Runing Text

Selamat Datang di Website Resmi KUA Margomulyo. ===> KUA Margomulyo Gelar Kerja Bakti Menyeluruh Jelang Supervisi Kemenag Bojonegoro. Mengukir Jejak Amal Jariyah untuk Generasi Sepanjang Masa: Ikrar Wakaf RA Nurul Ummah Meduri Digelar Khidmat. Apel Senin KUA Margomulyo: Perkuat Soliditas, Sambut Penghulu Baru, dan Matangkan Persiapan Supervisi.

6/27/2026

Supervisi Triwulan II : KH. Sun'an Mubarok Tegaskan ASN harus terus membangun karier secara profesional dengan memiliki rekam jejak digital yang baik.

Sesi Foto bersama dengan Tim Supervisi Bimas Islam Bojonegoro
Margomulyo – Jum’at, 26 Juni 2026. Komitmen dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang profesional, akuntabel, dan berkualitas kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Pada Jum’at, 26 Juni 2026, KUA Kecamatan Margomulyo melaksanakan kegiatan Supervisi Berkas Laporan Triwulan II sekaligus Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertempat di Aula KUA Kecamatan Margomulyo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo, mulai dari Kepala KUA, para penghulu, penyuluh agama Islam, staf pelaksana, hingga seluruh pegawai yang terlibat dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung tertib, penuh semangat, dan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama berupa supervisi dan pemeriksaan berkas laporan Triwulan II yang dilakukan oleh Tim Supervisi. Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan administrasi, kesesuaian pelaporan, serta implementasi berbagai program dan layanan yang telah dilaksanakan selama triwulan kedua tahun 2026.

Sementara itu, sesi kedua diisi dengan pembinaan ASN yang disampaikan oleh KH. Sun’an Mubarok, S.Pd.I., M.M., yang memberikan berbagai arahan strategis mengenai peningkatan profesionalisme aparatur di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam pembinaannya, beliau menekankan bahwa ASN harus terus membangun karier secara profesional dengan memiliki rekam jejak digital yang baik melalui berbagai kegiatan positif dan terdokumentasi. Setiap aktivitas kedinasan hendaknya dilaksanakan sesuai prosedur administrasi yang benar, termasuk memastikan setiap kegiatan didukung dengan surat permohonan atau surat tugas secara resmi sebagai bentuk akuntabilitas.

Beliau juga mengingatkan bahwa regulasi di lingkungan Kementerian Agama akan terus mengalami perkembangan, sehingga setiap ASN dituntut untuk selalu siap beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta responsif terhadap setiap perubahan kebijakan. Aparatur yang mampu mengikuti perkembangan regulasi akan lebih mudah memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Selain membahas aspek administrasi, KH. Sun’an Mubarok turut menyampaikan peluang pengembangan kemasjidan melalui program Sistem Informasi Masjid (SIMAS). Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan lahan kosong di lingkungan masjid sebagai kolam perikanan produktif, sehingga keberadaan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pemberdayaan ekonomi umat.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengajak seluruh pegawai KUA Margomulyo untuk terus menjaga kebersamaan, kekompakan, dan soliditas. Menurutnya, posisi strategis Kecamatan Margomulyo sebagai salah satu pintu masuk dari berbagai wilayah menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menunjukkan kualitas pelayanan Kementerian Agama yang semakin baik.

"Tanamkan rasa memiliki terhadap kantor tercinta. Ketika setiap pegawai memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang sama, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal," pesan beliau kepada seluruh peserta pembinaan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian hasil supervisi oleh Tim Supervisi. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap seluruh administrasi dan laporan Triwulan II, KUA Kecamatan Margomulyo dinyatakan memperoleh predikat TERTIB/BAIK. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa seluruh jajaran KUA Margomulyo telah melaksanakan tugas administrasi dan pelayanan secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku.

Predikat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi capaian administratif semata, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat budaya kerja yang profesional, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin prima, transparan, dan berintegritas demi mewujudkan Kementerian Agama yang berdampak bagi masyarakat.

Keberhasilan memperoleh predikat TERTIB/BAIK menjadi cerminan sinergi dan dedikasi seluruh jajaran KUA Kecamatan Margomulyo dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan akuntabel. Capaian ini tentu bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan di setiap lini pelayanan.

Melalui kegiatan supervisi dan pembinaan ini, diharapkan seluruh ASN KUA Margomulyo semakin memahami pentingnya tertib administrasi sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Administrasi yang baik bukan sekadar memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga menjadi bukti nyata akuntabilitas, transparansi, dan integritas lembaga kepada masyarakat.

Semangat pembinaan yang disampaikan KH. Sun'an Mubarok, S.Pd.I., M.M. juga menjadi pengingat bahwa tantangan pelayanan keagamaan di era digital semakin kompleks. Oleh karena itu, setiap ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat rekam jejak kinerja, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan regulasi dan teknologi informasi.

Dengan mengedepankan nilai kebersamaan, rasa memiliki terhadap institusi, serta semangat melayani, KUA Kecamatan Margomulyo optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas tata kelola organisasi di masa mendatang. Kolaborasi yang solid antarpegawai diyakini akan menjadi modal utama dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Kegiatan supervisi ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam memastikan setiap satuan kerja menjalankan tugas dan fungsinya sesuai standar yang telah ditetapkan. Harapannya, hasil evaluasi yang diperoleh tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi mampu diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

"Supervisi bukanlah sekadar proses penilaian, melainkan sarana pembinaan untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menumbuhkan budaya kerja yang unggul. Dengan semangat kebersamaan, KUA Margomulyo siap terus memberikan pelayanan terbaik bagi umat menuju Kementerian Agama yang semakin berdampak."

6/24/2026

KUA Margomulyo Gelar Kerja Bakti Menyeluruh Jelang Supervisi Kemenag Bojonegoro

Giat Kerja Bakti Persiapan Supervisi Juni 2026

Margomulyo – Rabu, 24 Juni 2026. Dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan representatif, segenap jajaran keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melaksanakan kegiatan kerja bakti pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di lingkungan Kantor KUA Kecamatan Margomulyo.

Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan seluruh pegawai dan tenaga pendukung di lingkungan KUA Margomulyo. Fokus pekerjaan meliputi pembersihan dan penataan bagian dalam kantor, serta area halaman depan, belakang, sisi kanan, dan sisi kiri kantor. Berbagai aktivitas dilakukan secara gotong royong, mulai dari membersihkan ruangan kerja, merapikan arsip dan peralatan kantor, memangkas rumput, membersihkan saluran air, hingga menata kembali area sekitar kantor agar terlihat lebih rapi dan asri.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Masing-masing pegawai mengambil peran sesuai kebutuhan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan efektif dan penuh rasa tanggung jawab. Selain menciptakan lingkungan kerja yang bersih, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan antarpegawai di lingkungan KUA Margomulyo.

Pelaksanaan kerja bakti ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi kegiatan supervisi dari Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026. Supervisi tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus penguatan kualitas pelayanan dan tata kelola administrasi di lingkungan KUA. Oleh karena itu, berbagai aspek pendukung, termasuk kebersihan dan kerapian kantor, dipersiapkan secara optimal.

Meski demikian, kegiatan kerja bakti ini bukanlah sesuatu yang bersifat insidental. Di lingkungan KUA Margomulyo, budaya menjaga kebersihan dan kenyamanan kantor telah menjadi bagian dari rutinitas kerja. Setiap pekan, jajaran pegawai secara konsisten melaksanakan program “Jum’at Bersih”, yang didukung dengan pelaksanaan piket harian sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada setiap hari kerja.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Margomulyo menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan tertata dengan baik. Lingkungan kerja yang nyaman diyakini tidak hanya mendukung kinerja pegawai, tetapi juga memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan keagamaan.

Dengan semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang terus dijaga, KUA Margomulyo berharap pelaksanaan supervisi mendatang dapat berjalan dengan lancar sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan membersihkan lingkungan kantor, kerja bakti tersebut juga menjadi refleksi nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi oleh jajaran KUA Margomulyo, yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat melayani. Kebersihan lingkungan kerja dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, para pegawai juga melakukan pengecekan terhadap berbagai sarana dan prasarana pendukung pelayanan, memastikan seluruh fasilitas berada dalam kondisi baik dan siap digunakan. Penataan ruang pelayanan, ruang kerja, ruang arsip, hingga area publik menjadi perhatian khusus agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan dalam suasana yang nyaman, tertib, dan kondusif.

Kepala KUA Kecamatan Margomulyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh capaian administrasi dan program kerja, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur di dalamnya untuk menjaga lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan mendukung produktivitas.

“Kerja bakti ini merupakan wujud kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah lembaga. Kebersihan kantor bukan hanya untuk kepentingan supervisi semata, tetapi merupakan kebutuhan yang harus terus dipelihara sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh keluarga besar KUA Margomulyo menjadi bukti bahwa budaya kerja kolaboratif masih terjaga dengan baik. Dengan lingkungan kerja yang bersih dan tertata, diharapkan semangat pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat serta mampu memberikan kesan positif bagi setiap masyarakat yang datang ke kantor KUA.

Melalui persiapan yang matang, KUA Kecamatan Margomulyo optimistis dapat menyambut kegiatan supervisi dari Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro dengan baik. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan menjadi sarana evaluasi dan penguatan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan serta pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, dan berkelanjutan.

“Kebersihan adalah cerminan kedisiplinan, sedangkan pelayanan yang berkualitas lahir dari lingkungan kerja yang tertata dan budaya kerja yang kuat.” Semangat inilah yang terus diupayakan dan dipelihara oleh seluruh keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat.

6/22/2026

Apel Senin KUA Margomulyo: Perkuat Soliditas, Sambut Penghulu Baru, dan Matangkan Persiapan Supervisi


Margomulyo – Senin, 22 Juni 2026. Keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melaksanakan kegiatan Apel Senin Pagi pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 08.30 WIB bertempat di halaman KUA Kecamatan Margomulyo. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai KUA Margomulyo sebagai sarana memperkuat koordinasi, kedisiplinan, serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Bertindak sebagai pembina apel, Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., memimpin jalannya apel dengan penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.

Dalam amanatnya, Huda Afrianto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pegawai KUA Margomulyo yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung berbagai program dan kegiatan kantor. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih tidak lepas dari kerja sama, kekompakan, serta dedikasi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan KUA Margomulyo. Semoga semangat kebersamaan dan kolaborasi ini terus terjaga demi memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada penghulu baru yang bertugas di KUA Kecamatan Margomulyo, yaitu Bapak Rambi, S.H.I. Kehadiran beliau diharapkan dapat semakin memperkuat jajaran KUA Margomulyo dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat bergabung kepada Bapak Rambi, S.H.I. Semoga dapat segera beradaptasi dan menjalin kolaborasi yang baik dengan seluruh keluarga besar KUA Margomulyo sehingga dapat bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tutur Huda Afrianto.

Selain itu, Kepala KUA Margomulyo juga mengingatkan seluruh pegawai terkait agenda supervisi yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2026. Untuk itu, seluruh pegawai diminta segera mempersiapkan berbagai dokumen dan berkas pendukung yang diperlukan agar pelaksanaan supervisi dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang optimal.

Beliau menegaskan bahwa supervisi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas tata kelola administrasi dan pelayanan publik di lingkungan KUA. Oleh karena itu, kesiapan seluruh pegawai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut.

Di samping persiapan supervisi, Huda Afrianto juga mengingatkan bahwa saat ini telah memasuki masa akhir Triwulan II tahun 2026. Seluruh pegawai diminta untuk segera menyusun dan menyelesaikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Triwulan II sesuai dengan target dan capaian kinerja masing-masing.

“Karena kita sudah mendekati akhir Triwulan II, saya berharap seluruh pegawai dapat segera menyiapkan dan menyelesaikan SKP Triwulan II dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja serta bahan evaluasi bersama,” tegasnya.

