Margomulyo, 16 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Margomulyo menggelar Sujud Syukur Kemerdekaan sebagai wujud rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang telah diwariskan para pahlawan kepada generasi penerus. Kegiatan berlangsung pada Minggu malam, 16 Agustus 2026, pukul 19.15–21.30 WIB, bertempat di Masjid Al-Ihlas Margomulyo, dalam suasana penuh khidmat, religius, dan semangat kebangsaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Margomulyo beserta staf, Danramil Margomulyo beserta anggota, Kapolsek Margomulyo beserta anggota, Kepala KUA Margomulyo beserta staf, Kepala Puskesmas Margomulyo, jamaah Masjid Al-Ihlas, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dari berbagai unsur, di antaranya NU, Muhammadiyah, dan MUI. Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mensyukuri dan menjaga kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jamaah Salat Isya. Setelah itu, jamaah melaksanakan Sujud Syukur yang diimami oleh KH. Drs. Syamsul Idhom, Imam Besar Masjid Al-Ihlas Margomulyo. Sujud syukur menjadi momentum spiritual untuk menundukkan diri di hadapan Allah SWT, sekaligus memanjatkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, keamanan, persatuan, dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama serta membangun bangsa.
Usai pelaksanaan Sujud Syukur, acara dilanjutkan dengan kegiatan ceremonial yang dipandu oleh Ustadz Syaifudin, S.H., Staf KUA Margomulyo. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang disampaikan oleh Ahmad Rifa'i, menambah suasana religius dalam peringatan kemerdekaan yang dikemas secara sederhana namun sarat makna.
Memasuki sesi sambutan, pesan-pesan kebangsaan dan keagamaan disampaikan secara berurutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia HUT RI ke-81, kemudian dilanjutkan oleh Huda Afrianto, S.Ag., Kepala KUA Margomulyo, selaku Koordinator Acara Sujud Syukur.
Dalam sambutannya, Huda Afrianto menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Menurutnya, rasa syukur atas kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan seremonial, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta mengisi kemerdekaan dengan amal dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pesan berikutnya disampaikan oleh Danposramil Margomulyo, Ali Mukson. Ia menegaskan bahwa salah satu bentuk syukur atas kemerdekaan adalah menjaga dan mempertahankan kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga oleh para pahlawan harus dirawat bersama melalui semangat persatuan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan.
Sementara itu, Kapolsek Margomulyo, AKP Agus Sugiantara, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Margomulyo dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
“Mari kita jaga Margomulyo dan NKRI. Jangan mudah terprovokasi dengan berita di media sosial. Saring sebelum sharing,” pesannya.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, S.STP., M.M. Ia kembali meneguhkan makna kemerdekaan agar tidak berhenti sebagai sebuah peringatan tahunan, tetapi benar-benar digaungkan dalam pribadi dan sanubari setiap masyarakat. Semangat kemerdekaan hendaknya menjadi energi untuk membangun kebersamaan, meningkatkan kepedulian, serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara.
Mujahadah Kemerdekaan, Puncak Refleksi Spiritual
Puncak kegiatan diisi dengan Mujahadah Kemerdekaan yang dipimpin oleh Ketua MUI Margomulyo, Kiai Badrun. Dalam sesi tersebut, ia menggarisbawahi benang merah dari seluruh pesan yang telah disampaikan sebelumnya.
Menurutnya, syukur atas kemerdekaan bukan hanya dengan menikmati hasil kemerdekaan, tetapi juga mensyukuri dan menjaga kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan harus diisi dengan kebaikan, persatuan, ketenteraman, serta kehidupan masyarakat yang semakin dekat dengan nilai-nilai agama.
Di samping itu, Kiai Badrun mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mendoakan para pahlawan dan para pendahulu bangsa yang telah berjuang dengan pengorbanan besar demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Doa dan penghormatan kepada para pahlawan menjadi bagian penting dari rasa syukur generasi sekarang atas perjuangan yang telah mereka wariskan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang disampaikan oleh KH. Drs. Syamsul Idhom, Imam Besar Masjid Al-Ihlas Margomulyo. Dengan khusyuk, seluruh jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, perlindungan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.
Sujud Syukur Kemerdekaan di Kecamatan Margomulyo akhirnya bukan sekadar rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 RI. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menghubungkan semangat kemerdekaan dengan nilai-nilai ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Kemerdekaan adalah nikmat, tetapi sekaligus amanah. Karena itu, semangat memperingati kemerdekaan hendaknya terus diwujudkan dalam tiga hal: menikmati kemerdekaan dengan penuh rasa syukur, mensyukurinya dengan amal nyata, dan menjaganya dengan persatuan serta tanggung jawab bersama. Dari Masjid Al-Ihlas Margomulyo, semangat itu kembali diteguhkan: merdeka dalam syukur, bersatu dalam menjaga NKRI, dan terus berkhidmat untuk negeri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar