Bojonegoro, 16 Juli 2025 — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Orientasi dan Pembinaan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Agama Islam tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (16/7) bertempat di aula Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bojonegoro.
Persiapan Latsar dan Orientasi CPNS & CPPPK KUA Margomulyo: Semangat Pengabdian Menuju Kemenag
Jum'at Ceria di KUA Margomulyo: Tawa, Semangat, dan Senyuman Pagi yang Menular!
Dokumentasi lengkap: terlihat seluruh tim bahu-membahu menyambut pagi dengan gaya bebas, kompak, dan penuh rasa syukur di bawah naungan hijau khas KUA Margomulyo.Margomulyo, Jum’at 11 Juli 2025 – Udara pagi yang cerah membawa semangat tersendiri bagi segenap keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo. Pukul 09.00 WIB, ruang pelayanan KUA mendadak berubah menjadi panggung kebahagiaan. Seluruh pegawai, staf, dan penyuluh agama Islam berkumpul, menyambut pagi dengan wajah ceria, senyum lebar, dan energi positif yang menular – seolah-olah kopi belum sempat diseduh pun tidak jadi soal!
Berkas Pak Sakiman Diterima, Wajah Lega dan Suasana Ceria Mengiringi
Bojonegoro, Senin 07 Juli 2025, menjadi hari yang penuh rasa lega bagi Pak Sakiman. Setelah melewati proses panjang pengumpulan dan pemeriksaan berkas administrasi, akhirnya tumpukan dokumen yang selama ini menjadi buah kesabaran dan usaha beliau resmi diterima oleh petugas Kemenag Kabupaten Bojonegoro. Tampak dalam foto, tumpukan map hitam yang telah diikat rapi menjadi saksi bisu perjuangan dan harapan besar yang dibawa oleh Pak Sakiman.
🌙 Pengajian Rutin Triwulan Muslimat-Fatayat NU Margomulyo: Tebar Keberkahan Muharram dan Santunan Yatim
"Sabar... Ini Ujian": Kisah Syahdu dan Lucu Pejuang Map Snal
Pak Sakiman Melas banget
Di antara dua belas wajah baru yang kini menghiasi Kantor Urusan Agama (KUA) Margomulyo, ada dua sosok yang pelan-pelan mencuri perhatian karena kebaikan hati dan semangat pengabdian mereka: Pak Udin dan Pak Sakiman. Keduanya bukan hanya pegawai baru, tetapi juga segera menjadi rekan seperjuangan dalam urusan yang tak disangka-sangka: misi pengantaran berkas ke Bagian Unit Kepegawaian (UP) Kemenag Bojonegoro.
Tim KPKNL Madiun Kunjungi KUA Margomulyo, Evaluasi BMN Berjalan Lancar dan Bersinergi
Margomulyo, Kamis 26 Juni 2025 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, menerima kunjungan kerja dari Tim Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun dalam rangka pelaksanaan kegiatan Evaluasi Barang Milik Negara (BMN). Kegiatan berlangsung di kantor KUA Margomulyo mulai pukul 12.00 hingga selesai.
Tim KPKNL Madiun yang hadir terdiri dari tiga orang, yakni Fatkhul, Rani, dan Arif, dan langsung disambut oleh Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., beserta seluruh jajaran pegawai dan staf administrasi KUA.
Dalam kesempatan tersebut, Tim KPKNL melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi dan administrasi aset BMN yang berada di lingkungan KUA. Evaluasi ini mencakup pengecekan fisik aset, pencocokan data dokumen, serta diskusi teknis terkait optimalisasi pengelolaan barang negara agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kepala KUA Margomulyo menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dan evaluasi yang dilakukan oleh tim KPKNL. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara KUA sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama dengan KPKNL dalam menjaga tertib administrasi dan akuntabilitas pengelolaan aset negara.
“Kami merasa terbantu dengan kehadiran tim dari KPKNL Madiun. Evaluasi seperti ini sangat bermanfaat untuk memastikan semua pengelolaan aset di KUA berjalan sesuai ketentuan,” ujar Huda Afrianto.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen KUA Margomulyo dalam meningkatkan kinerja pengelolaan BMN serta mendorong transparansi dan akuntabilitas layanan publik berbasis nilai-nilai integritas.
PAGI CERIA DI KUA MARGOMULYO: SANTAI SEJENAK SEBELUM BERTUGAS
APA SAJA KEISTIMEWAAN BULAN MUHARRAM?
APA SAJA KEISTIMEWAAN BULAN MUHARRAM?
Umat Islam akan berbahagia
menyambut datangnya tahun baru Hijriyah.
Tapi, tahukah kamu...?
Ternyata kalender Hijriyah mulai berlaku secara
resmi sejak masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Tahun pertama Hijriyah ditetapkan berdasarkan peristiwa bersejarah, yakni hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah
sebagai tonggak penting dalam perjalanan
dakwah Islam.
Bulan
Muharram dikenal sebagai bulan pembuka tahun
dalam kalender Hijriyah. Layaknya bulan Januari dalam kalender Masehi, Muharram menandai awal yang baru dalam kalender Islam. Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari
dalam setahun berkisar antara 354 355 hari. Pada tahun ini, 1
Muharram 1447 H bertepatan dengan
tanggal 7 Juli 2025 M.
Kata "Muharram" berasal dari akar
kata yang berarti "diharamkan"
atau "dipantang".
Dalam konteks ini, artinya umat
Islam dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah selama bulan ini,
karena ia
termasuk salah satu dari empat
bulan haram yang dimuliakan
oleh Allah ﷻ.
Namun,
bukan berarti dilarang untuk beraktivitas seperti menikah, belajar, atau bekerja. Justru sebaliknya, bulan Muharram adalah waktu yang sangat baik untuk
memperbanyak amal saleh, memperkuat niat, dan mendekatkan
diri kepada Allah. Berikut beberapa keistimewaan bulan yang agung ini:
1. Bulan Muharram adalah bulan suci
Dari Abu Bakrah raḍiyallāhu anhu-, Nabi ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada dua belas
bulan. Di antaranya terdapat empat bulan yang suci: tiga berturut-turut yaitu Dzulqa dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Empat
bulan ini adalah waktu yang dimuliakan oleh Allah, di mana pahala amal
kebaikan dilipatgandakan, dan dosa pun menjadi
lebih berat timbangannya.
2. Muharram adalah "Bulan Allah"
Bulan ini disebut sebagai
Syahrullah atau
"Bulan Allah", yakni sebuah sebutan
yang tidak disematkan pada bulan lainnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Puasa
yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu Muharram."
(HR. Muslim no. 1163)
Penamaan
ini menunjukkan betapa istimewanya Muharram di sisi Allah. Karenanya, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, khususnya puasa sunnah
di bulan ini.
3. Hari Asyura adalah
Hari yang Dimuliakan
Puncak keutamaan bulan Muharram ada pada tanggal
10, yang dikenal dengan nama Hari
Asyura. Pada hari ini, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk berpuasa,
sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya
Nabi Musa dan Bani Israil dari
kejaran Fir aun.
عَنْ
أَبِي
قَتَادَةَ،
أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ
ﷺ قَالَ
"صِيَامُ
يَوْمِ
عَاشُورَاءَ،
إِنِّي أَحْتَسِبُ
عَلَى
اللَّهِ أَنْ
يُكَفِّرَ
السَّنَةَ
الَّتِي
قَبْلَهُ"
:
"Puasa pada hari
Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim no. 1162)
4. Waktu terbaik untuk
muhasabah dan menyusun rencana hidup
Tahun
baru Hijriyah bukan sekadar perubahan
kalender, tapi kesempatan emas untuk menata ulang
hidup kita. Muharram adalah momentum untuk muhasabah (evaluasi diri) dan menyusun kembali
rencana hidup yang lebih baik.
Apakah
setahun ke belakang sudah kita isi dengan
amal yang bermanfaat? Apakah kita sudah memperbaiki
diri, meningkatkan ibadah, menjaga akhlak, dan berkontribusi
untuk kebaikan?
"Mari manfaatkan bulan Muharram ini dengan memperbanyak
ibadah, muhasabah diri, serta memperbaiki
niat dan amal kita untuk
menjadi pribadi yang lebih baik."
By: Alifia


%20(1).png)



.png)

