataran yang sedikit terisolasi.

Untuk mencapai titik lokasi, Tim KUA Margomulyo bersama BPN, perwakilan MWCNU, perangkat desa, serta tokoh masyarakat harus menempuh perjalanan kaki sejauh kurang lebih setengah kilometer. Jalan setapak yang menanjak dan berliku tak menyurutkan semangat para petugas yang mengemban amanah umat. Suasana kebersamaan dan kekompakan begitu terasa ketika seluruh rombongan melangkah menyusuri medan yang cukup terjal tersebut.

Setibanya di lokasi Musholla Al-Huda, masyarakat setempat telah menunggu dengan penuh antusias. Musholla ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan yang hidup di wilayah Kaligede, sehingga proses pengukuran tanah wakaf menjadi sangat penting bagi penguatan legalitas dan keberlangsungan fungsi ibadah di masa mendatang.

Perwakilan PPAIW KUA Kecamatan Margomulyo Melakuan Validasi Lokasi Musholla Al-Huda Kaligede

Meskipun kondisi medan cukup berat, kegiatan pengukuran tetap berjalan lancar dan penuh kehati-hatian. Petugas BPN memastikan tiap titik ukur dicatat dengan akurasi, sedangkan Tim KUA Margomulyo memastikan bahwa seluruh prosedur wakaf terpenuhi sesuai ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan.

Sesi ketiga ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan terhadap amanah wakaf tidak mengenal hambatan. Dengan tekad dan kerja sama yang kuat, seluruh tim berhasil menyelesaikan pengukuran dengan baik. Perjuangan menyusuri medan ekstrem Kaligede menjadi simbol dedikasi sekaligus komitmen bersama dalam menjaga dan memajukan aset wakaf demi kemaslahatan masyarakat luas.



Pengukuran Obyek Wakaf Musholla Al-Hidayah Kenongo Dengkol

Sesi keempat pengukuran tanah wakaf kembali dilaksanakan di Desa Meduri, tepatnya di Mushola Al-Hidayah Dusun Kenongo Dengkol. Meskipun wilayah ini juga memiliki kontur medan yang cukup ekstrem sebagaimana di Kaligede, akses menuju lokasi Mushola Al-Hidayah masih lebih ringan. Jalan menuju dusun tersebut telah mengalami pengerasan sehingga rombongan dapat menjangkau titik pengukuran menggunakan kendaraan hingga mendekati lokasi mushola.

Namun, perjalanan dan proses pengukuran di mushola ini menyimpan kisah tersendiri. Sebelumnya, pada tanggal 22 Oktober bulan lalu, Tim Wakaf KUA Margomulyo bersama BPN sebenarnya telah datang untuk melakukan pengukuran. Sayangnya, cuaca pada hari itu tidak bersahabat. Baru saja tim tiba di lokasi, hujan deras disertai petir mengguyur wilayah Kenongo Dengkol tanpa reda hingga menjelang waktu Magrib. Kondisi tersebut membuat proses pengukuran terpaksa ditunda demi keselamatan seluruh petugas dan masyarakat yang hadir.


Perwakilan PPAIW KUA  Margomulyo Melakuan Validasi Lokasi Musholla Al-Hidayah

Kini, pada kesempatan kedua ini, langit cerah menyambut kedatangan tim. Dengan kesiapan dan semangat yang kembali diperkuat, proses pengukuran tanah wakaf Mushola Al-Hidayah dapat berlangsung dengan lancar. Para petugas BPN bekerja teliti memastikan titik-titik batas tanah tercatat secara akurat, sementara Tim KUA Margomulyo memastikan aspek administratif dan unsur syariah dalam wakaf terpenuhi dengan baik. Kehadiran takmir, tokoh masyarakat, wakif beserta keluarga turut menambah suasana kekeluargaan dan harapan baru bagi pengembangan mushola tersebut.

Sesi keempat ini menjadi penegasan bahwa amanah wakaf tidak hanya dijalankan pada saat kondisi mudah, tetapi juga tetap diperjuangkan meski pernah tertunda oleh keadaan. Dengan terlaksananya pengukuran di Mushola Al-Hidayah, satu lagi aset wakaf di Kecamatan Margomulyo mendapatkan kepastian hukum yang akan memperkuat kebermanfaatannya bagi masyarakat sekitar. Semangat kebersamaan dan komitmen pelayanan kembali menjadi penopang utama terselesaikannya rangkaian kegiatan ini.

Pengukuran Obyek Wakaf Masjid Subulul Huda Dusun Kunir

Sesi kelima menjadi rangkaian penutup kegiatan pengukuran tanah wakaf pada hari ini, sekaligus kemungkinan besar menjadi sesi terakhir di tahun ini. Lokasi pengukuran berada di Desa Meduri, tepatnya di Dusun Kunir pada area Masjid Subulul Huda. Masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan syiar Islam di dusun tersebut kini memasuki tahap penting dalam penguatan legalitas tanah wakafnya.

Perwakilan PPAIW KUA Kecamatan Margomulyo Melakuan Validasi Lokasi Masjid Subulul Huda.

Rombongan Tim KUA Margomulyo, BPN, perwakilan MWCNU, beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat kembali berkumpul untuk memastikan proses terakhir ini terlaksana dengan baik. Suasana penuh kekhidmatan dan rasa syukur menyelimuti para petugas maupun masyarakat yang hadir. Dengan semangat yang tidak surut meskipun telah melalui empat sesi sebelumnya, tim tetap bekerja cermat dan teliti hingga seluruh proses pengukuran di Masjid Subulul Huda tuntas tanpa hambatan berarti.

Menjelang penutupan kegiatan, seluruh tim dan warga yang terlibat mengadakan sesi ramah tamah sebagai bentuk syukur dan kebersamaan. Pada momen inilah terjadi sesuatu yang menggetarkan hati: hujan deras tiba-tiba turun dengan intensitas luar biasa. Turunnya hujan setelah seluruh rangkaian selesai dirasakan oleh banyak pihak sebagai rahmat dan pertanda keberkahan dari Allah SWT atas amanah besar yang telah dijalankan hari ini.

Hujan itu seolah menjadi penutup indah yang mengiringi upaya bersama dalam menjaga dan memperkuat aset wakaf di Kecamatan Margomulyo. Dari medan ekstrem Kaligede hingga titik terakhir di Kunir, seluruh proses dilalui dengan ketulusan, kerja sama, dan penuh pengabdian. Semoga upaya ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat serta membawa kemaslahatan yang luas bagi umat dan generasi mendatang.

11/05/2025

“Merangkai Cinta dalam Bimbingan Sakinah: KUA Margomulyo Bekali Calon Pengantin dengan Ilmu dan Iman”



Margomulyo — Dalam upaya mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pada Rabu, 5 Oktober 2025 bertempat di Aula KUA Kecamatan Margomulyo, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelaksanaan Bimwin merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024, yang bertujuan membekali calon pasangan suami-istri dengan pengetahuan dan keterampilan membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

“Bimwin ini dalam rangka melaksanakan amanat PMA 30 Tahun 2024 dengan tujuan membekali pasangan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera,” tutur Huda Afrianto dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa materi Bimwin mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan rumah tangga, antara lain:

  • Landasan Agama dalam Perkawinan

  • Komunikasi dan Manajemen Konflik

  • Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga

  • Psikologi Keluarga dan Pengasuhan Anak

  • Pengelolaan Keuangan Keluarga

Selain itu, metode pelaksanaan Bimwin kini juga lebih fleksibel, dengan tiga pilihan pendekatan:

  1. Bimbingan Tatap Muka — dilaksanakan selama 16 jam pelajaran dalam dua hari berturut-turut atau dengan jeda satu hari.

  2. Bimbingan Mandiri — berlangsung selama 4 jam di KUA dengan buku bacaan mandiri yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

  3. Bimbingan Virtual — diselenggarakan secara daring bagi peserta yang terkendala hadir langsung.

Di akhir sambutan, Kepala KUA Margomulyo menegaskan bahwa calon pengantin yang belum mengikuti Bimwin tidak dapat mencetak buku nikah hingga mengikuti kegiatan tersebut terlebih dahulu.



Usai sambutan pembukaan oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dilanjutkan dengan sesi pelaksanaan yang dipandu langsung oleh Fasilitator Ummi Robithoh, S.Ag., selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Padangan.

