Runing Text

Selamat Datang di Website Resmi KUA Margomulyo. ===> KUA Margomulyo Gelar Kerja Bakti Menyeluruh Jelang Supervisi Kemenag Bojonegoro. Mengukir Jejak Amal Jariyah untuk Generasi Sepanjang Masa: Ikrar Wakaf RA Nurul Ummah Meduri Digelar Khidmat. Apel Senin KUA Margomulyo: Perkuat Soliditas, Sambut Penghulu Baru, dan Matangkan Persiapan Supervisi.

ORANG ALIM YANG DI PERINGATKAN RASULULLAH

ORANG ALIM YANG DIPERINGATKAN RASULULLAH

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Wahai anakku, Memberi nasehat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya karena nasehat bagi orang yang menuruti nafsunya terasa pahit, sebab larangan-larangan itu justru  dicintai dalam hatinya.

 

Terlebih bagi seseorang yang mencari ilmu sebagai formalitas, sibuk pada prioritas nafsu dan prestasi keduniawian.

 

ايها الولد، النصيحة سهلة والمشكل قبولها، لانها في مذاق متبعي الهوى مرة. اذ المناهي محبوبة في قلوبهم، وعلى الخصوص لمن كان طالب العلم الرسمي ومشتغلا في فضل النفس ومناقب الدنيا.

Ia meyakini bahwa keselamatan dan kebahagiaannya hanya dengan ilmu saja tanpa  perlu mengamalkan.

Yang demikian itu merupakan keyakinan para filosof.

( Maha Suci Allah Yang Maha Agung).

 

Orang yang terbujuk ini tidak mengerti bahwa saat ia memperoleh ilmu tanpa diamalkan terdapat dalil yang kuat seperti sabda Rosululloh SAW:

 

Manusia yang paling berat mendapatkan siksa di hari qiyamat adalah orang yang mempunyai ilmu yang ilmunya tidak diberi kemanfaatan oleh Allah.

 

فانه يحسب ان العلم المجرد له سيكون نجاته وخلاصه فيه. وانه مستغن عن العمل وهذا اعتقاد الفلاسفة سبحان الله العظيم- لا يعلم هذا المغرور انه حين حصل العلم اذا لم يعمل به تكون الحجة عليه آكد كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم- : اشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لا ينفعه الله بعلمه.

 

Saudaraku yang di rohmati Alloh, dari penjelasan Imam Ghozali di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa kiranya ilmu yang sudah kita terima dari Alloh ini senyatanya selain sebagai anugrah yang tak terhingga, di sisi lain keberadaan ilmu ini juga merupakan tanggungjawab yang harus kita tunaikan dalam bentuk pelaksanaan dalam kehidupan kita di dunia ini.

 

Kenapa demikian ? Hal ini semata-mata sebagai wujud tanggungjawab sebagai orang yang berilmu dan diharap bisa menjadi Uswatun hasanah bagi para murid dan ummat muslim secara keseluruhan.

 

Satu contoh sederhana, manakala dalam satu kesempatan sang ustadz menerangkan panjang lebar tentang keutamaan shodaqoh/zakat/wakaf, namun dalam dalam kesempatan yang lain sang ustadz terlihat enggan melaksakan hal itu, manakala kesempatan memungkinkan untuk melaksanakan.

 

Dari sekilas contoh diatas menggambarkan bagaima sebuah ilmu yang pernah di paparkan secara panjang lebar mengalami satu penghianatan dan pemiskinan uswatun hasanah.

 

Diriwayatkan bahwa Syaikh al Junaid -qaddasa Allahu sirrahu- dimimpikan setelah wafatnya, lalu ditanyakan padanya: Apa kabar wahai Abul Qosim ?

 

 Beliau menjawab "Telah binasa ibarat-ibarat itu dan telah lenyap isyarat-isyarat itu, tidak ada yang bermanfaat bagiku kecuali rakaat-rakaat kecil di tengah malam".

 

وروي أن الجنيد قدس الله سره- رؤي في المنام بعد موته فقيل له: ما الخبر يا أبا القاسم ؟ قال: طاحت تلك العبارات وفنيت تلك الاشارات وما نفعنا الا ركيعات ركعناها في جوف الليل.

Dari kisah Syeh junaid ini mengisyaratkan bahwa sebesar dan sebanyak apapun Ilmu yang kita miliki ternyata hanya ilmu yang kita amalkan yang mempunyai arti di hadapan Alloh SWT saat kita sudah wafat menghadapnya.

 

Walaupun Rokaat rokaat kecil yang mampu kita laksanakan maka ini akan di tampakkan sebagi amal kebaikan kita di hadapan Alloh. Begitulah sebaliknya.

 

Wahai anakku, Janganlah kamu menjadi muflis (orang yang bangkrut) dari amal perbuatan dan jangan pula kosong dari ahwal[1]. Yakinlah ilmu tanpa amal tidak akan bisa membantu.

 

Hal itu dicontohkan apabila ada seorang laki-laki di tengah hutan sambil memiliki sepuluh pedang Hindia dan beberapa senjata lain sementara itu ia pun seorang yang pemberani dan ahli perang.

 

Kemudian ia disergap harimau yang besar dan ganas. Apa yang kamu pikirkan? Apakah senjata-senjata itu bisa menghalau kebuasan harimau tanpa digunakan dan dipukulkan?

 

Tentu sudah jelas bahwa senjata tersebut tidak bisa menghalau kecuali digerakkan dan ditebaskan.

 

ايها الولد، لا تكن من الاعمال مفلسا ولا من الاحوال خاليا وتيقن ان العلم المجرد لا يأخذ باليد. مثاله لو كان على رجل في برية عشرة اسياف هندية مع اسلحة اخرى وكان الرجل شجاعا واهل حرب. فحمل عليه اسد عظيم مهيب، فما ظنك؟ هل تدفع الاسلحة شره عنه بلا استعمالها وضربها؟ ومن المعلوم انها لا تدفع الا بالتحريك والضرب.

 

Tamsil ilmu yang tak di manfaatkan Di era milenial saat ini pun bisa di contohkan dengan banyaknya di jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari orang memegang Android namun tak banyak memberikan dampak kebaikan dalam kehidupan duniawinya. Karena banyak ilmu/fitur android yang tidak di operasikan/lakukan.

 

Keberadan Android baru sebatas untuk kemewahan gaya hidup, bukan untuk meningkatkan kwalitas hidup dalam beribadah.

 

Padahal dalam fitur android yang di sediakan banyak hal kebaikan yang bisa kita lakukan.

 

Begitulah kiranya, dalam kenyataan sehari-hari kita punya banyak khasanah keilmuan yang bisa menunjang kemudahan bagi kita untuk mengakses kebaikan dunia dan ahirat, namun dalam kenyataannya tak banyak fitur ilmu yang kita punyai itu kita operasikan.

 

Begitu juga apabila seseorang membaca, mengkaji 100.000 masalah keilmuan tanpa dipraktekan, maka semua itu tidak akan memberi manfaat sampai ilmu itu diamalkan.

 

Sebagai contoh lagi jika seseorang terkena demam dan penyakit empedu (penyakit kuning) yang obatnya adalah dengan tumbuhan sakanjabin dan kaskab maka ia tidak akan sembuh kecuali dengan mengkonsumsi keduanya.

 

فكذا لو قرأ رجل مائة الف مسألة علمية وتعلمها ولم يعمل بها لا تفيد الا بالعمل. ومثله ايضا لو كان لرجل حرارة ومرض صفراوي يكون علاجه بالسكنجبين والكشكب فلا يحصل البرء الا باستعمالهما.

Jika engkau menakar 2000 kati arak, hal itu tidak akan menjadikanmu mabuk ketika kau tidak meminumnya.

