5/11/2026

Apel Senin Pagi KUA Margomulyo: Perkuat Soliditas, Tingkatkan Profesionalitas ASN

Margomulyo – Senin, 11 Mei 2026. Suasana penuh semangat dan kekhidmatan mewarnai kegiatan Apel Senin Pagi jajaran KUA Kecamatan Margomulyo yang dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Kegiatan rutin tersebut diikuti oleh segenap keluarga besar KUA Margomulyo sebagai bentuk penguatan disiplin, koordinasi, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.


Bertindak sebagai pembina apel, Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., memimpin jalannya apel dengan penuh khidmat dan tertib. Seluruh peserta apel tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin dan penuh antusiasme, mencerminkan soliditas serta kekompakan internal lembaga.


Dalam amanatnya, Huda Afrianto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pegawai atas kekompakan, kedisiplinan, serta semangat kerja yang terus terjaga dengan baik di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo. Menurutnya, suasana kerja yang harmonis dan penuh kebersamaan merupakan modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Soliditas dan kekompakan seluruh pegawai harus terus dipertahankan. Dengan kebersamaan yang baik, insyaallah seluruh tugas dan amanah dapat dijalankan secara maksimal,” ungkapnya di hadapan peserta apel.


Selain itu, beliau juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo terkait akan dilaksanakannya kegiatan “Diklat E-Learning ASN Berintegritas”. Dalam kesempatan tersebut, beliau meminta seluruh ASN untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi administrasi, kesiapan materi, maupun komitmen mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara serius dan bertanggung jawab.


Menurutnya, diklat tersebut merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas, profesionalitas, serta penguatan nilai-nilai integritas ASN di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu mengikuti kegiatan tersebut dengan optimal agar dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan publik.


Kegiatan apel pagi ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan koordinasi internal ringan guna memperkuat sinergi pelaksanaan tugas di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo. Dengan semangat kebersamaan dan integritas yang terus dibangun, KUA Margomulyo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Momentum apel pagi tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan membangun semangat kebersamaan antarpegawai di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap profesional, seluruh jajaran menunjukkan komitmen untuk terus menjaga etos kerja, loyalitas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan.


Sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama, jajaran KUA Kecamatan Margomulyo terus berupaya menanamkan budaya kerja yang disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Hal ini dinilai penting mengingat peran KUA tidak hanya sebagai institusi pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat di tingkat kecamatan.


Melalui kegiatan apel rutin setiap hari Senin, diharapkan tercipta koordinasi yang semakin solid, peningkatan kedisiplinan pegawai, serta penguatan nilai integritas dan profesionalitas ASN. Dengan demikian, seluruh program dan pelayanan yang dijalankan KUA Kecamatan Margomulyo dapat terlaksana secara maksimal, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.


Apel pagi berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat hingga selesai, menjadi refleksi komitmen bersama dalam mewujudkan ASN Kementerian Agama yang profesional, berintegritas, dan melayani.

4/28/2026

“Mengokohkan Sinergi, Menjaga Amanah: Kunjungan Kepala Kemenag Bojonegoro di KUA Margomulyo”


Margomulyo, 27 April 2026 — Suasana penuh khidmat dan semangat profesionalitas menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo pada Senin sore (27/04), saat menerima kunjungan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 15.45 WIB ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat soliditas internal dan arah kinerja kelembagaan.

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro tersebut disambut hangat oleh jajaran lengkap KUA Margomulyo, yang terdiri dari Kepala KUA, staf, Jabatan Fungsional Umum (JFU), serta para Penyuluh Agama Islam. Kehadiran penuh formasi ini mencerminkan kesiapan institusi dalam menerima arahan serta komitmen kolektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Dr. Amanulloh menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan sebuah institusi bukan semata pada sistem, melainkan pada kekuatan harmoni antar individu di dalamnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan, membangun komunikasi yang sehat, serta menjunjung tinggi etos kerja yang konsisten dan penuh tanggung jawab.

“Kerukunan antar pegawai bukan sekadar nilai moral, tetapi fondasi utama dalam membangun kinerja yang berintegritas. Tanpa itu, sebaik apa pun program yang dirancang tidak akan mencapai hasil optimal,” tegasnya dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa setiap aparatur Kementerian Agama memiliki konsekuensi moral dan profesional atas amanah yang diemban. Oleh karena itu, konsistensi dalam bekerja, disiplin, serta loyalitas terhadap tugas menjadi keniscayaan yang tidak dapat ditawar.

Sementara itu, Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan. Ia menilai kehadiran Kepala Kemenag bukan hanya sebagai bentuk monitoring, tetapi juga suntikan motivasi yang sangat berarti bagi seluruh jajaran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, arahan, dan bimbingan yang telah diberikan. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik penguat dalam membangun budaya kerja yang harmonis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Dengan sinergi yang kokoh dan komitmen yang terjaga, KUA Margomulyo optimis mampu menjawab tantangan dan ekspektasi masyarakat dengan lebih baik ke depan.

Semangat yang terbangun dalam kunjungan tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi refleksi mendalam bagi seluruh jajaran KUA Margomulyo untuk terus melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan. Momentum ini dimaknai sebagai titik konsolidasi nilai—bahwa integritas, kedisiplinan, dan kebersamaan bukan sekadar jargon administratif, tetapi harus hadir dalam praktik kerja sehari-hari.

Dalam suasana dialogis yang hangat, sejumlah pegawai juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap arahan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap arah kebijakan Kementerian Agama ke depan. Interaksi yang terbangun mencerminkan hubungan kepemimpinan yang tidak berjarak, namun tetap tegas dalam prinsip dan tujuan organisasi.

Kunjungan singkat namun sarat makna ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama merupakan proses berkelanjutan yang menuntut kesadaran kolektif. Setiap individu dituntut untuk tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai pengabdian, keteladanan, dan profesionalitas dalam setiap lini pelayanan.

Menutup rangkaian kegiatan, seluruh jajaran KUA Margomulyo berkomitmen untuk menjadikan arahan yang telah disampaikan sebagai pedoman dalam meningkatkan kinerja dan kualitas layanan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan fondasi kerukunan yang kokoh dan komitmen kerja yang konsisten, KUA Margomulyo terus melangkah pasti menuju institusi yang adaptif, responsif, dan berintegritas tinggi.

Kunjungan ini pun menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara pimpinan dan jajaran pelaksana adalah kunci dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang unggul, sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan keagamaan yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas.


#druns

4/27/2026

“Menembus Hujan, Meneguhkan Amanah: Sinergi BPN Bojonegoro dan KUA Margomulyo Tuntaskan Pengukuran Tanah Wakaf untuk Kepastian Hukum Umat”

Margomulyo – Rabu, 15 April 2026. Upaya percepatan legalisasi tanah wakaf terus digencarkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Pada Rabu, 15 April 2026, Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Bojonegoro bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melaksanakan kegiatan pengukuran tanah wakaf yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 17.15 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ukur BPN Bojonegoro, Rizqi, yang bersama tim turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran terhadap sejumlah objek wakaf. Program ini merupakan kelanjutan dari agenda strategis percepatan sertifikasi tanah wakaf yang telah dicanangkan sejak tahun 2025, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset keagamaan.

Adapun objek wakaf yang menjadi sasaran pengukuran kali ini meliputi lima bidang tanah, yaitu Pondok Pesantren Ibadurrohman Kalimojo Margomulyo, Musholla Baitul Hidayah Kalidogol Desa Meduri, Musholla Al Muttaqin Dusun Besali Desa Meduri, RA Muslimat NU Pucanganom, serta Masjid Al-Huda Desa Meduri. Seluruh lokasi tersebut memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial keagamaan masyarakat setempat.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sepenuhnya lancar. Faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri, di mana hujan yang turun sejak pagi hingga siang hari menyebabkan proses pengukuran sempat mengalami keterlambatan. Namun, dengan komitmen dan profesionalitas tim, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat diselesaikan dengan baik hingga sore hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses sertifikasi tanah wakaf dapat segera dituntaskan, sehingga memberikan kepastian hukum serta perlindungan terhadap aset wakaf. Sinergi antara BPN dan KUA ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan fungsi sosial dan keagamaan tanah wakaf bagi kemaslahatan umat.

Pengukuran pertama diawali pada obyek wakaf Pondok Pesantren Ibadurrohman Kalimojo, Kecamatan Margomulyo. Pada tahap ini, tim menghadapi kendala teknis terkait penentuan batas bidang tanah yang berbatasan langsung dengan aset desa. Perbedaan persepsi mengenai garis batas mengharuskan adanya klarifikasi dan kesepahaman antar pihak yang berkepentingan.

Menyikapi hal tersebut, tim ukur bersama perwakilan KUA, pihak pengelola pondok pesantren, serta unsur pemerintah desa sepakat untuk menunda sementara proses pengukuran di lokasi tersebut. Penjadwalan ulang dilakukan pada hari Kamis, dengan harapan seluruh pihak dapat mencapai kesepakatan terkait batas tanah, sehingga proses pengukuran dapat dilanjutkan secara akurat dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan komitmen bersama dalam menjaga keabsahan data fisik tanah wakaf, sekaligus menghindari potensi sengketa di kemudian hari.

Setelah hujan mulai reda dan setelah tim memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak, kegiatan kembali dilanjutkan menuju lokasi kedua, yakni Musholla Baitul Hidayah di Dusun Kalidogol, Desa Meduri. Namun setibanya di lokasi, hujan masih mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas sedang, sehingga kondisi medan menjadi cukup sulit dilalui.

Dalam perjalanan menuju titik pengukuran, sempat terjadi insiden di mana kendaraan yang ditumpangi tim BPN terperosok ke jalan berlumpur. Kendati demikian, situasi tersebut tidak berlangsung lama. Berkat semangat gotong royong warga setempat yang sigap membantu, kendaraan berhasil dievakuasi dan tim dapat kembali melanjutkan tugasnya.


Di tengah guyuran hujan rintik-rintik, tim tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan melaksanakan pengukuran secara manual di lokasi tersebut. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat tim dalam menyelesaikan tahapan pengukuran, demi memastikan akurasi data dan kelancaran proses sertifikasi tanah wakaf.

Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi ketiga yang  berada di Dusun Besali, Desa Meduri, dengan obyek wakaf Musholla Al-Muttaqin. Dalam pelaksanaan pengukuran di titik ini, tim ukur BPN didampingi oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan kejelasan batas bidang tanah dan kelengkapan data administrasi.

Kehadiran unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran proses pengukuran. Selain membantu menunjukkan batas-batas tanah secara faktual di lapangan, mereka juga berperan dalam memberikan keterangan yang diperlukan sebagai dasar validasi data. Dengan sinergi tersebut, proses pengukuran di lokasi Musholla Al-Muttaqin dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.