Apel Senin pagi berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarpegawai, meningkatnya kesiapan menghadapi supervisi, serta terwujudnya budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berbenah, KUA Kecamatan Margomulyo optimis dapat memberikan pelayanan yang semakin prima, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berintegritas.

6/04/2026

Mengukir Jejak Amal Jariyah untuk Generasi Sepanjang Masa: Ikrar Wakaf RA Nurul Ummah Meduri Digelar Khidmat

Margomulyo – Selasa, 2 Juni 2026. Komitmen untuk memperkuat keberlangsungan lembaga pendidikan Islam kembali diwujudkan melalui pelaksanaan ikrar wakaf yang berlangsung khidmat di Aula KUA Kecamatan Margomulyo pada Selasa, 2 Juni 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut merupakan prosesi ikrar wakaf atas aset yang diperuntukkan bagi RA Nurul Ummah 20 Muslimat Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo. Wakaf ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat status hukum dan keberlanjutan lembaga pendidikan yang selama ini berperan penting dalam membina generasi usia dini di lingkungan masyarakat setempat.

Dalam prosesi tersebut, Ali Untoro bertindak sebagai wakif yang secara resmi mewakafkan harta bendanya untuk kepentingan pendidikan umat. Adapun nadzir wakaf adalah Perkumpulan Nahdlatul Ulama melalui MWCNU Margomulyo yang diwakili langsung oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun. Sementara itu, pelaksanaan ikrar wakaf dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).

Suasana prosesi berlangsung penuh kekhidmatan dan disaksikan oleh sejumlah tokoh organisasi keagamaan dan masyarakat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PC Muslimat NU Bojonegoro, Nyai Zulaihah Shoim, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo Rukmiati, Ketua Muslimat NU Ranting Meduri Musaroh, Ketua Ranting NU Meduri Eko Sunarno, serta para undangan lainnya yang memberikan dukungan terhadap terlaksananya wakaf tersebut.

Dalam sambutannya, Huda Afrianto, S.Ag. menyampaikan apresiasi kepada wakif dan seluruh pihak yang telah berperan dalam proses perwakafan tersebut. Menurutnya, wakaf bukan hanya bernilai sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan umat, khususnya di bidang pendidikan.

“Semoga RA Nurul Ummah ini ke depan semakin berkembang dan menjadi sarana pendidikan yang penuh keberkahan bagi masyarakat Meduri secara umum. Kita berharap lembaga ini mampu mencetak generasi-generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah, sehingga kelak dapat menjadi penerus perjuangan agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Sementara itu, para tokoh yang hadir menyambut baik terlaksananya ikrar wakaf tersebut. Mereka menilai bahwa legalitas wakaf merupakan langkah penting dalam menjaga aset umat agar tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat.

Dengan terlaksananya ikrar wakaf ini, diharapkan keberadaan RA Nurul Ummah 20 Muslimat NU Pucanganom Meduri semakin kokoh secara kelembagaan dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan Islam yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Wakaf hari ini bukan hanya tentang menyerahkan aset, tetapi juga mewariskan harapan, ilmu, dan masa depan bagi generasi penerus umat.”

Lebih lanjut, prosesi ikrar wakaf yang berjalan tertib dan lancar tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, serta pemerintah melalui KUA Kecamatan Margomulyo dalam menjaga dan mengembangkan aset-aset umat agar memiliki kepastian hukum yang kuat.

Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun, selaku perwakilan nadzir Perkumpulan Nahdlatul Ulama menyampaikan komitmennya untuk mengelola dan menjaga amanah wakaf tersebut sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, keberadaan nadzir tidak hanya bertugas menjaga aset wakaf, tetapi juga memastikan agar manfaat wakaf dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Wakaf merupakan amanah besar yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Kami berkomitmen untuk menjaga serta mengembangkan aset wakaf ini agar terus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Bojonegoro, Nyai Zulaihah Shoim, memberikan apresiasi atas kepedulian wakif yang telah mengabadikan sebagian hartanya untuk kepentingan pendidikan anak-anak. Menurutnya, keberlangsungan lembaga pendidikan usia dini seperti RA Nurul Ummah sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Beliau juga berharap agar semangat berwakaf yang ditunjukkan oleh Ali Untoro dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam memperkuat sarana pendidikan, sosial, dan keagamaan melalui instrumen wakaf.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta memanjatkan doa bersama agar wakaf yang telah diikrarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi wakif dan keluarganya, serta membawa keberkahan bagi pengelola, tenaga pendidik, peserta didik, dan masyarakat Desa Meduri pada umumnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan dokumen perwakafan dan sesi dokumentasi bersama sebagai tanda telah resminya pelaksanaan ikrar wakaf RA Nurul Ummah 20 Muslimat Nahdlatul Ulama Meduri.

Dengan terlaksananya ikrar wakaf ini, diharapkan langkah menuju proses sertifikasi tanah wakaf dan penguatan legalitas aset pendidikan semakin mudah dilakukan, sehingga keberadaan RA Nurul Ummah dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul, aman, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.

“Dari wakaf lahir keberkahan, dari pendidikan tumbuh peradaban. Ketika keduanya bersatu, maka akan lahir generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.”

5/19/2026

Membangun Pernikahan Penuh Berkah, KUA Margomulyo Hadirkan BINWIN Inspiratif bagi Catin

Margomulyo – Selasa, 19 Mei 2026. Upaya membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas terus dilakukan oleh KUA Kecamatan Margomulyo melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (BINWIN) bagi calon pengantin. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Mei 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di aula KUA Kecamatan Margomulyo.

