2/24/2026

“Cahaya Muhasabah di Awal Ramadhan: Menggugah Jiwa, Menjemput Ampunan di Masjid Wisata Religi Margomulyo”

 

Huda Afrianto, S.Ag. (Kepala KUA Kec. Margomulyoyo.


Kegiatan Kajian dan Buka Bersama (Bukber) hari ke-VI Ramadhan di Masjid Wisata Religi Margomulyo dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 17.00–17.50 WIB, bertempat di bagian dalam masjid. Kajian berlangsung dalam suasana khidmat dan reflektif, menghadirkan jamaah dari Muslimat dan Fatayat NU Ranting Ngelo yang tampak antusias mengikuti materi hingga menjelang waktu berbuka.

Bertindak sebagai pemateri adalah Huda Afrianto, S.Ag., Kepala KUA Margomulyo, yang akrab disapa Pak Huda. Dalam pemaparannya yang mengusung tema “Muhasabah: Evaluasi Diri di Awal Ramadhan”, beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar momentum ritual tahunan, melainkan wahana strategis untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri secara komprehensif—baik dalam dimensi spiritual, moral, maupun sosial.

Ramadhan sebagai Wahana Transformasi Spiritual

Dalam pendekatan konseptualnya, Pak Huda menjelaskan bahwa muhasabah merupakan instrumen evaluatif dalam Islam yang bertujuan mengukur kualitas keimanan dan ketaatan seorang hamba. Ramadhan, menurut beliau, adalah fase intensifikasi ibadah yang dirancang untuk membentuk kesadaran diri (self-awareness) dan pengendalian diri (self-regulation). Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa serta rekonstruksi akhlak.

Beliau menegaskan bahwa keistimewaan Ramadhan menunjukkan adanya dimensi teologis yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya. Untuk menguatkan argumentasinya, beliau mengutip hadis riwayat Al-Baihaqi, di mana Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umat Nabi Muhammad diberikan lima keutamaan khusus di bulan Ramadhan yang tidak diberikan kepada umat nabi sebelumnya.

Lima Keutamaan Umat Nabi Muhammad di Bulan Ramadhan

Pertama, pada malam pertama Ramadhan Allah memandang umat Nabi Muhammad. Siapa yang mendapatkan pandangan kasih sayang Allah, maka ia tidak akan disiksa selama-lamanya. Konsep “pandangan Allah” dalam konteks ini dipahami sebagai simbol penerimaan dan rahmat Ilahi yang menjadi fondasi keselamatan spiritual.

Kedua, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi. Secara teologis, hal ini menunjukkan bahwa nilai ibadah tidak diukur berdasarkan standar material, melainkan berdasarkan keikhlasan dan ketaatan.

Ketiga, para malaikat memohonkan ampun bagi orang yang berpuasa siang dan malam. Ini menegaskan adanya dukungan transendental terhadap hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Keempat, Allah memerintahkan surga-Nya untuk bersiap dan berhias menyambut hamba-hamba-Nya yang berpuasa, sebagai simbol bahwa Ramadhan adalah jalan menuju kemuliaan dan peristirahatan abadi setelah perjuangan duniawi.

Kelima, pada malam terakhir Ramadhan, Allah mengampuni dosa-dosa mereka seluruhnya. Ketika seorang sahabat bertanya apakah itu malam Lailatul Qadar, Rasulullah ﷺ menjawab bahwa hal tersebut bukan semata-mata Lailatul Qadar, melainkan sebagaimana pekerja yang telah menyelesaikan tugasnya lalu menerima upahnya secara penuh.

Jamaah Muslimat dan Fatayat NU Ranting Ngelo


Relevansi Muhasabah dalam Konteks Kekinian

Dalam analisis aplikatifnya, Pak Huda mengajak jamaah—khususnya Muslimat dan Fatayat NU Ranting Ngelo—untuk menjadikan awal Ramadhan sebagai titik tolak perubahan perilaku. Muhasabah tidak berhenti pada kesadaran personal, tetapi harus bermuara pada perbaikan relasi sosial, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas ibadah yang berkelanjutan.

Beliau menutup kajian dengan penegasan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari kemeriahan aktivitasnya, melainkan dari sejauh mana ia mampu melahirkan pribadi yang lebih bertakwa dan berintegritas.

Kajian sore itu berakhir dalam suasana penuh perenungan. Detik-detik menjelang azan Maghrib menjadi momentum internalisasi nilai-nilai yang telah disampaikan, meneguhkan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani yang menuntut kesungguhan, kedalaman refleksi, dan komitmen perubahan.

2/14/2026

“Keteladanan dalam Aksi: Sinergi KUA Margomulyo dan Takmir Masjid Menghadirkan Kesucian Menjelang Ramadhan”



Margomulyo, Jum’at, 13 Februari 2026 — Dalam suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat, kegiatan Kerja Bakti Jum’at Bersih dilaksanakan pada Jum’at, 13 Februari 2026 mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., sebagai wujud keteladanan dalam membangun budaya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sejak pagi hari, seluruh jajaran KUA Margomulyo yang terdiri dari staf, JFU, dan para Penyuluh Agama Islam telah berkumpul untuk memulai kegiatan. Kerja bakti diawali dengan pembersihan lingkungan kantor KUA sebagai bentuk tanggung jawab internal sekaligus pembiasaan disiplin kebersihan. Halaman kantor, ruang pelayanan, serta area sekitar dibersihkan secara menyeluruh sebelum rombongan melanjutkan kegiatan ke lokasi berikutnya.