Berlanjut ke lokasi keempat, tim melaksanakan pengukuran di Dusun Pucanganom, Desa Meduri, dengan obyek wakaf berupa RA Muslimat NU. Kegiatan di lokasi ini turut didampingi oleh perangkat desa setempat serta jajaran pengurus RA yang hadir untuk memberikan keterangan dan memastikan kejelasan batas bidang tanah.

Pendampingan tersebut sangat membantu tim dalam proses identifikasi dan verifikasi data di lapangan, baik terkait batas fisik tanah maupun riwayat pemanfaatannya sebagai aset pendidikan keagamaan. Dengan koordinasi yang baik antara tim ukur, pemerintah desa, dan pengurus lembaga, proses pengukuran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.


Lokasi kelima sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan pengukuran hari ini adalah Masjid Al-Huda yang terletak di Dusun dan Desa Meduri. Pada titik ini, tim ukur BPN kembali mendapatkan dukungan penuh dari perangkat desa, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat yang turut hadir mendampingi proses di lapangan.

Meskipun cuaca masih belum sepenuhnya bersahabat dengan turunnya hujan rintik-rintik, hal tersebut tidak menghambat jalannya pengukuran. Dengan koordinasi yang solid dan semangat kebersamaan, seluruh tahapan pengukuran di lokasi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Dengan rampungnya pengukuran di Masjid Al-Huda, maka seluruh rangkaian kegiatan pengukuran tanah wakaf pada hari tersebut berhasil dituntaskan. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen bersama antara BPN, KUA, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf demi kepastian hukum dan kemaslahatan umat.

Rangkaian kegiatan pengukuran tanah wakaf ini bukan sekadar proses teknis administratif, melainkan langkah strategis dalam meneguhkan kepastian hukum atas aset umat yang memiliki nilai ibadah dan sosial yang tinggi. Di tengah keterbatasan cuaca dan berbagai dinamika di lapangan, sinergi antara BPN Bojonegoro, KUA Margomulyo, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi cermin kuatnya komitmen bersama dalam menjaga amanah wakaf.

Dengan terselesaikannya pengukuran ini, diharapkan proses sertifikasi dapat segera ditindaklanjuti hingga tuntas, sehingga seluruh aset wakaf memiliki legalitas yang sah, terlindungi, dan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan ibadah, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari penguatan tata kelola wakaf yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan di masa yang akan datang.


#drun

4/06/2026

"Sinergi Kebersamaan: KUA Margomulyo Gemakan Profesionalisme Menjelang Supervisi

Margomulyo, 6 April 2026 — Pagi ini, keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Margomulyo melaksanakan apel rutin hari Senin yang dimulai pukul 08.00 hingga selesai. Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dan diikuti seluruh staf serta jajaran pegawai kantor.

Dalam amanatnya, Kepala KUA memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh staf yang telah berhasil menyelesaikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026. Huda menekankan bahwa pencapaian tersebut adalah buah kerja sama dan disiplin kolektif yang patut dibanggakan, sekaligus menjadi modal penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja layanan KUA ke depan.

Selain memberikan penghargaan, Huda juga menyampaikan arahan penting terkait tugas administratif periode berjalan. Ia menginstruksikan seluruh staf untuk segera melanjutkan penyelesaian bukti dukung SKP Triwulan I sehingga seluruh berkas dapat terintegrasi dan siap dipertanggungjawabkan. Selanjutnya, Kepala KUA mengingatkan persiapan dokumen supervisi Triwulan I yang dijadwalkan pada tanggal 13 April 2026 — tepat satu minggu dari hari ini — agar seluruh dokumen pendukung lengkap dan rapi.

Apel juga menjadi momen penguatan kebersamaan; beberapa staf menyampaikan inisiatif perbaikan proses kerja.

Dengan bekal arahan ini, seluruh pihak diarahkan untuk menyelesaikan tugas sesuai tenggang waktu dan menjaga sinergi antarpegawai. Diharapkan, persiapan matang dan kerja sama tim yang terjaga akan membawa hasil supervisi Triwulan I yang memuaskan serta meningkatkan pelayanan publik di KUA Margomulyo. 

Amanat tersebut ditutup dengan dorongan agar setiap pegawai tetap menjaga semangat kerja, teliti dalam penyusunan dokumen, dan terus memperkuat koordinasi antarunit. Apel pagi berjalan khidmat dan tertib, mencerminkan komitmen KUA Margomulyo dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola administrasi.

Apel diikuti segenap keluarga besar KUA Margomulyo. Kehadiran penuh ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyamakan visi dan misi dalam meningkatkan mutu layanan KUA.

Kehangatan suasana terlihat ketika seluruh peserta kompak berdiri rapi dan mendengarkan arahan dengan khidmat. Setelah apel, beberapa pegawai tampak saling bertukar informasi terkait persiapan supervisi dan membentuk kelompok kerja spontan untuk mempercepat penyelesaian pendukung lainnya. Kehadiran seluruh unsur keluarga besar KUA juga mempermudah koordinasi lintas seksi sehingga instruksi pimpinan dapat segera diimplementasikan.

Kepala KUA menutup kegiatan dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh pegawai dan mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan hingga supervisi selesai. "Kita satu tim, satu tujuan—melayani masyarakat dengan baik dan mempertahankan integritas kerja," tuturnya. Semangat kolektif yang terbangun pada apel kali ini diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi tugas-tugas kedinasan selanjutnya.

3/07/2026

“Dari Tarawih Menuju Tadabbur Wahyu: Kajian Keutamaan Nuzulul Qur’an Warnai Kebersamaan KUA Margomulyo dan Ngraho”

Bojonegoro - Jum’at, 06 Maret 2026. Nuansa kekhusyukan dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah yang dilaksanakan pada Jum’at, 06 Maret 2026 di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ibadah ini diikuti oleh jajaran keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo dan KUA Kecamatan Ngraho yang hadir untuk mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan syiar Ramadhan.

Suasana religius terasa sejak awal pelaksanaan ibadah. Dalam kesempatan tersebut, yang bertindak sebagai imam salat Tarawih adalah Kiai Agus Maimun, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Ngraho. Dengan bacaan yang tartil dan penuh penghayatan, beliau memimpin jamaah menunaikan salat Tarawih dengan khusyuk, menghadirkan atmosfer spiritual yang mendalam di tengah para jamaah.

Usai pelaksanaan salat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan kultum atau kajian bakda Tarawih yang disampaikan oleh Huda Afrianto, S.Ag., Kepala KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang keutamaan Nuzulul Qur’an, sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an merupakan momentum agung yang menegaskan kemuliaan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang membawa cahaya petunjuk, rahmat, dan pedoman hidup. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
(QS. Al-Qadr: 1)

Selain itu, Al-Qur’an juga menegaskan bahwa bulan Ramadhan memiliki kemuliaan khusus karena menjadi waktu diturunkannya kitab suci tersebut:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Lebih lanjut beliau mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Hadis ini menegaskan bahwa kemuliaan Al-Qur’an tidak hanya terletak pada proses turunnya, tetapi juga pada kewajiban umat Islam untuk membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian tersebut, Pak Huda (Panggilan Akrab Huda Afrianto) juga mengutip pandangan para ulama mengenai kemuliaan Al-Qur’an. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadr merupakan tanda kemuliaan yang tidak hanya melekat pada waktu turunnya, tetapi juga pada kandungan petunjuk yang menjadi sumber hukum, akhlak, dan peradaban umat manusia.

Sementara itu, Imam Al-Qurthubi menegaskan bahwa Nuzulul Qur’an adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat manusia, karena melalui wahyu tersebut manusia memperoleh pedoman untuk membedakan antara kebenaran dan kesesatan.

Dalam penutup tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana mempererat hubungan dengan Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan merenungi maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sosial.

“Ramadhan adalah madrasah spiritual. Jika Al-Qur’an turun sebagai petunjuk kehidupan, maka tugas kita adalah menjadikannya sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ungkap beliau.

Setelah rangkaian ibadah dan kajian selesai, kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui ramah tamah antara jajaran KUA Margomulyo dan KUA Ngraho. Kebersamaan tersebut kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama sebagai simbol ukhuwah dan sinergi antar aparatur Kementerian Agama dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Kegiatan Tarawih berjamaah ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan spiritual bagi para aparatur KUA, sehingga semangat Ramadhan dapat terus menginspirasi dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada masyarakat dengan penuh dedikasi dan keteladanan.


Pendalaman Ilmiah: Dimensi Teologis, Historis, dan Peradaban Nuzulul Qur’an

=======================

Dari paparan kajianya, Pak Huda. menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an tidak hanya memiliki makna teologis sebagai turunnya wahyu Ilahi, tetapi juga memiliki dimensi historis dan peradaban yang sangat luas. Al-Qur’an hadir sebagai sumber transformasi yang mengubah masyarakat Arab yang sebelumnya berada dalam fase jahiliyah menuju masyarakat yang berperadaban, berilmu, dan berakhlak.

Perubahan tersebut dimulai dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira, yaitu firman Allah SWT:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۝ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
(QS. Al-'Alaq: 1–5)

Ayat pertama ini menegaskan bahwa fondasi utama peradaban Islam adalah ilmu pengetahuan. Karena itu, sejak awal Islam menempatkan aktivitas membaca, menulis, dan belajar sebagai bagian integral dari ibadah.

Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum dan Pedoman Kehidupan

Secara ilmiah dalam kajian ushul fiqh, Al-Qur’an merupakan sumber hukum utama dalam Islam yang menjadi dasar bagi seluruh bangunan syariat. Para ulama sepakat bahwa seluruh hukum Islam bersumber dari Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan melalui Sunnah Nabi.

Allah SWT berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri."
(QS. An-Nahl: 89)

Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki fungsi komprehensif, yaitu sebagai petunjuk hidup (hudā), sumber penjelasan hukum (tibyān), serta rahmat bagi seluruh manusia.


Hikmah Turunnya Al-Qur’an Secara Bertahap

Para ulama tafsir juga menjelaskan hikmah mengapa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama 23 tahun. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

"Berkatalah orang-orang kafir: Mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus saja? Demikianlah agar Kami memperteguh hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil."
(QS. Al-Furqan: 32)

Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi, hikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap adalah agar ayat-ayatnya dapat membimbing masyarakat secara gradual, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi sosial umat pada masa itu.


Kedudukan Al-Qur’an dalam Kehidupan Spiritual

Dalam dimensi spiritual, Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:


إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ
قَالُوا: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ


"Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia." Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mereka adalah ahli Al-Qur’an, merekalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya."
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan bahwa kedekatan seorang hamba dengan Al-Qur’an akan mengangkat derajatnya di sisi Allah SWT.


Pandangan Ulama tentang Peran Al-Qur’an dalam Peradaban

Dalam kajian pemikiran Islam klasik, banyak ulama menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber utama lahirnya peradaban Islam.

Imam Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah menjelaskan bahwa kebangkitan umat Islam pada masa awal tidak terlepas dari kedalaman interaksi mereka dengan Al-Qur’an. Nilai-nilai wahyu tersebut membentuk karakter masyarakat yang berilmu, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah samudera ilmu yang tidak akan pernah habis digali. Setiap generasi akan menemukan hikmah baru sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan umat.