Kegiatan BINWIN diikuti oleh para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Acara berlangsung dengan penuh antusias dan khidmat sebagai bagian dari ikhtiar memberikan bekal ilmu serta pemahaman dasar dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan suatu keharusan bagi calon pengantin sebagai langkah awal membangun kesiapan mental, spiritual, dan sosial sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Menurutnya, materi yang disampaikan dalam BINWIN akan menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga di masa mendatang.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para calon pengantin memiliki kesiapan lahir dan batin, memahami hak dan kewajiban suami istri, serta mampu membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

Bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan tersebut adalah M. Iqbal Al-Ahbab, S.H. Dalam penyampaian materinya, beliau memberikan berbagai pemahaman penting terkait kehidupan perkawinan, mulai dari membangun komunikasi yang baik, menjaga keharmonisan keluarga, hingga pentingnya kesabaran dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Pada sesi puncak materi, beliau menekankan bahwa tujuan utama perkawinan bukan hanya membangun kehidupan bersama di dunia, namun juga mengharap terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang membawa kebahagiaan hingga akhirat kelak.

Kegiatan berlangsung interaktif dan komunikatif. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi, termasuk saat diskusi dan tanya jawab bersama fasilitator. Dengan adanya kegiatan BINWIN ini, diharapkan para calon pengantin dapat lebih siap membangun rumah tangga yang kuat, harmonis, dan mampu menjadi fondasi lahirnya generasi yang berkualitas.

Selain sebagai sarana pembekalan bagi calon pengantin, kegiatan Bimbingan Perkawinan ini juga menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Margomulyo dalam mendukung program penguatan ketahanan keluarga di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks. Melalui kegiatan semacam ini, para calon pasangan suami istri diharapkan tidak hanya siap melaksanakan akad nikah secara administratif dan syar’i, namun juga siap secara emosional, ekonomi, sosial, dan spiritual.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta terlihat menyimak setiap materi dengan serius, terlebih ketika fasilitator menyampaikan berbagai contoh persoalan rumah tangga yang kerap terjadi di tengah masyarakat beserta solusi penyelesaiannya secara bijaksana dan Islami. Hal tersebut menjadi pembelajaran berharga agar para calon pengantin mampu membangun pola komunikasi yang sehat, saling menghargai, serta menjaga komitmen dalam kehidupan berumah tangga.

Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, juga berharap agar kegiatan BINWIN tidak sekadar menjadi formalitas sebelum menikah, melainkan benar-benar dimanfaatkan sebagai media belajar untuk memperkuat pondasi keluarga sejak dini. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat pula.

Sementara itu, M. Iqbal Al-Ahbab, S.H. menegaskan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan ilmu, kesabaran, pengertian, dan komitmen bersama antara suami dan istri. Oleh sebab itu, kesiapan sebelum menikah menjadi faktor penting demi terciptanya rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KUA Kecamatan Margomulyo berharap para calon pengantin mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta menjadi teladan yang baik di lingkungan masyarakat.

5/11/2026

Apel Senin Pagi KUA Margomulyo: Perkuat Soliditas, Tingkatkan Profesionalitas ASN

Margomulyo – Senin, 11 Mei 2026. Suasana penuh semangat dan kekhidmatan mewarnai kegiatan Apel Senin Pagi jajaran KUA Kecamatan Margomulyo yang dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Kegiatan rutin tersebut diikuti oleh segenap keluarga besar KUA Margomulyo sebagai bentuk penguatan disiplin, koordinasi, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.


Bertindak sebagai pembina apel, Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., memimpin jalannya apel dengan penuh khidmat dan tertib. Seluruh peserta apel tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin dan penuh antusiasme, mencerminkan soliditas serta kekompakan internal lembaga.


Dalam amanatnya, Huda Afrianto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pegawai atas kekompakan, kedisiplinan, serta semangat kerja yang terus terjaga dengan baik di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo. Menurutnya, suasana kerja yang harmonis dan penuh kebersamaan merupakan modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Soliditas dan kekompakan seluruh pegawai harus terus dipertahankan. Dengan kebersamaan yang baik, insyaallah seluruh tugas dan amanah dapat dijalankan secara maksimal,” ungkapnya di hadapan peserta apel.


Selain itu, beliau juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo terkait akan dilaksanakannya kegiatan “Diklat E-Learning ASN Berintegritas”. Dalam kesempatan tersebut, beliau meminta seluruh ASN untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi administrasi, kesiapan materi, maupun komitmen mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara serius dan bertanggung jawab.


Menurutnya, diklat tersebut merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas, profesionalitas, serta penguatan nilai-nilai integritas ASN di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu mengikuti kegiatan tersebut dengan optimal agar dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan publik.


Kegiatan apel pagi ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan koordinasi internal ringan guna memperkuat sinergi pelaksanaan tugas di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo. Dengan semangat kebersamaan dan integritas yang terus dibangun, KUA Margomulyo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Momentum apel pagi tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan membangun semangat kebersamaan antarpegawai di lingkungan KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap profesional, seluruh jajaran menunjukkan komitmen untuk terus menjaga etos kerja, loyalitas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan.


Sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama, jajaran KUA Kecamatan Margomulyo terus berupaya menanamkan budaya kerja yang disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Hal ini dinilai penting mengingat peran KUA tidak hanya sebagai institusi pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat di tingkat kecamatan.


Melalui kegiatan apel rutin setiap hari Senin, diharapkan tercipta koordinasi yang semakin solid, peningkatan kedisiplinan pegawai, serta penguatan nilai integritas dan profesionalitas ASN. Dengan demikian, seluruh program dan pelayanan yang dijalankan KUA Kecamatan Margomulyo dapat terlaksana secara maksimal, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.


Apel pagi berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat hingga selesai, menjadi refleksi komitmen bersama dalam mewujudkan ASN Kementerian Agama yang profesional, berintegritas, dan melayani.

4/28/2026

“Mengokohkan Sinergi, Menjaga Amanah: Kunjungan Kepala Kemenag Bojonegoro di KUA Margomulyo”


Margomulyo, 27 April 2026 — Suasana penuh khidmat dan semangat profesionalitas menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo pada Senin sore (27/04), saat menerima kunjungan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 15.45 WIB ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat soliditas internal dan arah kinerja kelembagaan.

