Margomulyo, 10 Agustus 2026 – Pagi itu, Senin (10/8/2026), suasana sejumlah masjid di wilayah Kecamatan Margomulyo tampak berbeda. Bukan hanya jamaah yang datang untuk menunaikan ibadah, tetapi para pegawai dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo turut hadir dengan membawa semangat kebersamaan. Sapu, alat kebersihan, dan kepedulian menjadi bagian dari aksi nyata dalam GEBERMAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.45 WIB tersebut dilaksanakan di masjid-masjid yang berada di wilayah Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., bersama jajaran pegawai dan staf KUA Margomulyo.
GEBERMAS bukan sekadar kegiatan membersihkan lantai, halaman, atau lingkungan masjid. Di balik gerakan sederhana tersebut tersimpan pesan yang jauh lebih besar: menjaga kebersihan rumah Allah berarti merawat salah satu ruang penting kehidupan umat. Masjid yang bersih dan nyaman akan menghadirkan suasana yang lebih tenang bagi jamaah dalam beribadah, mengaji, bermusyawarah, dan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.
Pelaksanaan GEBERMAS KUA Margomulyo merupakan tindak lanjut dari surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nomor B-2927/Kw.13.06/HM.01/08/2026 tanggal 6 Agustus 2026 tentang Tindak Lanjut Rapat Koordinasi Geber Mas. Surat tersebut menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemasjidan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2026 tanggal 4 Mei 2026 tentang Gerakan Bersih-Bersih Masjid.
Dalam surat tersebut juga ditegaskan pentingnya keterlibatan unsur Kementerian Agama di tingkat daerah, termasuk Kepala KUA bersama penghulu, penyuluh, dan staf KUA/ASN Kementerian Agama. Selain itu, setiap kecamatan diharapkan menyiapkan lokasi pelaksanaan kegiatan GEBER MAS.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan KUA Kecamatan Margomulyo melalui aksi langsung di lapangan. Para pegawai dan staf tidak hanya hadir sebagai pelaksana administrasi pelayanan keagamaan, tetapi turun langsung menyentuh bagian paling sederhana dari kehidupan masyarakat: membersihkan dan merawat rumah ibadah.
Ada pesan edukatif yang kuat dari kegiatan ini. Kebersihan masjid tidak seharusnya berhenti pada sebuah program atau kegiatan seremonial. GEBERMAS diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama bahwa masjid adalah milik dan tanggung jawab seluruh umat. Setelah tangan-tangan petugas membersihkan masjid, tugas berikutnya adalah bagaimana jamaah dan masyarakat sekitar mempertahankan kebersihan tersebut setiap hari.
Sebab, masjid yang bersih bukan hanya sedap dipandang, tetapi juga mencerminkan penghormatan umat kepada tempat mereka bersujud. Lantai yang bersih menjadi tempat dahi menyentuh bumi. Halaman yang terawat menjadi ruang yang menyambut jamaah. Lingkungan yang rapi menjadi bagian dari kenyamanan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi KUA Margomulyo, GEBERMAS juga menjadi bentuk pelayanan dengan cara yang berbeda. Pelayanan kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan di balik meja dan melalui dokumen administrasi. Sesekali, pelayanan itu hadir melalui tindakan sederhana: mengambil sapu, membersihkan halaman, merapikan lingkungan, dan bersama-sama menjaga rumah ibadah agar tetap nyaman digunakan.
Gerakan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian kepada umat dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan ketulusan. Tidak harus menunggu pekerjaan besar. Tidak harus menunggu fasilitas yang sempurna. Karena kepedulian sering kali dimulai dari keberanian untuk turun tangan dan melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Program GEBER MAS sendiri juga diarahkan untuk mendorong partisipasi yang lebih luas. Surat Kanwil Kemenag Jawa Timur mencantumkan mekanisme pendaftaran dan pelaporan kegiatan melalui platform SIMAS Kementerian Agama, termasuk dokumentasi foto dan video sebagai bagian dari persyaratan e-Sertifikat Partisipasi.
Di tingkat Jawa Timur, surat tersebut menetapkan target partisipasi minimal 26 persen dari jumlah masjid di setiap kabupaten/kota. Untuk Kabupaten Bojonegoro, tercatat sebanyak 1.661 masjid dengan target pendaftaran 432 masjid.
Dengan demikian, GEBERMAS KUA Margomulyo bukan sekadar aktivitas bersih-bersih yang selesai ketika sapu kembali disimpan. Ia adalah bagian dari gerakan yang lebih besar untuk membangun kepedulian, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan budaya memakmurkan masjid melalui lingkungan yang bersih dan nyaman.
Dari masjid yang bersih, lahir kenyamanan dalam beribadah. Dari kepedulian terhadap masjid, tumbuh kepedulian terhadap sesama. Dan dari gerakan kecil yang dilakukan bersama, lahir semangat besar untuk terus mengabdi kepada umat.
GEBERMAS KUA MARGOMULYO — Bersihkan Masjid, Nyamankan Ibadah, Kuatkan Kebersamaan.


.png)


.jpeg)
.png)