Refleksi Ramadhan sebagai Bulan Al-Qur’an

Di akhir kajianya, Huda Afrianto menegaskan bahwa Ramadhan sejatinya adalah bulan Al-Qur’an. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tilawah, tadabbur, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Para ulama salaf bahkan memiliki tradisi khusus dalam bulan Ramadhan dengan meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an. Imam Malik, misalnya, ketika memasuki Ramadhan meninggalkan aktivitas pengajaran hadis dan fokus sepenuhnya pada tilawah Al-Qur’an.

Hal ini menunjukkan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an merupakan inti spiritualitas Ramadhan, sekaligus jalan untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Dengan demikian, momentum Nuzulul Qur’an yang diperingati pada bulan Ramadhan bukan sekadar peringatan historis, tetapi merupakan ajakan bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam membangun kehidupan yang berilmu, berakhlak, dan berperadaban.


Dimensi Pendidikan dan Transformasi Sosial dalam Nuzulul Qur’an

Melanjutkan uraian ilmiahnya, Pak Huda  menegaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an juga memiliki dimensi pendidikan yang sangat mendalam. Al-Qur’an tidak hanya hadir sebagai kitab suci yang dibaca, tetapi juga sebagai sistem pendidikan ilahiyah yang membentuk karakter manusia menuju pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Dalam perspektif pendidikan Islam, Al-Qur’an menjadi sumber utama pembinaan manusia secara integral, meliputi aspek spiritual (ruhiyah), intelektual (fikriyah), dan moral (akhlaqiyah). Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah."
(QS. Al-Jumu’ah: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa turunnya Al-Qur’an memiliki misi pendidikan yang jelas, yaitu membaca wahyu (tilawah), menyucikan jiwa (tazkiyah), dan membangun pengetahuan (ta’lim).


Al-Qur’an sebagai Sumber Etika dan Moralitas

Dalam kajian etika Islam, Al-Qur’an juga berfungsi sebagai sumber nilai moral yang membimbing manusia dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Rasulullah ﷺ bahkan menegaskan bahwa akhlak beliau merupakan refleksi langsung dari nilai-nilai Al-Qur’an.

Ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, beliau menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

"Akhlak beliau adalah Al-Qur’an."
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa seluruh nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an terimplementasi secara nyata dalam kehidupan Nabi Muhammad ﷺ. Oleh karena itu, memahami Al-Qur’an sejatinya juga berarti mempelajari karakter Rasulullah sebagai teladan utama umat Islam.


Al-Qur’an dan Pembentukan Peradaban Islam

Dalam sejarah Islam, Al-Qur’an terbukti menjadi sumber inspirasi lahirnya peradaban besar. Para ulama, ilmuwan, dan pemikir Muslim pada masa klasik menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam pengembangan berbagai disiplin ilmu, seperti fiqh, tafsir, kedokteran, astronomi, hingga filsafat.

Imam Asy-Syafi’i bahkan pernah menyatakan bahwa seluruh persoalan kehidupan pada dasarnya memiliki rujukan dalam Al-Qur’an. Beliau berkata:

"Tidaklah terjadi suatu peristiwa pada manusia kecuali di dalam Kitab Allah terdapat petunjuk tentangnya."

Pernyataan ini menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah habis untuk digali oleh umat manusia sepanjang zaman.


Keutamaan Menghidupkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an pada bulan ini. Rasulullah ﷺ sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan tilawah Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril setiap Ramadhan.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَى النَّبِيَّ ﷺ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

"Jibril menemui Nabi setiap malam di bulan Ramadhan, lalu mereka saling Tadarus/mempelajari Al-Qur’an."
(HR. Bukhari)

Hadis ini menjadi dasar tradisi tadarus Al-Qur’an yang hidup di tengah masyarakat Muslim hingga hari ini.


Refleksi Spiritual bagi Aparatur Pelayanan Umat

Dalam penutup kajianya, Pak Huda menegaskan bahwa momentum Nuzulul Qur’an hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis, tetapi juga sebagai refleksi spiritual bagi setiap Muslim, termasuk para aparatur yang mengemban amanah pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi fondasi dalam membangun integritas, kejujuran, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas.

“Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi cara kita berpikir, bekerja, dan melayani masyarakat,” ungkap beliau menutup kajian.

Setelah rangkaian ibadah dan kajian ilmiah tersebut selesai, suasana kehangatan semakin terasa ketika seluruh peserta dari jajaran KUA Kecamatan Margomulyo dan KUA Kecamatan Ngraho melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah serta sesi foto bersama. Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya ukhuwah, sinergi, dan semangat kebersamaan dalam menghidupkan nilai-nilai Islam di lingkungan Kementerian Agama.

Melalui kegiatan Tarawih berjamaah ini, diharapkan semangat Ramadhan dan nilai-nilai Al-Qur’an terus menginspirasi para aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat dengan penuh keikhlasan, profesionalitas, dan keteladanan.


#Drun

3/04/2026

“Upgrade Pola Pikir Generasi-Z: Kepala KUA Margomulyo, Tegaskan Bahaya Pernikahan Dini di Hadapan Ratusan Siswa SMPN 1 Margomulyo”

Margomulyo Rabu, 04 Maret 2026- Upaya serius mencegah pernikahan dini terus digencarkan di wilayah Kecamatan Margomulyo. Kali ini, SMPN 1 Margomulyo menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema Pencegahan Pernikahan Dini dan Upgrade Pola Pikir Generasi-Z untuk meraih prestasi tinggi yang dilaksanakan pada Rabu, 04 Maret 2026, pukul 09.00–10.45 WIB.