Dalam sesi ini, Ummi Robithoh menyampaikan berbagai materi yang dikemas secara interaktif dan aplikatif, sehingga mudah dipahami oleh para calon pengantin. Beliau menekankan pentingnya landasan agama sebagai pijakan utama dalam membina rumah tangga, serta bagaimana komunikasi yang sehat dapat menjadi kunci menghindari konflik dalam kehidupan berkeluarga.

Dengan gaya penyampaian yang hangat dan inspiratif, peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Diskusi-diskusi ringan pun mengalir, terutama saat membahas manajemen konflik dan pengelolaan keuangan rumah tangga—dua aspek penting yang sering menjadi tantangan di tahun-tahun awal pernikahan.

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan simulasi dan studi kasus untuk melatih keterampilan dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bijak dan penuh kasih sayang.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan para calon pengantin, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa perkawinan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan komitmen suci untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Sebagai penutup, Fasilitator berpesan agar ilmu yang diperoleh dari kegiatan Bimwin ini benar-benar diamalkan dalam kehidupan rumah tangga kelak, sehingga tercipta keluarga yang kuat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata KUA Margomulyo dalam mendukung visi Kementerian Agama untuk mencetak generasi keluarga Indonesia yang tangguh, religius, dan berkarakter islami.

10/27/2025

Margomulyo – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo kembali melaksanakan apel rutin hari Senin pada 27 Oktober 2025 pukul 07.30 hingga selesai di halaman kantor setempat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran keluarga besar KUA Margomulyo, terdiri dari Kepala KUA, staf, JFU, serta para Penyuluh Agama Islam.

Dalam apel tersebut, Huda Afrianto, S.Ag. selaku Kepala KUA Margomulyo bertindak sebagai pembina apel, sedangkan Syaifuddin, S.H. dipercaya sebagai pemimpin apel. Tugas protokol dijalankan dengan baik oleh Anita Purbasari, S.E., dan doa penutup dipimpin oleh Lamiran, S.Pd.I., S.H.

Dalam amanatnya, pembina apel menyampaikan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan kerja, terutama terkait penyelesaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). “Kita sudah memasuki triwulan ketiga, saya mohon kepada seluruh pegawai agar segera menyelesaikan SKP masing-masing. Terima kasih saya sampaikan bagi rekan-rekan yang sudah menuntaskannya,” ujar beliau.

Apel berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan semangat kerja yang solid di antara para pegawai KUA Margomulyo. Kegiatan rutin ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat disiplin, tetapi juga mempererat kebersamaan dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan nilai utama Kementerian Agama, yakni “Ikhlas Beramal.”

Setelah penyampaian amanat pembina, seluruh peserta apel menyimak dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Himbauan untuk segera menyelesaikan SKP menjadi pengingat penting bagi setiap pegawai agar tetap fokus dan tertib administrasi menjelang akhir tahun anggaran.

Selain itu, Pembina Apel juga menegaskan pentingnya menjaga etos kerja, kekompakan, serta komunikasi yang efektif antarpegawai. Hal tersebut dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik di KUA Margomulyo agar semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Usai seluruh rangkaian apel dilaksanakan, kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lamiran, S.Pd.I., S.H., sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar seluruh aktivitas pelayanan yang dijalankan senantiasa diberkahi oleh Allah SWT.

Apel Senin pagi ini menjadi momentum bagi keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo untuk terus meneguhkan komitmen dalam bekerja dengan semangat, disiplin, dan integritas tinggi. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan seluruh jajaran KUA dapat menyongsong akhir tahun kinerja dengan hasil yang optimal serta pelayanan yang semakin bermutu bagi masyarakat.


Baca juga: 

“Ketika Langit Menangis di Kenongo Dengkol: Jejak Perjuangan Tim Wakaf di Tengah Pesona Petir”


Margomulyo — Kegiatan pengukuran tanah wakaf gelombang IV kembali dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, dimulai pukul 11.30 WIB hingga selesai. Agenda hari pertama ini menjadi bagian penting dari upaya penataan administrasi perwakafan di Kecamatan Margomulyo, yang digerakkan secara sinergis oleh Tim Pengukuran dari BPN Bojonegoro, KUA Margomulyo, dan pemerintah desa setempat.

