4/28/2026

“Mengokohkan Sinergi, Menjaga Amanah: Kunjungan Kepala Kemenag Bojonegoro di KUA Margomulyo”


Margomulyo, 27 April 2026 — Suasana penuh khidmat dan semangat profesionalitas menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo pada Senin sore (27/04), saat menerima kunjungan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 15.45 WIB ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat soliditas internal dan arah kinerja kelembagaan.

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro tersebut disambut hangat oleh jajaran lengkap KUA Margomulyo, yang terdiri dari Kepala KUA, staf, Jabatan Fungsional Umum (JFU), serta para Penyuluh Agama Islam. Kehadiran penuh formasi ini mencerminkan kesiapan institusi dalam menerima arahan serta komitmen kolektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Dr. Amanulloh menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan sebuah institusi bukan semata pada sistem, melainkan pada kekuatan harmoni antar individu di dalamnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan, membangun komunikasi yang sehat, serta menjunjung tinggi etos kerja yang konsisten dan penuh tanggung jawab.

“Kerukunan antar pegawai bukan sekadar nilai moral, tetapi fondasi utama dalam membangun kinerja yang berintegritas. Tanpa itu, sebaik apa pun program yang dirancang tidak akan mencapai hasil optimal,” tegasnya dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa setiap aparatur Kementerian Agama memiliki konsekuensi moral dan profesional atas amanah yang diemban. Oleh karena itu, konsistensi dalam bekerja, disiplin, serta loyalitas terhadap tugas menjadi keniscayaan yang tidak dapat ditawar.

Sementara itu, Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan. Ia menilai kehadiran Kepala Kemenag bukan hanya sebagai bentuk monitoring, tetapi juga suntikan motivasi yang sangat berarti bagi seluruh jajaran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, arahan, dan bimbingan yang telah diberikan. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik penguat dalam membangun budaya kerja yang harmonis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Dengan sinergi yang kokoh dan komitmen yang terjaga, KUA Margomulyo optimis mampu menjawab tantangan dan ekspektasi masyarakat dengan lebih baik ke depan.

Semangat yang terbangun dalam kunjungan tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi refleksi mendalam bagi seluruh jajaran KUA Margomulyo untuk terus melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan. Momentum ini dimaknai sebagai titik konsolidasi nilai—bahwa integritas, kedisiplinan, dan kebersamaan bukan sekadar jargon administratif, tetapi harus hadir dalam praktik kerja sehari-hari.

Dalam suasana dialogis yang hangat, sejumlah pegawai juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap arahan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap arah kebijakan Kementerian Agama ke depan. Interaksi yang terbangun mencerminkan hubungan kepemimpinan yang tidak berjarak, namun tetap tegas dalam prinsip dan tujuan organisasi.

Kunjungan singkat namun sarat makna ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama merupakan proses berkelanjutan yang menuntut kesadaran kolektif. Setiap individu dituntut untuk tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai pengabdian, keteladanan, dan profesionalitas dalam setiap lini pelayanan.

Menutup rangkaian kegiatan, seluruh jajaran KUA Margomulyo berkomitmen untuk menjadikan arahan yang telah disampaikan sebagai pedoman dalam meningkatkan kinerja dan kualitas layanan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan fondasi kerukunan yang kokoh dan komitmen kerja yang konsisten, KUA Margomulyo terus melangkah pasti menuju institusi yang adaptif, responsif, dan berintegritas tinggi.

Kunjungan ini pun menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara pimpinan dan jajaran pelaksana adalah kunci dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang unggul, sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan keagamaan yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas.


#druns

4/27/2026

“Menembus Hujan, Meneguhkan Amanah: Sinergi BPN Bojonegoro dan KUA Margomulyo Tuntaskan Pengukuran Tanah Wakaf untuk Kepastian Hukum Umat”

Margomulyo – Rabu, 15 April 2026. Upaya percepatan legalisasi tanah wakaf terus digencarkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Pada Rabu, 15 April 2026, Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Bojonegoro bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melaksanakan kegiatan pengukuran tanah wakaf yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 17.15 WIB.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Ukur BPN Bojonegoro, Rizqi, yang bersama tim turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran terhadap sejumlah objek wakaf. Program ini merupakan kelanjutan dari agenda strategis percepatan sertifikasi tanah wakaf yang telah dicanangkan sejak tahun 2025, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset keagamaan.

Adapun objek wakaf yang menjadi sasaran pengukuran kali ini meliputi lima bidang tanah, yaitu Pondok Pesantren Ibadurrohman Kalimojo Margomulyo, Musholla Baitul Hidayah Kalidogol Desa Meduri, Musholla Al Muttaqin Dusun Besali Desa Meduri, RA Muslimat NU Pucanganom, serta Masjid Al-Huda Desa Meduri. Seluruh lokasi tersebut memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial keagamaan masyarakat setempat.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sepenuhnya lancar. Faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri, di mana hujan yang turun sejak pagi hingga siang hari menyebabkan proses pengukuran sempat mengalami keterlambatan. Namun, dengan komitmen dan profesionalitas tim, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat diselesaikan dengan baik hingga sore hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses sertifikasi tanah wakaf dapat segera dituntaskan, sehingga memberikan kepastian hukum serta perlindungan terhadap aset wakaf. Sinergi antara BPN dan KUA ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan fungsi sosial dan keagamaan tanah wakaf bagi kemaslahatan umat.

Pengukuran pertama diawali pada obyek wakaf Pondok Pesantren Ibadurrohman Kalimojo, Kecamatan Margomulyo. Pada tahap ini, tim menghadapi kendala teknis terkait penentuan batas bidang tanah yang berbatasan langsung dengan aset desa. Perbedaan persepsi mengenai garis batas mengharuskan adanya klarifikasi dan kesepahaman antar pihak yang berkepentingan.

Menyikapi hal tersebut, tim ukur bersama perwakilan KUA, pihak pengelola pondok pesantren, serta unsur pemerintah desa sepakat untuk menunda sementara proses pengukuran di lokasi tersebut. Penjadwalan ulang dilakukan pada hari Kamis, dengan harapan seluruh pihak dapat mencapai kesepakatan terkait batas tanah, sehingga proses pengukuran dapat dilanjutkan secara akurat dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan komitmen bersama dalam menjaga keabsahan data fisik tanah wakaf, sekaligus menghindari potensi sengketa di kemudian hari.

Setelah hujan mulai reda dan setelah tim memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak, kegiatan kembali dilanjutkan menuju lokasi kedua, yakni Musholla Baitul Hidayah di Dusun Kalidogol, Desa Meduri. Namun setibanya di lokasi, hujan masih mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas sedang, sehingga kondisi medan menjadi cukup sulit dilalui.

Dalam perjalanan menuju titik pengukuran, sempat terjadi insiden di mana kendaraan yang ditumpangi tim BPN terperosok ke jalan berlumpur. Kendati demikian, situasi tersebut tidak berlangsung lama. Berkat semangat gotong royong warga setempat yang sigap membantu, kendaraan berhasil dievakuasi dan tim dapat kembali melanjutkan tugasnya.


Di tengah guyuran hujan rintik-rintik, tim tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan melaksanakan pengukuran secara manual di lokasi tersebut. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat tim dalam menyelesaikan tahapan pengukuran, demi memastikan akurasi data dan kelancaran proses sertifikasi tanah wakaf.

Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi ketiga yang  berada di Dusun Besali, Desa Meduri, dengan obyek wakaf Musholla Al-Muttaqin. Dalam pelaksanaan pengukuran di titik ini, tim ukur BPN didampingi oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan kejelasan batas bidang tanah dan kelengkapan data administrasi.

Kehadiran unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran proses pengukuran. Selain membantu menunjukkan batas-batas tanah secara faktual di lapangan, mereka juga berperan dalam memberikan keterangan yang diperlukan sebagai dasar validasi data. Dengan sinergi tersebut, proses pengukuran di lokasi Musholla Al-Muttaqin dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.


Berlanjut ke lokasi keempat, tim melaksanakan pengukuran di Dusun Pucanganom, Desa Meduri, dengan obyek wakaf berupa RA Muslimat NU. Kegiatan di lokasi ini turut didampingi oleh perangkat desa setempat serta jajaran pengurus RA yang hadir untuk memberikan keterangan dan memastikan kejelasan batas bidang tanah.

Pendampingan tersebut sangat membantu tim dalam proses identifikasi dan verifikasi data di lapangan, baik terkait batas fisik tanah maupun riwayat pemanfaatannya sebagai aset pendidikan keagamaan. Dengan koordinasi yang baik antara tim ukur, pemerintah desa, dan pengurus lembaga, proses pengukuran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.


Lokasi kelima sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan pengukuran hari ini adalah Masjid Al-Huda yang terletak di Dusun dan Desa Meduri. Pada titik ini, tim ukur BPN kembali mendapatkan dukungan penuh dari perangkat desa, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat yang turut hadir mendampingi proses di lapangan.

Meskipun cuaca masih belum sepenuhnya bersahabat dengan turunnya hujan rintik-rintik, hal tersebut tidak menghambat jalannya pengukuran. Dengan koordinasi yang solid dan semangat kebersamaan, seluruh tahapan pengukuran di lokasi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Dengan rampungnya pengukuran di Masjid Al-Huda, maka seluruh rangkaian kegiatan pengukuran tanah wakaf pada hari tersebut berhasil dituntaskan. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen bersama antara BPN, KUA, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf demi kepastian hukum dan kemaslahatan umat.

Rangkaian kegiatan pengukuran tanah wakaf ini bukan sekadar proses teknis administratif, melainkan langkah strategis dalam meneguhkan kepastian hukum atas aset umat yang memiliki nilai ibadah dan sosial yang tinggi. Di tengah keterbatasan cuaca dan berbagai dinamika di lapangan, sinergi antara BPN Bojonegoro, KUA Margomulyo, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi cermin kuatnya komitmen bersama dalam menjaga amanah wakaf.

Dengan terselesaikannya pengukuran ini, diharapkan proses sertifikasi dapat segera ditindaklanjuti hingga tuntas, sehingga seluruh aset wakaf memiliki legalitas yang sah, terlindungi, dan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan ibadah, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari penguatan tata kelola wakaf yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan di masa yang akan datang.


#drun

4/06/2026

"Sinergi Kebersamaan: KUA Margomulyo Gemakan Profesionalisme Menjelang Supervisi

Margomulyo, 6 April 2026 — Pagi ini, keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Margomulyo melaksanakan apel rutin hari Senin yang dimulai pukul 08.00 hingga selesai. Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., dan diikuti seluruh staf serta jajaran pegawai kantor.

Dalam amanatnya, Kepala KUA memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh staf yang telah berhasil menyelesaikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026. Huda menekankan bahwa pencapaian tersebut adalah buah kerja sama dan disiplin kolektif yang patut dibanggakan, sekaligus menjadi modal penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja layanan KUA ke depan.

Selain memberikan penghargaan, Huda juga menyampaikan arahan penting terkait tugas administratif periode berjalan. Ia menginstruksikan seluruh staf untuk segera melanjutkan penyelesaian bukti dukung SKP Triwulan I sehingga seluruh berkas dapat terintegrasi dan siap dipertanggungjawabkan. Selanjutnya, Kepala KUA mengingatkan persiapan dokumen supervisi Triwulan I yang dijadwalkan pada tanggal 13 April 2026 — tepat satu minggu dari hari ini — agar seluruh dokumen pendukung lengkap dan rapi.

Apel juga menjadi momen penguatan kebersamaan; beberapa staf menyampaikan inisiatif perbaikan proses kerja.

Dengan bekal arahan ini, seluruh pihak diarahkan untuk menyelesaikan tugas sesuai tenggang waktu dan menjaga sinergi antarpegawai. Diharapkan, persiapan matang dan kerja sama tim yang terjaga akan membawa hasil supervisi Triwulan I yang memuaskan serta meningkatkan pelayanan publik di KUA Margomulyo. 

Amanat tersebut ditutup dengan dorongan agar setiap pegawai tetap menjaga semangat kerja, teliti dalam penyusunan dokumen, dan terus memperkuat koordinasi antarunit. Apel pagi berjalan khidmat dan tertib, mencerminkan komitmen KUA Margomulyo dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola administrasi.

Apel diikuti segenap keluarga besar KUA Margomulyo. Kehadiran penuh ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyamakan visi dan misi dalam meningkatkan mutu layanan KUA.

Kehangatan suasana terlihat ketika seluruh peserta kompak berdiri rapi dan mendengarkan arahan dengan khidmat. Setelah apel, beberapa pegawai tampak saling bertukar informasi terkait persiapan supervisi dan membentuk kelompok kerja spontan untuk mempercepat penyelesaian pendukung lainnya. Kehadiran seluruh unsur keluarga besar KUA juga mempermudah koordinasi lintas seksi sehingga instruksi pimpinan dapat segera diimplementasikan.

Kepala KUA menutup kegiatan dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh pegawai dan mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan hingga supervisi selesai. "Kita satu tim, satu tujuan—melayani masyarakat dengan baik dan mempertahankan integritas kerja," tuturnya. Semangat kolektif yang terbangun pada apel kali ini diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi tugas-tugas kedinasan selanjutnya.