Selanjutnya, kegiatan difokuskan di Masjid An-Nur Mojosari Sumberjo dengan menggandeng Takmir Masjid, khususnya Bapak Ali Mahmud, sebagai mitra kolaborasi. Sinergi ini menjadi cerminan kebersamaan antara institusi keagamaan dan pengelola rumah ibadah dalam merawat pusat spiritual masyarakat.

Objek kerja bakti meliputi seluruh area masjid dan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya halaman dan serambi, bagian dalam masjid pun menjadi perhatian utama. Seluruh perabotan seperti karpet, mimbar, rak Al-Qur’an, kaca jendela, hingga sudut-sudut ruangan disterilkan dari noda kotoran dan debu. Setiap sudut dibersihkan dengan penuh kesungguhan agar rumah ibadah tampak lebih nyaman, bersih, dan khusyuk untuk digunakan beribadah.

Kegiatan Jum’at Bersih ini sejatinya merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan. Namun pada kesempatan kali ini, kerja bakti memiliki makna yang lebih mendalam, yakni sebagai ikhtiar bersama dalam menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini. Kebersihan fisik lingkungan menjadi simbol kesiapan lahiriah, sementara semangat kebersamaan dan gotong royong mencerminkan kesiapan batin dalam menyambut bulan penuh keberkahan.

Melalui kegiatan ini, KUA Margomulyo tidak hanya meneguhkan komitmen terhadap pelayanan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai keteladanan: bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan kepedulian terhadap rumah Allah merupakan bentuk nyata kecintaan kepada agama.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, diharapkan budaya Jum’at Bersih terus terjaga, menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Margomulyo.

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, Kerja Bakti Jum’at Bersih ini juga menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai kebersamaan antar jajaran KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam suasana penuh keakraban, setiap personel bekerja tanpa sekat jabatan, saling membantu dan saling menguatkan, menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dan rumah ibadah adalah tanggung jawab bersama.

Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kebersihan masjid bukan hanya tanggung jawab takmir, tetapi juga menjadi kewajiban kolektif umat Islam. Terlebih menjelang bulan suci Ramadhan, masjid akan menjadi pusat kegiatan ibadah yang lebih intens, mulai dari shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Oleh karena itu, kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan dalam kondisi terbaik.

Kerja bakti yang dilaksanakan di Masjid An-Nur Mojosari Sumberjo ini pun mendapat apresiasi dari Takmir Masjid. Kolaborasi yang terbangun tidak hanya memperindah fisik bangunan, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, tampak perubahan yang signifikan: halaman masjid menjadi lebih rapi, ruang dalam terasa lebih bersih dan segar, serta seluruh perabotan tertata dengan baik. Kebersihan yang tercipta menghadirkan kenyamanan dan ketenangan, seolah menjadi doa yang terucap tanpa kata, agar Ramadhan kelak disambut dengan hati yang bersih dan jiwa yang lapang.

Melalui kegiatan rutin yang sarat makna ini, KUA Margomulyo kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pembinaan umat, tidak hanya dalam aspek administratif dan pelayanan, tetapi juga dalam menumbuhkan budaya religius yang berakar pada keteladanan, kebersihan, dan semangat gotong royong.

Semoga langkah kecil yang dilakukan pada Jum’at pagi itu menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat.

2/12/2026

KUA dan PKM Margomulyo bersama-sama Gelar Cek Kesehatan Gratis, Sinergi Ikhtiar Menjaga Amanah dan Kebugaran Aparatur


Margomulyo, 12 Februari 2026 — Semangat menjaga kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional diwujudkan melalui kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang dilaksanakan di Kantor KUA Kecamatan Margomulyo pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menghadirkan Tim Medis dari Puskesmas (PKM) Margomulyo yang terdiri dari Dr. Egian Fergian A, Erma Sari, dan Muhammad Tegar Dwi Wahyu. Dengan penuh dedikasi dan profesionalisme, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi umum, serta konsultasi kesehatan bagi seluruh peserta.

Adapun yang menjadi objek kegiatan CKG ini adalah seluruh jajaran KUA Margomulyo, mulai dari Kepala KUA, staf administrasi, Penyuluh Agama Islam, hingga JFU. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh kesadaran bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda pemeriksaan rutin, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap kualitas sumber daya aparatur. Dalam konteks pelayanan publik, kesehatan pegawai memiliki korelasi langsung dengan optimalisasi kinerja, ketepatan layanan, dan ketahanan mental-spiritual dalam mengemban amanah negara dan umat.

Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam pernyataannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Tim Medis PKM Margomulyo atas kolaborasi dan perhatian yang diberikan kepada jajaran KUA. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun pelayanan yang prima.

“Sehat adalah modal utama dalam menjalankan amanah pelayanan. Dengan tubuh yang bugar dan jiwa yang kuat, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap beliau.

Melalui kegiatan CKG ini, KUA Margomulyo menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif dan keagamaan semata, tetapi juga pada pembinaan kualitas personal aparatur. Sebab pelayanan yang optimal lahir dari insan yang sehat, disiplin, dan berintegritas.

Sinergi antara KUA dan PKM Margomulyo ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya preventif menjaga kesehatan, sehingga semangat pengabdian tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, humanis, dan berkualitas.