Kegiatan tersebut diinisiasi dan dilaksanakan oleh KUA Margomulyo, dipimpin langsung oleh Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., bersama jajaran keluarga besar KUA, tim teknis, serta para pemateri yang kompeten di bidangnya. Kehadiran tim KUA bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membawa misi besar: menyelamatkan masa depan generasi muda dari risiko sosial yang mengintai akibat pernikahan usia dini.


Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas IX A hingga IX E, yang berada pada fase krusial pembentukan karakter dan perencanaan masa depan. Dengan pendekatan edukatif, dialogis, dan inspiratif, para siswa diajak memahami dampak multidimensi dari pernikahan dini mulai dari aspek psikologis, kesehatan reproduksi, ekonomi keluarga, hingga potensi terhambatnya pendidikan.


Dalam penyampaiannya, Huda Afrianto (yang akrab disapa Pak Huda) menegaskan dengan lugas, “Pernikahan dini banyak madhorotnya.” Ia mengaitkan fenomena tersebut dengan meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Bojonegoro, yang kerap berakar dari ketidaksiapan mental, emosional, dan ekonomi pasangan muda. Pesan tersebut disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai peringatan realistis agar para pelajar mampu merancang masa depan dengan lebih matang dan visioner.


Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya upgrade pola pikir Generasi Z. Para siswa diajak untuk membangun cita-cita tinggi, meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Pernikahan, ditegaskan para pemateri, adalah ibadah yang mulia, namun harus dipersiapkan dengan kematangan ilmu, mental, dan tanggung jawab.


Kepala Sekolah SMPN 1 Margomulyo, Dra. Endang Hermawati, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk terus mendukung program-program edukatif yang memperkuat karakter dan masa depan peserta didik. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan KUA merupakan langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari berbagai problem sosial.


Diharapkan, melalui kegiatan ini akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam berpikir, kuat dalam prinsip, dan berorientasi pada prestasi. Generasi yang mampu menunda demi tujuan besar, memilih jalan pendidikan demi masa depan gemilang, serta kelak menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan bangsa.


Pencegahan pernikahan dini bukan sekadar program, melainkan gerakan moral dan intelektual untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang utuh untuk tumbuh, belajar, dan meraih impian setinggi mungkin.


Semangat yang terbangun dalam forum tersebut terasa kuat dan penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif melalui sesi tanya jawab dan refleksi bersama. Beberapa di antara mereka menyampaikan cita-cita besar, menjadi tenaga kesehatan, guru, aparat penegak hukum, hingga wirausahawan muda, yang tentu membutuhkan proses pendidikan yang panjang dan kesungguhan perjuangan.


Pak Huda menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan perjanjian sakral yang menuntut kesiapan lahir dan batin. Ketidaksiapan seringkali berujung pada konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga perceraian yang berdampak luas, bukan hanya bagi pasangan, tetapi juga bagi anak-anak yang lahir kemudian. Oleh sebab itu, edukasi sejak bangku sekolah menjadi langkah preventif yang strategis dan berkelanjutan.


Dalam suasana yang komunikatif dan membangun, para siswa diajak memahami bahwa menunda pernikahan bukan berarti menolak nilai-nilai agama, melainkan bagian dari ikhtiar mempersiapkan diri secara lebih matang. Pendidikan, penguatan karakter, dan peningkatan kapasitas diri adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas kehidupan rumah tangga di masa depan.


Pihak sekolah melalui Endang Hermawati kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan sekolah sebagai ruang aman bagi tumbuhnya generasi yang visioner dan berdaya saing. Sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan dinilai sebagai fondasi kokoh dalam membangun ketahanan moral generasi muda.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pencegahan pernikahan dini tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi, edukasi berkelanjutan, serta pendekatan yang menyentuh kesadaran siswa tentang pentingnya merancang masa depan dengan penuh perhitungan dan tanggung jawab.


Di akhir kegiatan, suasana aula dipenuhi optimisme. Harapannya, dari ruang-ruang kelas SMPN 1 Margomulyo akan lahir generasi yang tangguh, berprestasi, dan mampu mengukir masa depan gemilang, generasi yang tidak tergesa dalam mengambil keputusan besar, tetapi memilih jalan persiapan, kedewasaan, dan kematangan demi kehidupan yang lebih berkah dan membanggakan.

2/24/2026

“Cahaya Muhasabah di Awal Ramadhan: Menggugah Jiwa, Menjemput Ampunan di Masjid Wisata Religi Margomulyo”

 

Huda Afrianto, S.Ag. (Kepala KUA Kec. Margomulyo).


Kegiatan Kajian dan Buka Bersama (Bukber) hari ke-VI Ramadhan di Masjid Wisata Religi Margomulyo dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 17.00–17.50 WIB, bertempat di bagian dalam masjid. Kajian berlangsung dalam suasana khidmat dan reflektif, menghadirkan jamaah dari Muslimat dan Fatayat NU Ranting Ngelo yang tampak antusias mengikuti materi hingga menjelang waktu berbuka.

Bertindak sebagai pemateri adalah Huda Afrianto, S.Ag., Kepala KUA Margomulyo, yang akrab disapa Pak Huda. Dalam pemaparannya yang mengusung tema “Muhasabah: Evaluasi Diri di Awal Ramadhan”, beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar momentum ritual tahunan, melainkan wahana strategis untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri secara komprehensif—baik dalam dimensi spiritual, moral, maupun sosial.

