Menuku

Opening

Selamat Datang Di Website Resmi KUA Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Website ini di kelola oleh Admin KUA Margomulyo sebagai media informasi dan Edukasi, semoga bermanfaat bagi Masyarakat. ===> Implementasi Eko Teologi di KUA Margomulyo: Catin Tanam Pohon, Semai Kepedulian terhadap Lingkungan,

Galeri KUA Margomulyo

Selamat datang di Galeri KUA Kecamatan Margomulyo. Halaman ini menjadi ruang dokumentasi berbagai kegiatan, pelayanan, dan kiprah Kantor Urusan Agama Kecamatan Margomulyo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui galeri ini, berbagai momen penting dan aktivitas kelembagaan diabadikan sebagai bagian dari perjalanan pengabdian KUA kepada umat.

HUDA AFRIANTO, S.Ag. Kepala KUA 08 OKtober - Saat ini

H. ASNGARI, S.Ag., M.A. Kepala KUA 03 April 2023 S.D. 08 Oktober 2023.


ACHMAD MAQIN, S.FIL.I. Kepala KUA 2020- 02 -03- 2023

Drs. H. MOKH. KHOLIQ, M.Pd.I. Kepala KUA 2018-2020

SAHUDI, S.H.I Kepala KUA 2017-2018

ACH. YULKHAIDIR, M.Pd.I. Kepala KUA 2011 - 2017

M. MIRAN, QR. S.Ag. Kepala KUA 2004-2011

MUHAJIR, S.Ag. Kepala KUA Tahun 2001-2004

MAGHFURI, S.Ag., M.H.I. Kepala KUA Tahun 2000-2001

DJAIZ PERIODE 1995-1998

Drs. SUWITO, M.H.I. Plt 1994-1995 KA.KUA 1998-2000

M. KHOLIL ABRORI, S.H.I. 1993-1994

m-kholil-abrori-shi-1993-1994

Bimbingan Perkawinan KUA Margomulyo: Bekali Calon Pengantin Lewat Pendekatan Solutif, Interaktif, dan Pesan Ekoteologi

bimbingan-perkawinan-kua-margomulyo-bekali-calon-pengantin-lewat-pendekatan-solutif-interaktif-dan-pesan-ekoteologi

Margomulyo-Selasa, 8 September 2026. Pagi yang cerah di pekan kedua bulan September menjadi saksi langkah awal yang penuh makna bagi belasan pasang Calon Pengantin (Catin) di wilayah Kecamatan Margomulyo. Guna membekali para pasangan yang akan segera mengarungi bahtera rumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo sukses menggelar acara Bimbingan Perkawinan (BINWIN).

Apel Senin KUA Margomulyo: Membangun Sinergi, dan Mewujudkan Pelayanan "Solutif serta Regulatif"

apel-senin-kua-margomulyo-membangun-sinergi-dan-mewujudkan-pelayanan-solutif-serta-regulatif

Margomulyo-Senin, 7 September 2026. Pagi yang cerah di awal pekan selalu membawa harapan dan semangat baru bagi para abdi negara. Udara pagi yang masih segar dipadukan dengan hangatnya sinar mentari menjadi saksi bisu dimulainya roda birokrasi dan pelayanan publik yang prima. Tepat pada hari Senin, 7 September 2026, suasana penuh kedisiplinan dan kekeluargaan kembali terasa kental di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Sejak pagi hari, para pegawai telah bersiap dengan seragam rapi, berdiri tegap dalam barisan, menyambut rutinitas awal pekan yang bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah wadah konsolidasi dan penyatuan visi.

Al Wara' Imam Hanbali dan Ibnu abi Dunya

al-wara-imam-hanbali-dan-ibnu-abi-dunya

Al-wara’ merupakan salah satu maqām penting dalam pembinaan akhlak dan penyucian jiwa, yang mengajarkan sikap kehati-hatian seorang Muslim dalam menjaga diri dari perkara yang syubhat, terlebih dari sesuatu yang dapat menjerumuskannya ke dalam keharaman. Dalam khazanah keilmuan Islam, nilai al-wara’ tidak sekadar dipahami sebagai sikap meninggalkan sesuatu yang dilarang, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran spiritual untuk senantiasa memilih jalan yang paling mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Suluk Abdul Jalil VII

suluk-abdul-jalil-vii

Suluk Abdul Jalil VII merupakan bagian dari khazanah intelektual dan spiritual Islam yang merekam perjalanan batin manusia dalam menapaki jalan pengenalan kepada Allah SWT (ma‘rifatullah). Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai rangkaian ajaran spiritual, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—yang mengarahkan manusia dari dominasi hawa nafsu menuju kesadaran akan kehambaan, keikhlasan, adab, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Suluk Abdul Jalil VI

suluk-abdul-jalil-vi
Suluk Abdul Jalil VI merupakan bagian dari rangkaian kajian yang mengajak pembaca menelusuri dimensi batiniah dalam perjalanan spiritual manusia menuju kedekatan dengan Allah SWT. Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai perjalanan lahiriah, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—melalui pengendalian hawa nafsu, pembinaan akhlak, pendalaman makrifat, serta penguatan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Suluk Abdul Jalil V

suluk-abdul-jalil-v

 Suluk Abdul Jalil V merupakan bagian dari khazanah intelektual dan spiritual Islam yang merekam perjalanan batin manusia dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai rangkaian laku spiritual, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—yang menuntun seorang hamba untuk menata hati, mengendalikan hawa nafsu, memperhalus akhlak, serta menumbuhkan kesadaran ihsan dalam setiap dimensi kehidupan.

Suluk Abdul Jalil IV

suluk-abdul-jalil-iv

Suluk Abdul Jalil IV merupakan bagian dari ikhtiar intelektual-spiritual dalam memahami dimensi batiniah ajaran Islam melalui jalan tasawuf. Suluk, dalam tradisi keilmuan Islam, tidak semata-mata dipahami sebagai perjalanan spiritual, melainkan sebagai proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), pembentukan akhlak, dan pendalaman kesadaran seorang hamba dalam relasinya dengan Allah SWT.

Suluk Abdul Jalil III

suluk-abdul-jalil-iii
Suluk Abdul Jalil III merupakan bagian dari khazanah intelektual dan spiritual Islam yang mengantarkan pembaca untuk memahami perjalanan batin manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam perspektif tasawuf, suluk tidak semata-mata dipahami sebagai laku spiritual yang bersifat individual, tetapi juga sebagai proses tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—melalui pengendalian hawa nafsu, pendalaman ilmu, penguatan adab, serta penghayatan terhadap nilai-nilai ketauhidan.

Suluk Abdul Jalil II

suluk-abdul-jalil-ii

Suluk Abdul Jalil II merupakan bagian dari khazanah pemikiran spiritual Islam yang merefleksikan perjalanan batin manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kandungan suluk tidak semata-mata berbicara tentang dimensi lahiriah kehidupan, tetapi juga mengajak manusia melakukan muhasabah, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), serta pengendalian hawa nafsu sebagai jalan menuju kematangan spiritual dan pengenalan yang lebih mendalam kepada Sang Khaliq.