كرمي دو هزار رطل همي يمائي * تامي نخورى نباشدت شيدائي.[2]

 

 

Termasuk dalam menghadapi kemaksiatan, manakala protek ilmu yang kita terapkan ini benar-benar di amalkan maka seribu kemaksiatan yang ada di hadapan kita tidak akan mampu menembus benteng keimanan.

 

Karena realisasi atau pelaksanaan dari mencegah kemungkaran ini adalah an-nahyu (Mencegah).

 

Wallahu Alam Bisshawaab

 

Pemateri: De Badruns.

1. Pengasuh Di MATAWALI Jipangulu

2. Katib Syuriyah MWCNU Margomulyo.

3. Ketua FKPAI KUA Margomulyo.

4. Ketua MUI Kec. Margomulyo.

 

Ngaji Rutin Virtual ||Tangkihul Qoulul Hasis ||PRNU Ngelo Margomulyo ||Selasa, 08 Februari 2022.

بسم الله الرحمن الرحيم

Keutamaan Ilmu Dan Ulama

 

)الباب الأول): في فضيلة العلم والعلماء

 

 

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {"Mulyakanlah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang mulya yang dimulyakan di sisi Allah")

 

 

وقال صلى الله عليه وسلم: {أكرموا العلماء فإنهم عند الله كرماء مكرمون}

 

Dari Abi Huroiroh R.A berkata, “aku mendengar Rosululloh SAW bersabda", “Ketika seorang Alim berkata tentang ilmu di Majlisnya, dengan tidak bersenda gurau dan berbuat yang tidak bermanfaat, maka Allah menciptakan dari setiap kalimat yang di ucapkannya- malaikat-malaikat yang terus meminta ampunan Allah untuknya dan untuk orang-orang yang mendengarkannya sampai hari Kiamat., dan ketika mereka selesai-pulang, mereka dalam keadaan telah di ampuni dosa dosanya. Kemudian nabi Muhammad SAW bersabda lagi, "mereka adalah kaum yang tidak membuat celaka pengikutnya".

 

وعن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إذا تَحَدَّثَ العَالِمُ فِي مَجْلِسِهِ بِالعِلْمِ وَلَمْ يَدْخُله هَزْلٌ وَلا لَغْوٌ، خَلَقَ الله تَعَالَى مِنْ كُلِّ كَلِمَةٍ طَلَعَتْ مِنْ فَمِهِ مَلَكا يَسْتَغْفِرُ الله لَهُ وِلِسَامِعِهِ إلَى يَوْمِ القِيَامَةِ فإذا انْصَرَفُوا مَغْفُورِينَ لَهُمْ، ثم قال: هُم القَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسهم.

 

 

 

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: { "Barang siapa setelah melihat wajah orang alim merasa bahagia, walaupun hanya sekali lihat saja, maka Allah Ta'ala meciptakan dari pandangan tersebut seorang malaikat yang akan memintakan ampunan bagi orang tersebut hingga hari kiamat"}

 

 

وقال صلى الله عليه وسلم: {من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة}

 

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallohu Wajhah berkata, "Memandang wajah orang Alim itu Ibadah, juga menjadi cahaya mata dan hati.

 

Ketika seorang Alim itu duduk di majlis untuk mengajarkan ilmu, maka setiap satu persoalan dia mendapat satu bangunan gedung di surge, demikian pula orang-orang yang mau mengamalkan persoalan itu. (riyadlus Sholihin).

 

 

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {"Barang siapa memulyakan orang alim maka dia benar-benar telah memulyakanku dan barang siapa memulyakakanku maka dia benar-benar telah memulyakan Allah dan barang siapa memulyakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga"}

 

 

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: {من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة

 

 

 

 

Rosululloh SAW bersabda, "Mulyakanlah Ulama', karena mereka adalah pewaris para Nabi. Barang siapa memulyakan mereka berarti mereka memulyakan Allah dan RosulNya. (HR. al-Khotib aL-Baghdady dari Jabir R.A.)

 

 

 

De Badruns

(Ketua FKPAI KUA Margpmulyo)