Lokasi pertama pengukuran dilaksanakan di Desa Ngelo, Dusun Jipangulu, dengan objek tanah wakaf milik Bapak Nyono. Tanah tersebut diwakafkan kepada Yayasan Pendidikan Islam Fathul Ulum Jipangulu untuk keperluan Pondok Pesantren Fathul Ulum, sebuah lembaga pendidikan yang telah lama menjadi pusat pembinaan akhlak dan ilmu keagamaan di wilayah tersebut.

Kedatangan tim pengukuran di Desa Ngelo disambut hangat oleh Kepala Desa Ngelo, Tri Maryono, beserta Kepala Dusun Tarmuji, jajaran kaur desa, serta wakif Bapak Nyono yang turut menyaksikan proses pengukuran. Kehadiran para tokoh desa ini menjadi bukti dukungan nyata terhadap tertib administrasi dan legalitas aset wakaf di wilayahnya.

Proses pengukuran berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 13.15 WIB. Setelah memastikan seluruh batas tanah terdata dengan baik, Tim BPN yang dipimpin oleh Mas Rizqi melanjutkan perjalanan menuju Desa Meduri untuk melakukan pengukuran berikutnya.

Namun, di tengah perjalanan, hujan deras yang mengguyur kawasan pertigaan Watu Jago membuat tim memutuskan untuk berhenti sejenak sambil menunggu cuaca kembali bersahabat. Meski demikian, semangat para petugas tak surut sedikit pun — mereka tetap teguh melanjutkan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niat tulus demi menjaga amanah umat.


Usai hujan reda, tim segera melanjutkan perjalanan menuju Desa Meduri untuk melaksanakan agenda berikutnya. Lokasi pertama di desa ini adalah Masjid At-Taqwa Dusun Kenongodengkol, yang menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian pengukuran hari itu.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Tim BPN bersama KUA Margomulyo mulai melakukan pengukuran dengan penuh ketelitian. Proses berjalan lancar, disaksikan oleh takmir masjid, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Suasana khidmat terasa menyelimuti kegiatan, seolah menjadi saksi akan pentingnya menjaga amanah harta wakaf demi kemaslahatan umat.

Namun, selepas pengukuran di Masjid At-Taqwa selesai, tim belum beranjak pulang. Agenda masih berlanjut ke obyek wakaf berikutnya, yaitu Musholla Al-Hidayah, yang juga berada di Dusun Kenongodengkol. Waktu menunjukkan pukul 15.15 WIB, ketika langit mulai menghitam dan angin bertiup kencang. Rintik hujan yang awalnya lembut, perlahan berubah menjadi deras mengguyur bumi.

Tim mencoba bertahan, berharap hujan segera reda agar pengukuran dapat dilanjutkan. Namun takdir berkata lain — petir bersahutan di langit, menggema keras seperti dentuman perang yang menggetarkan hati, mengingatkan semua akan kedahsyatan kekuasaan Allah. Kilatan cahaya memecah langit, menyambar di kejauhan bagaikan kilat di medan perang — “bak serangan Iran ke Israel beberapa waktu yang lalu,” ujar salah satu anggota tim dengan nada bergetar, menggambarkan betapa hebatnya badai sore itu.

Meski semangat masih membara, keselamatan menjadi prioritas utama. Setelah menunggu hingga pukul 17.15 WIB dan hujan belum juga mereda, akhirnya Tim BPN bersama KUA Margomulyo bersepakat menunda sisa pengukuran ke hari berikutnya. Keputusan ini diambil dengan penuh kebijaksanaan, sebab memaksakan diri di tengah badai bisa berisiko besar.

Dengan demikian, untuk hari itu, pengukuran di Desa Meduri baru berhasil menyelesaikan satu obyek wakaf, sementara masih tersisa sekitar empat obyek lagi yang akan dilanjutkan pada jadwal berikutnya.

Kendati cuaca menghalangi langkah, semangat para petugas tidak pernah surut. Mereka sadar, perjuangan menjaga dan menertibkan harta wakaf bukan hanya tugas kedinasan — melainkan ibadah mulia yang menuntut kesabaran, ketulusan, dan keberanian di tengah segala ujian alam.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama bahwa wakaf bukan sekadar ibadah sosial, tetapi juga pondasi keberkahan dan kesinambungan manfaat bagi generasi yang akan datang.