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro tersebut disambut hangat oleh jajaran lengkap KUA Margomulyo, yang terdiri dari Kepala KUA, staf, Jabatan Fungsional Umum (JFU), serta para Penyuluh Agama Islam. Kehadiran penuh formasi ini mencerminkan kesiapan institusi dalam menerima arahan serta komitmen kolektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Dr. Amanulloh menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan sebuah institusi bukan semata pada sistem, melainkan pada kekuatan harmoni antar individu di dalamnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan, membangun komunikasi yang sehat, serta menjunjung tinggi etos kerja yang konsisten dan penuh tanggung jawab.

“Kerukunan antar pegawai bukan sekadar nilai moral, tetapi fondasi utama dalam membangun kinerja yang berintegritas. Tanpa itu, sebaik apa pun program yang dirancang tidak akan mencapai hasil optimal,” tegasnya dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa setiap aparatur Kementerian Agama memiliki konsekuensi moral dan profesional atas amanah yang diemban. Oleh karena itu, konsistensi dalam bekerja, disiplin, serta loyalitas terhadap tugas menjadi keniscayaan yang tidak dapat ditawar.

Sementara itu, Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan. Ia menilai kehadiran Kepala Kemenag bukan hanya sebagai bentuk monitoring, tetapi juga suntikan motivasi yang sangat berarti bagi seluruh jajaran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, arahan, dan bimbingan yang telah diberikan. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik penguat dalam membangun budaya kerja yang harmonis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Dengan sinergi yang kokoh dan komitmen yang terjaga, KUA Margomulyo optimis mampu menjawab tantangan dan ekspektasi masyarakat dengan lebih baik ke depan.

Semangat yang terbangun dalam kunjungan tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi refleksi mendalam bagi seluruh jajaran KUA Margomulyo untuk terus melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan. Momentum ini dimaknai sebagai titik konsolidasi nilai—bahwa integritas, kedisiplinan, dan kebersamaan bukan sekadar jargon administratif, tetapi harus hadir dalam praktik kerja sehari-hari.

Dalam suasana dialogis yang hangat, sejumlah pegawai juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap arahan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap arah kebijakan Kementerian Agama ke depan. Interaksi yang terbangun mencerminkan hubungan kepemimpinan yang tidak berjarak, namun tetap tegas dalam prinsip dan tujuan organisasi.

Kunjungan singkat namun sarat makna ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama merupakan proses berkelanjutan yang menuntut kesadaran kolektif. Setiap individu dituntut untuk tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai pengabdian, keteladanan, dan profesionalitas dalam setiap lini pelayanan.

Menutup rangkaian kegiatan, seluruh jajaran KUA Margomulyo berkomitmen untuk menjadikan arahan yang telah disampaikan sebagai pedoman dalam meningkatkan kinerja dan kualitas layanan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan fondasi kerukunan yang kokoh dan komitmen kerja yang konsisten, KUA Margomulyo terus melangkah pasti menuju institusi yang adaptif, responsif, dan berintegritas tinggi.

Kunjungan ini pun menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara pimpinan dan jajaran pelaksana adalah kunci dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang unggul, sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan keagamaan yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas.


#druns

4/27/2026

“Menembus Hujan, Meneguhkan Amanah: Sinergi BPN Bojonegoro dan KUA Margomulyo Tuntaskan Pengukuran Tanah Wakaf untuk Kepastian Hukum Umat”

Margomulyo – Rabu, 15 April 2026. Upaya percepatan legalisasi tanah wakaf terus digencarkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Pada Rabu, 15 April 2026, Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Bojonegoro bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melaksanakan kegiatan pengukuran tanah wakaf yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 17.15 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ukur BPN Bojonegoro, Rizqi, yang bersama tim turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran terhadap sejumlah objek wakaf. Program ini merupakan kelanjutan dari agenda strategis percepatan sertifikasi tanah wakaf yang telah dicanangkan sejak tahun 2025, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset keagamaan.

Adapun objek wakaf yang menjadi sasaran pengukuran kali ini meliputi lima bidang tanah, yaitu Pondok Pesantren Ibadurrohman Kalimojo Margomulyo, Musholla Baitul Hidayah Kalidogol Desa Meduri, Musholla Al Muttaqin Dusun Besali Desa Meduri, RA Muslimat NU Pucanganom, serta Masjid Al-Huda Desa Meduri. Seluruh lokasi tersebut memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial keagamaan masyarakat setempat.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sepenuhnya lancar. Faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri, di mana hujan yang turun sejak pagi hingga siang hari menyebabkan proses pengukuran sempat mengalami keterlambatan. Namun, dengan komitmen dan profesionalitas tim, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat diselesaikan dengan baik hingga sore hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses sertifikasi tanah wakaf dapat segera dituntaskan, sehingga memberikan kepastian hukum serta perlindungan terhadap aset wakaf. Sinergi antara BPN dan KUA ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan fungsi sosial dan keagamaan tanah wakaf bagi kemaslahatan umat.

Pengukuran pertama diawali pada obyek wakaf Pondok Pesantren Ibadurrohman Kalimojo, Kecamatan Margomulyo. Pada tahap ini, tim menghadapi kendala teknis terkait penentuan batas bidang tanah yang berbatasan langsung dengan aset desa. Perbedaan persepsi mengenai garis batas mengharuskan adanya klarifikasi dan kesepahaman antar pihak yang berkepentingan.

Menyikapi hal tersebut, tim ukur bersama perwakilan KUA, pihak pengelola pondok pesantren, serta unsur pemerintah desa sepakat untuk menunda sementara proses pengukuran di lokasi tersebut. Penjadwalan ulang dilakukan pada hari Kamis, dengan harapan seluruh pihak dapat mencapai kesepakatan terkait batas tanah, sehingga proses pengukuran dapat dilanjutkan secara akurat dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan komitmen bersama dalam menjaga keabsahan data fisik tanah wakaf, sekaligus menghindari potensi sengketa di kemudian hari.

Setelah hujan mulai reda dan setelah tim memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak, kegiatan kembali dilanjutkan menuju lokasi kedua, yakni Musholla Baitul Hidayah di Dusun Kalidogol, Desa Meduri. Namun setibanya di lokasi, hujan masih mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas sedang, sehingga kondisi medan menjadi cukup sulit dilalui.

Dalam perjalanan menuju titik pengukuran, sempat terjadi insiden di mana kendaraan yang ditumpangi tim BPN terperosok ke jalan berlumpur. Kendati demikian, situasi tersebut tidak berlangsung lama. Berkat semangat gotong royong warga setempat yang sigap membantu, kendaraan berhasil dievakuasi dan tim dapat kembali melanjutkan tugasnya.


Di tengah guyuran hujan rintik-rintik, tim tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan melaksanakan pengukuran secara manual di lokasi tersebut. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat tim dalam menyelesaikan tahapan pengukuran, demi memastikan akurasi data dan kelancaran proses sertifikasi tanah wakaf.

Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi ketiga yang  berada di Dusun Besali, Desa Meduri, dengan obyek wakaf Musholla Al-Muttaqin. Dalam pelaksanaan pengukuran di titik ini, tim ukur BPN didampingi oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan kejelasan batas bidang tanah dan kelengkapan data administrasi.

Kehadiran unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran proses pengukuran. Selain membantu menunjukkan batas-batas tanah secara faktual di lapangan, mereka juga berperan dalam memberikan keterangan yang diperlukan sebagai dasar validasi data. Dengan sinergi tersebut, proses pengukuran di lokasi Musholla Al-Muttaqin dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.


Berlanjut ke lokasi keempat, tim melaksanakan pengukuran di Dusun Pucanganom, Desa Meduri, dengan obyek wakaf berupa RA Muslimat NU. Kegiatan di lokasi ini turut didampingi oleh perangkat desa setempat serta jajaran pengurus RA yang hadir untuk memberikan keterangan dan memastikan kejelasan batas bidang tanah.

Pendampingan tersebut sangat membantu tim dalam proses identifikasi dan verifikasi data di lapangan, baik terkait batas fisik tanah maupun riwayat pemanfaatannya sebagai aset pendidikan keagamaan. Dengan koordinasi yang baik antara tim ukur, pemerintah desa, dan pengurus lembaga, proses pengukuran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.


Lokasi kelima sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan pengukuran hari ini adalah Masjid Al-Huda yang terletak di Dusun dan Desa Meduri. Pada titik ini, tim ukur BPN kembali mendapatkan dukungan penuh dari perangkat desa, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat yang turut hadir mendampingi proses di lapangan.

Meskipun cuaca masih belum sepenuhnya bersahabat dengan turunnya hujan rintik-rintik, hal tersebut tidak menghambat jalannya pengukuran. Dengan koordinasi yang solid dan semangat kebersamaan, seluruh tahapan pengukuran di lokasi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Dengan rampungnya pengukuran di Masjid Al-Huda, maka seluruh rangkaian kegiatan pengukuran tanah wakaf pada hari tersebut berhasil dituntaskan. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen bersama antara BPN, KUA, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf demi kepastian hukum dan kemaslahatan umat.

Rangkaian kegiatan pengukuran tanah wakaf ini bukan sekadar proses teknis administratif, melainkan langkah strategis dalam meneguhkan kepastian hukum atas aset umat yang memiliki nilai ibadah dan sosial yang tinggi. Di tengah keterbatasan cuaca dan berbagai dinamika di lapangan, sinergi antara BPN Bojonegoro, KUA Margomulyo, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi cermin kuatnya komitmen bersama dalam menjaga amanah wakaf.

Dengan terselesaikannya pengukuran ini, diharapkan proses sertifikasi dapat segera ditindaklanjuti hingga tuntas, sehingga seluruh aset wakaf memiliki legalitas yang sah, terlindungi, dan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan ibadah, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari penguatan tata kelola wakaf yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan di masa yang akan datang.


#drun

4/06/2026

"Sinergi Kebersamaan: KUA Margomulyo Gemakan Profesionalisme Menjelang Supervisi

Margomulyo, 6 April 2026 — Pagi ini, keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Margomulyo melaksanakan apel rutin hari Senin yang dimulai pukul 08.00 hingga selesai. Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dan diikuti seluruh staf serta jajaran pegawai kantor.

Dalam amanatnya, Kepala KUA memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh staf yang telah berhasil menyelesaikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026. Huda menekankan bahwa pencapaian tersebut adalah buah kerja sama dan disiplin kolektif yang patut dibanggakan, sekaligus menjadi modal penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja layanan KUA ke depan.

Selain memberikan penghargaan, Huda juga menyampaikan arahan penting terkait tugas administratif periode berjalan. Ia menginstruksikan seluruh staf untuk segera melanjutkan penyelesaian bukti dukung SKP Triwulan I sehingga seluruh berkas dapat terintegrasi dan siap dipertanggungjawabkan. Selanjutnya, Kepala KUA mengingatkan persiapan dokumen supervisi Triwulan I yang dijadwalkan pada tanggal 13 April 2026 — tepat satu minggu dari hari ini — agar seluruh dokumen pendukung lengkap dan rapi.

Apel juga menjadi momen penguatan kebersamaan; beberapa staf menyampaikan inisiatif perbaikan proses kerja.

Dengan bekal arahan ini, seluruh pihak diarahkan untuk menyelesaikan tugas sesuai tenggang waktu dan menjaga sinergi antarpegawai. Diharapkan, persiapan matang dan kerja sama tim yang terjaga akan membawa hasil supervisi Triwulan I yang memuaskan serta meningkatkan pelayanan publik di KUA Margomulyo. 

Amanat tersebut ditutup dengan dorongan agar setiap pegawai tetap menjaga semangat kerja, teliti dalam penyusunan dokumen, dan terus memperkuat koordinasi antarunit. Apel pagi berjalan khidmat dan tertib, mencerminkan komitmen KUA Margomulyo dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola administrasi.

Apel diikuti segenap keluarga besar KUA Margomulyo. Kehadiran penuh ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyamakan visi dan misi dalam meningkatkan mutu layanan KUA.

Kehangatan suasana terlihat ketika seluruh peserta kompak berdiri rapi dan mendengarkan arahan dengan khidmat. Setelah apel, beberapa pegawai tampak saling bertukar informasi terkait persiapan supervisi dan membentuk kelompok kerja spontan untuk mempercepat penyelesaian pendukung lainnya. Kehadiran seluruh unsur keluarga besar KUA juga mempermudah koordinasi lintas seksi sehingga instruksi pimpinan dapat segera diimplementasikan.

Kepala KUA menutup kegiatan dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh pegawai dan mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan hingga supervisi selesai. "Kita satu tim, satu tujuan—melayani masyarakat dengan baik dan mempertahankan integritas kerja," tuturnya. Semangat kolektif yang terbangun pada apel kali ini diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi tugas-tugas kedinasan selanjutnya.

3/07/2026

“Dari Tarawih Menuju Tadabbur Wahyu: Kajian Keutamaan Nuzulul Qur’an Warnai Kebersamaan KUA Margomulyo dan Ngraho”

Bojonegoro - Jum’at, 06 Maret 2026. Nuansa kekhusyukan dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah yang dilaksanakan pada Jum’at, 06 Maret 2026 di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ibadah ini diikuti oleh jajaran keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo dan KUA Kecamatan Ngraho yang hadir untuk mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan syiar Ramadhan.

Suasana religius terasa sejak awal pelaksanaan ibadah. Dalam kesempatan tersebut, yang bertindak sebagai imam salat Tarawih adalah Kiai Agus Maimun, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Ngraho. Dengan bacaan yang tartil dan penuh penghayatan, beliau memimpin jamaah menunaikan salat Tarawih dengan khusyuk, menghadirkan atmosfer spiritual yang mendalam di tengah para jamaah.

Usai pelaksanaan salat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan kultum atau kajian bakda Tarawih yang disampaikan oleh Huda Afrianto, S.Ag., Kepala KUA Kecamatan Margomulyo. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang keutamaan Nuzulul Qur’an, sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an merupakan momentum agung yang menegaskan kemuliaan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang membawa cahaya petunjuk, rahmat, dan pedoman hidup. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
(QS. Al-Qadr: 1)

Selain itu, Al-Qur’an juga menegaskan bahwa bulan Ramadhan memiliki kemuliaan khusus karena menjadi waktu diturunkannya kitab suci tersebut:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Lebih lanjut beliau mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Hadis ini menegaskan bahwa kemuliaan Al-Qur’an tidak hanya terletak pada proses turunnya, tetapi juga pada kewajiban umat Islam untuk membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian tersebut, Pak Huda (Panggilan Akrab Huda Afrianto) juga mengutip pandangan para ulama mengenai kemuliaan Al-Qur’an. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadr merupakan tanda kemuliaan yang tidak hanya melekat pada waktu turunnya, tetapi juga pada kandungan petunjuk yang menjadi sumber hukum, akhlak, dan peradaban umat manusia.

Sementara itu, Imam Al-Qurthubi menegaskan bahwa Nuzulul Qur’an adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat manusia, karena melalui wahyu tersebut manusia memperoleh pedoman untuk membedakan antara kebenaran dan kesesatan.

Dalam penutup tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana mempererat hubungan dengan Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan merenungi maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sosial.

“Ramadhan adalah madrasah spiritual. Jika Al-Qur’an turun sebagai petunjuk kehidupan, maka tugas kita adalah menjadikannya sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ungkap beliau.

Setelah rangkaian ibadah dan kajian selesai, kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui ramah tamah antara jajaran KUA Margomulyo dan KUA Ngraho. Kebersamaan tersebut kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama sebagai simbol ukhuwah dan sinergi antar aparatur Kementerian Agama dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Kegiatan Tarawih berjamaah ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan spiritual bagi para aparatur KUA, sehingga semangat Ramadhan dapat terus menginspirasi dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada masyarakat dengan penuh dedikasi dan keteladanan.


Pendalaman Ilmiah: Dimensi Teologis, Historis, dan Peradaban Nuzulul Qur’an

=======================

Dari paparan kajianya, Pak Huda. menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an tidak hanya memiliki makna teologis sebagai turunnya wahyu Ilahi, tetapi juga memiliki dimensi historis dan peradaban yang sangat luas. Al-Qur’an hadir sebagai sumber transformasi yang mengubah masyarakat Arab yang sebelumnya berada dalam fase jahiliyah menuju masyarakat yang berperadaban, berilmu, dan berakhlak.

Perubahan tersebut dimulai dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira, yaitu firman Allah SWT:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۝ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
(QS. Al-'Alaq: 1–5)

Ayat pertama ini menegaskan bahwa fondasi utama peradaban Islam adalah ilmu pengetahuan. Karena itu, sejak awal Islam menempatkan aktivitas membaca, menulis, dan belajar sebagai bagian integral dari ibadah.

Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum dan Pedoman Kehidupan

Secara ilmiah dalam kajian ushul fiqh, Al-Qur’an merupakan sumber hukum utama dalam Islam yang menjadi dasar bagi seluruh bangunan syariat. Para ulama sepakat bahwa seluruh hukum Islam bersumber dari Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan melalui Sunnah Nabi.

Allah SWT berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri."
(QS. An-Nahl: 89)

Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki fungsi komprehensif, yaitu sebagai petunjuk hidup (hudā), sumber penjelasan hukum (tibyān), serta rahmat bagi seluruh manusia.


Hikmah Turunnya Al-Qur’an Secara Bertahap

Para ulama tafsir juga menjelaskan hikmah mengapa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama 23 tahun. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

"Berkatalah orang-orang kafir: Mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus saja? Demikianlah agar Kami memperteguh hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil."
(QS. Al-Furqan: 32)

Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi, hikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap adalah agar ayat-ayatnya dapat membimbing masyarakat secara gradual, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi sosial umat pada masa itu.


Kedudukan Al-Qur’an dalam Kehidupan Spiritual

Dalam dimensi spiritual, Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:


إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ
قَالُوا: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ


"Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia." Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mereka adalah ahli Al-Qur’an, merekalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya."
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan bahwa kedekatan seorang hamba dengan Al-Qur’an akan mengangkat derajatnya di sisi Allah SWT.


Pandangan Ulama tentang Peran Al-Qur’an dalam Peradaban

Dalam kajian pemikiran Islam klasik, banyak ulama menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber utama lahirnya peradaban Islam.

Imam Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah menjelaskan bahwa kebangkitan umat Islam pada masa awal tidak terlepas dari kedalaman interaksi mereka dengan Al-Qur’an. Nilai-nilai wahyu tersebut membentuk karakter masyarakat yang berilmu, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah samudera ilmu yang tidak akan pernah habis digali. Setiap generasi akan menemukan hikmah baru sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan umat.


Refleksi Ramadhan sebagai Bulan Al-Qur’an

Di akhir kajianya, Huda Afrianto menegaskan bahwa Ramadhan sejatinya adalah bulan Al-Qur’an. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tilawah, tadabbur, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Para ulama salaf bahkan memiliki tradisi khusus dalam bulan Ramadhan dengan meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an. Imam Malik, misalnya, ketika memasuki Ramadhan meninggalkan aktivitas pengajaran hadis dan fokus sepenuhnya pada tilawah Al-Qur’an.

Hal ini menunjukkan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an merupakan inti spiritualitas Ramadhan, sekaligus jalan untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Dengan demikian, momentum Nuzulul Qur’an yang diperingati pada bulan Ramadhan bukan sekadar peringatan historis, tetapi merupakan ajakan bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam membangun kehidupan yang berilmu, berakhlak, dan berperadaban.


Dimensi Pendidikan dan Transformasi Sosial dalam Nuzulul Qur’an

Melanjutkan uraian ilmiahnya, Pak Huda  menegaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an juga memiliki dimensi pendidikan yang sangat mendalam. Al-Qur’an tidak hanya hadir sebagai kitab suci yang dibaca, tetapi juga sebagai sistem pendidikan ilahiyah yang membentuk karakter manusia menuju pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Dalam perspektif pendidikan Islam, Al-Qur’an menjadi sumber utama pembinaan manusia secara integral, meliputi aspek spiritual (ruhiyah), intelektual (fikriyah), dan moral (akhlaqiyah). Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah."
(QS. Al-Jumu’ah: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa turunnya Al-Qur’an memiliki misi pendidikan yang jelas, yaitu membaca wahyu (tilawah), menyucikan jiwa (tazkiyah), dan membangun pengetahuan (ta’lim).


Al-Qur’an sebagai Sumber Etika dan Moralitas

Dalam kajian etika Islam, Al-Qur’an juga berfungsi sebagai sumber nilai moral yang membimbing manusia dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Rasulullah ﷺ bahkan menegaskan bahwa akhlak beliau merupakan refleksi langsung dari nilai-nilai Al-Qur’an.

Ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, beliau menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

"Akhlak beliau adalah Al-Qur’an."
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa seluruh nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an terimplementasi secara nyata dalam kehidupan Nabi Muhammad ﷺ. Oleh karena itu, memahami Al-Qur’an sejatinya juga berarti mempelajari karakter Rasulullah sebagai teladan utama umat Islam.


Al-Qur’an dan Pembentukan Peradaban Islam

Dalam sejarah Islam, Al-Qur’an terbukti menjadi sumber inspirasi lahirnya peradaban besar. Para ulama, ilmuwan, dan pemikir Muslim pada masa klasik menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam pengembangan berbagai disiplin ilmu, seperti fiqh, tafsir, kedokteran, astronomi, hingga filsafat.

Imam Asy-Syafi’i bahkan pernah menyatakan bahwa seluruh persoalan kehidupan pada dasarnya memiliki rujukan dalam Al-Qur’an. Beliau berkata:

"Tidaklah terjadi suatu peristiwa pada manusia kecuali di dalam Kitab Allah terdapat petunjuk tentangnya."

Pernyataan ini menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah habis untuk digali oleh umat manusia sepanjang zaman.


Keutamaan Menghidupkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an pada bulan ini. Rasulullah ﷺ sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan tilawah Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril setiap Ramadhan.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَى النَّبِيَّ ﷺ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

"Jibril menemui Nabi setiap malam di bulan Ramadhan, lalu mereka saling Tadarus/mempelajari Al-Qur’an."
(HR. Bukhari)

Hadis ini menjadi dasar tradisi tadarus Al-Qur’an yang hidup di tengah masyarakat Muslim hingga hari ini.


Refleksi Spiritual bagi Aparatur Pelayanan Umat

Dalam penutup kajianya, Pak Huda menegaskan bahwa momentum Nuzulul Qur’an hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis, tetapi juga sebagai refleksi spiritual bagi setiap Muslim, termasuk para aparatur yang mengemban amanah pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi fondasi dalam membangun integritas, kejujuran, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas.

“Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi cara kita berpikir, bekerja, dan melayani masyarakat,” ungkap beliau menutup kajian.

Setelah rangkaian ibadah dan kajian ilmiah tersebut selesai, suasana kehangatan semakin terasa ketika seluruh peserta dari jajaran KUA Kecamatan Margomulyo dan KUA Kecamatan Ngraho melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah serta sesi foto bersama. Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya ukhuwah, sinergi, dan semangat kebersamaan dalam menghidupkan nilai-nilai Islam di lingkungan Kementerian Agama.

Melalui kegiatan Tarawih berjamaah ini, diharapkan semangat Ramadhan dan nilai-nilai Al-Qur’an terus menginspirasi para aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat dengan penuh keikhlasan, profesionalitas, dan keteladanan.


#Drun