6/04/2026

Mengukir Jejak Amal Jariyah untuk Generasi Sepanjang Masa: Ikrar Wakaf RA Nurul Ummah Meduri Digelar Khidmat

Margomulyo – Selasa, 2 Juni 2026. Komitmen untuk memperkuat keberlangsungan lembaga pendidikan Islam kembali diwujudkan melalui pelaksanaan ikrar wakaf yang berlangsung khidmat di Aula KUA Kecamatan Margomulyo pada Selasa, 2 Juni 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut merupakan prosesi ikrar wakaf atas aset yang diperuntukkan bagi RA Nurul Ummah 20 Muslimat Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo. Wakaf ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat status hukum dan keberlanjutan lembaga pendidikan yang selama ini berperan penting dalam membina generasi usia dini di lingkungan masyarakat setempat.

Dalam prosesi tersebut, Ali Untoro bertindak sebagai wakif yang secara resmi mewakafkan harta bendanya untuk kepentingan pendidikan umat. Adapun nadzir wakaf adalah Perkumpulan Nahdlatul Ulama melalui MWCNU Margomulyo yang diwakili langsung oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun. Sementara itu, pelaksanaan ikrar wakaf dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).

Suasana prosesi berlangsung penuh kekhidmatan dan disaksikan oleh sejumlah tokoh organisasi keagamaan dan masyarakat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PC Muslimat NU Bojonegoro, Nyai Zulaihah Shoim, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo, Ketua Muslimat NU Ranting Meduri Musaroh, Ketua Ranting NU Meduri Eko Sunarno, serta para undangan lainnya yang memberikan dukungan terhadap terlaksananya wakaf tersebut.

Dalam sambutannya, Huda Afrianto, S.Ag. menyampaikan apresiasi kepada wakif dan seluruh pihak yang telah berperan dalam proses perwakafan tersebut. Menurutnya, wakaf bukan hanya bernilai sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan umat, khususnya di bidang pendidikan.

“Semoga RA Nurul Ummah ini ke depan semakin berkembang dan menjadi sarana pendidikan yang penuh keberkahan bagi masyarakat Meduri secara umum. Kita berharap lembaga ini mampu mencetak generasi-generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah, sehingga kelak dapat menjadi penerus perjuangan agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Sementara itu, para tokoh yang hadir menyambut baik terlaksananya ikrar wakaf tersebut. Mereka menilai bahwa legalitas wakaf merupakan langkah penting dalam menjaga aset umat agar tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat.

Dengan terlaksananya ikrar wakaf ini, diharapkan keberadaan RA Nurul Ummah 20 Muslimat NU Meduri semakin kokoh secara kelembagaan dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan Islam yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Wakaf hari ini bukan hanya tentang menyerahkan aset, tetapi juga mewariskan harapan, ilmu, dan masa depan bagi generasi penerus umat.”

Lebih lanjut, prosesi ikrar wakaf yang berjalan tertib dan lancar tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, serta pemerintah melalui KUA Kecamatan Margomulyo dalam menjaga dan mengembangkan aset-aset umat agar memiliki kepastian hukum yang kuat.

Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun, selaku perwakilan nadzir Perkumpulan Nahdlatul Ulama menyampaikan komitmennya untuk mengelola dan menjaga amanah wakaf tersebut sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, keberadaan nadzir tidak hanya bertugas menjaga aset wakaf, tetapi juga memastikan agar manfaat wakaf dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.

“Wakaf merupakan amanah besar yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Kami berkomitmen untuk menjaga serta mengembangkan aset wakaf ini agar terus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Bojonegoro, Nyai Zulaihah Shoim, memberikan apresiasi atas kepedulian wakif yang telah mengabadikan sebagian hartanya untuk kepentingan pendidikan anak-anak. Menurutnya, keberlangsungan lembaga pendidikan usia dini seperti RA Nurul Ummah sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Beliau juga berharap agar semangat berwakaf yang ditunjukkan oleh Ali Untoro dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam memperkuat sarana pendidikan, sosial, dan keagamaan melalui instrumen wakaf.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta memanjatkan doa bersama agar wakaf yang telah diikrarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi wakif dan keluarganya, serta membawa keberkahan bagi pengelola, tenaga pendidik, peserta didik, dan masyarakat Desa Meduri pada umumnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan dokumen perwakafan dan sesi dokumentasi bersama sebagai tanda telah resminya pelaksanaan ikrar wakaf RA Nurul Ummah 20 Muslimat Nahdlatul Ulama Meduri.

Dengan terlaksananya ikrar wakaf ini, diharapkan langkah menuju proses sertifikasi tanah wakaf dan penguatan legalitas aset pendidikan semakin mudah dilakukan, sehingga keberadaan RA Nurul Ummah dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul, aman, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.

“Dari wakaf lahir keberkahan, dari pendidikan tumbuh peradaban. Ketika keduanya bersatu, maka akan lahir generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.”