Ramadhan sebagai Wahana Transformasi Spiritual

Dalam pendekatan konseptualnya, Pak Huda menjelaskan bahwa muhasabah merupakan instrumen evaluatif dalam Islam yang bertujuan mengukur kualitas keimanan dan ketaatan seorang hamba. Ramadhan, menurut beliau, adalah fase intensifikasi ibadah yang dirancang untuk membentuk kesadaran diri (self-awareness) dan pengendalian diri (self-regulation). Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa serta rekonstruksi akhlak.

Beliau menegaskan bahwa keistimewaan Ramadhan menunjukkan adanya dimensi teologis yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya. Untuk menguatkan argumentasinya, beliau mengutip hadis riwayat Al-Baihaqi, di mana Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umat Nabi Muhammad diberikan lima keutamaan khusus di bulan Ramadhan yang tidak diberikan kepada umat nabi sebelumnya.

Lima Keutamaan Umat Nabi Muhammad di Bulan Ramadhan

Pertama, pada malam pertama Ramadhan Allah memandang umat Nabi Muhammad. Siapa yang mendapatkan pandangan kasih sayang Allah, maka ia tidak akan disiksa selama-lamanya. Konsep “pandangan Allah” dalam konteks ini dipahami sebagai simbol penerimaan dan rahmat Ilahi yang menjadi fondasi keselamatan spiritual.

Kedua, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi. Secara teologis, hal ini menunjukkan bahwa nilai ibadah tidak diukur berdasarkan standar material, melainkan berdasarkan keikhlasan dan ketaatan.

Ketiga, para malaikat memohonkan ampun bagi orang yang berpuasa siang dan malam. Ini menegaskan adanya dukungan transendental terhadap hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Keempat, Allah memerintahkan surga-Nya untuk bersiap dan berhias menyambut hamba-hamba-Nya yang berpuasa, sebagai simbol bahwa Ramadhan adalah jalan menuju kemuliaan dan peristirahatan abadi setelah perjuangan duniawi.

Kelima, pada malam terakhir Ramadhan, Allah mengampuni dosa-dosa mereka seluruhnya. Ketika seorang sahabat bertanya apakah itu malam Lailatul Qadar, Rasulullah ﷺ menjawab bahwa hal tersebut bukan semata-mata Lailatul Qadar, melainkan sebagaimana pekerja yang telah menyelesaikan tugasnya lalu menerima upahnya secara penuh.

Jamaah Muslimat dan Fatayat NU Ranting Ngelo


Relevansi Muhasabah dalam Konteks Kekinian

Dalam analisis aplikatifnya, Pak Huda mengajak jamaah—khususnya Muslimat dan Fatayat NU Ranting Ngelo—untuk menjadikan awal Ramadhan sebagai titik tolak perubahan perilaku. Muhasabah tidak berhenti pada kesadaran personal, tetapi harus bermuara pada perbaikan relasi sosial, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas ibadah yang berkelanjutan.

Beliau menutup kajian dengan penegasan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari kemeriahan aktivitasnya, melainkan dari sejauh mana ia mampu melahirkan pribadi yang lebih bertakwa dan berintegritas.

Kajian sore itu berakhir dalam suasana penuh perenungan. Detik-detik menjelang azan Maghrib menjadi momentum internalisasi nilai-nilai yang telah disampaikan, meneguhkan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani yang menuntut kesungguhan, kedalaman refleksi, dan komitmen perubahan.

2/14/2026

“Keteladanan dalam Aksi: Sinergi KUA Margomulyo dan Takmir Masjid Menghadirkan Kesucian Menjelang Ramadhan”



Margomulyo, Jum’at, 13 Februari 2026 — Dalam suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat, kegiatan Kerja Bakti Jum’at Bersih dilaksanakan pada Jum’at, 13 Februari 2026 mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., sebagai wujud keteladanan dalam membangun budaya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sejak pagi hari, seluruh jajaran KUA Margomulyo yang terdiri dari staf, JFU, dan para Penyuluh Agama Islam telah berkumpul untuk memulai kegiatan. Kerja bakti diawali dengan pembersihan lingkungan kantor KUA sebagai bentuk tanggung jawab internal sekaligus pembiasaan disiplin kebersihan. Halaman kantor, ruang pelayanan, serta area sekitar dibersihkan secara menyeluruh sebelum rombongan melanjutkan kegiatan ke lokasi berikutnya.

Selanjutnya, kegiatan difokuskan di Masjid An-Nur Mojosari Sumberjo dengan menggandeng Takmir Masjid, khususnya Bapak Ali Mahmud, sebagai mitra kolaborasi. Sinergi ini menjadi cerminan kebersamaan antara institusi keagamaan dan pengelola rumah ibadah dalam merawat pusat spiritual masyarakat.

Objek kerja bakti meliputi seluruh area masjid dan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya halaman dan serambi, bagian dalam masjid pun menjadi perhatian utama. Seluruh perabotan seperti karpet, mimbar, rak Al-Qur’an, kaca jendela, hingga sudut-sudut ruangan disterilkan dari noda kotoran dan debu. Setiap sudut dibersihkan dengan penuh kesungguhan agar rumah ibadah tampak lebih nyaman, bersih, dan khusyuk untuk digunakan beribadah.

Kegiatan Jum’at Bersih ini sejatinya merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan. Namun pada kesempatan kali ini, kerja bakti memiliki makna yang lebih mendalam, yakni sebagai ikhtiar bersama dalam menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini. Kebersihan fisik lingkungan menjadi simbol kesiapan lahiriah, sementara semangat kebersamaan dan gotong royong mencerminkan kesiapan batin dalam menyambut bulan penuh keberkahan.

Melalui kegiatan ini, KUA Margomulyo tidak hanya meneguhkan komitmen terhadap pelayanan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai keteladanan: bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan kepedulian terhadap rumah Allah merupakan bentuk nyata kecintaan kepada agama.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, diharapkan budaya Jum’at Bersih terus terjaga, menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Margomulyo.

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, Kerja Bakti Jum’at Bersih ini juga menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai kebersamaan antar jajaran KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam suasana penuh keakraban, setiap personel bekerja tanpa sekat jabatan, saling membantu dan saling menguatkan, menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dan rumah ibadah adalah tanggung jawab bersama.

Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kebersihan masjid bukan hanya tanggung jawab takmir, tetapi juga menjadi kewajiban kolektif umat Islam. Terlebih menjelang bulan suci Ramadhan, masjid akan menjadi pusat kegiatan ibadah yang lebih intens, mulai dari shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Oleh karena itu, kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan dalam kondisi terbaik.

Kerja bakti yang dilaksanakan di Masjid An-Nur Mojosari Sumberjo ini pun mendapat apresiasi dari Takmir Masjid. Kolaborasi yang terbangun tidak hanya memperindah fisik bangunan, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, tampak perubahan yang signifikan: halaman masjid menjadi lebih rapi, ruang dalam terasa lebih bersih dan segar, serta seluruh perabotan tertata dengan baik. Kebersihan yang tercipta menghadirkan kenyamanan dan ketenangan, seolah menjadi doa yang terucap tanpa kata, agar Ramadhan kelak disambut dengan hati yang bersih dan jiwa yang lapang.

Melalui kegiatan rutin yang sarat makna ini, KUA Margomulyo kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pembinaan umat, tidak hanya dalam aspek administratif dan pelayanan, tetapi juga dalam menumbuhkan budaya religius yang berakar pada keteladanan, kebersihan, dan semangat gotong royong.

Semoga langkah kecil yang dilakukan pada Jum’at pagi itu menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat.

2/12/2026

KUA dan PKM Margomulyo bersama-sama Gelar Cek Kesehatan Gratis, Sinergi Ikhtiar Menjaga Amanah dan Kebugaran Aparatur


Margomulyo, 12 Februari 2026 — Semangat menjaga kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional diwujudkan melalui kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang dilaksanakan di Kantor KUA Kecamatan Margomulyo pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menghadirkan Tim Medis dari Puskesmas (PKM) Margomulyo yang terdiri dari Dr. Egian Fergian A, Erma Sari, dan Muhammad Tegar Dwi Wahyu. Dengan penuh dedikasi dan profesionalisme, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi umum, serta konsultasi kesehatan bagi seluruh peserta.

Adapun yang menjadi objek kegiatan CKG ini adalah seluruh jajaran KUA Margomulyo, mulai dari Kepala KUA, staf administrasi, Penyuluh Agama Islam, hingga JFU. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh kesadaran bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda pemeriksaan rutin, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap kualitas sumber daya aparatur. Dalam konteks pelayanan publik, kesehatan pegawai memiliki korelasi langsung dengan optimalisasi kinerja, ketepatan layanan, dan ketahanan mental-spiritual dalam mengemban amanah negara dan umat.

Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam pernyataannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Tim Medis PKM Margomulyo atas kolaborasi dan perhatian yang diberikan kepada jajaran KUA. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun pelayanan yang prima.

“Sehat adalah modal utama dalam menjalankan amanah pelayanan. Dengan tubuh yang bugar dan jiwa yang kuat, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap beliau.

Melalui kegiatan CKG ini, KUA Margomulyo menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif dan keagamaan semata, tetapi juga pada pembinaan kualitas personal aparatur. Sebab pelayanan yang optimal lahir dari insan yang sehat, disiplin, dan berintegritas.

Sinergi antara KUA dan PKM Margomulyo ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya preventif menjaga kesehatan, sehingga semangat pengabdian tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, humanis, dan berkualitas.

1/26/2026

“Menapaki Pagi dengan Istiqomah: Apel KUA Margomulyo sebagai Harmoni Disiplin, Kinerja, dan Pengabdian”

Margomulyo, 26 Januari 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melaksanakan apel pagi pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di halaman KUA Margomulyo, mulai pukul 07.30 hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran KUA Margomulyo, sebagai bagian dari rutinitas pembinaan kedisiplinan dan penguatan etos kerja aparatur.

Huda Afrianto, S.Ag., selaku Kepala KUA Margomulyo, yang bertindak sebagai pembina apel. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh khidmat.

Dalam amanatnya, Huda Afrianto, S.Ag. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah menyelesaikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tepat waktu. Menurutnya, ketertiban administrasi merupakan cerminan profesionalitas dan tanggung jawab aparatur dalam melaksanakan tugas.

Selain itu, beliau juga menyampaikan hasil pertemuan di Surabaya yang membahas percepatan program wakaf di Provinsi Jawa Timur. Informasi tersebut menjadi penguatan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran KUA Margomulyo agar senantiasa mendukung kebijakan dan program strategis Kementerian Agama, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan wakaf yang lebih optimal dan berdaya guna bagi umat.

Menutup amanatnya, pembina apel berpesan agar seluruh pegawai tetap istiqomah dalam menjaga kedisiplinan, baik dalam kehadiran, pelaksanaan tugas, maupun pelayanan kepada masyarakat. Apel pagi ini diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan kualitas pelayanan publik di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo.