MARGOMULYO — Kamis 08 Oktober 2026. Sebanyak 19 pasangan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang diselenggarakan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo, Kamis (8/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aula KUA Kecamatan Margomulyo mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan Binwin menjadi salah satu ikhtiar KUA Kecamatan Margomulyo dalam memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Pernikahan tidak hanya dipahami sebagai penyatuan dua insan, tetapi juga sebagai awal perjalanan panjang untuk membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan dilandasi tanggung jawab.
Kegiatan diawali dengan opening ceremony yang dibuka langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Di hadapan 19 pasangan calon pengantin, ia menyampaikan pentingnya mengikuti Bimbingan Perkawinan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan keluarga.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bersifat administratif maupun material, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, emosional, dan kemampuan berkomunikasi antara suami dan istri.
“Binwin ini penting sebagai bekal bagi calon pengantin dalam membangun keluarga sakinah. Kehidupan rumah tangga tentu tidak selalu berjalan tanpa persoalan. Karena itu, pasangan perlu memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan bersama,” pesan Huda Afrianto.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Margomulyo juga menyampaikan pesan yang menarik terkait eko-teologi, yakni pentingnya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai kehidupan beragama.
Ia mengimbau para calon pengantin untuk melakukan penanaman pohon sebagai salah satu bentuk simbolis mengenang perjalanan cinta dan kasih sayang dalam membangun keluarga. Pohon yang ditanam diharapkan tidak hanya menjadi penanda sebuah momentum, tetapi juga tumbuh bersama perjalanan kehidupan keluarga.
“Menanam pohon bisa menjadi simbol cinta kasih. Sebagaimana keluarga yang dirawat dengan kesabaran akan tumbuh dan memberikan manfaat, demikian pula pohon yang dirawat akan tumbuh, teduh, dan memberikan kehidupan bagi lingkungan,” ungkapnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti yang dipandu langsung oleh Ulyatin Munfarida, S.Sy., Penyuluh Agama Islam KUA Ngraho. Penyuluh yang akrab disapa Mbak Ida tersebut menyampaikan materi tentang prinsip musyawarah untuk mencapai keluarga yang harmonis.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Para calon pengantin tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai bagaimana membangun komunikasi yang sehat antara suami dan istri.
Mbak Ida menekankan bahwa musyawarah merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan keluarga. Setiap persoalan rumah tangga idealnya dihadapi bersama dengan komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan mengedepankan kepentingan keluarga.
Melalui Binwin tersebut, para calon pengantin diharapkan semakin memahami bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan proses, kesabaran, komunikasi, serta kesediaan untuk saling belajar dan memahami.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembekalan agar 19 pasangan calon pengantin yang akan memasuki kehidupan baru dapat mempersiapkan diri secara lebih matang, sehingga kelak mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, sekaligus menjadi keluarga yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar