Pengukuran Tanah Wakaf Hari Kedua: Enam Obyek Wakaf di Desa Margomulyo Diukur
Supervisi Tim Bimas Islam Kemenag Bojonegoro di KUA Kecamatan Margomulyo
Margomulyo-Kamis 31 Juli 2025, telah dilaksanakan kegiatan supervisi oleh Tim Bimbingan Masyarakat (Bimas) dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan pegawai dan monitoring triwulan kedua tahun 2025, yang rutin dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan layanan publik di KUA berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Antara Jarum, Hasil Tes, dan Gelak Tawa: Potret Humanis CKG di KUA Margomulyo"
Margomulyo-Kamis, 24 Juli 2025, suasana KUA Kecamatan Margomulyo tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, ruangan yang biasanya diisi dengan urusan administrasi pernikahan dan layanan keagamaan, mendadak berubah menjadi ruang pemeriksaan kesehatan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh Puskesmas Margomulyo.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Margomulyo, dr. Riyanto Prasetyo, bersama tim medis andalannya: dr. Egin Fergian Axpreydasta, Muhammad Adnan Kholadi, dan Muhamad Tegar Dwi Wahyu. Dengan sigap, Tim Medis memeriksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat para peserta yang terdiri dari pegawai, staf, penyuluh Agama Islam, serta beberapa P3N dan calon pengantin yang hadir di KUA hari itu.
Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., yang tampak antusias sejak awal kegiatan dimulai. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Puskesmas Margomulyo beserta tim, “Kami sangat berterima kasih atas atensi dan sinergi yang luar biasa ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan demi kesehatan dan kinerja yang optimal.”
Usai kegiatan, dr. Riyanto menyampaikan, “Alhamdulillah telah terlaksana dengan lancar kegiatan Program CKB (Cek Kesehatan Bersama) di KUA Margomulyo. Seluruh peserta yang hadir telah menjalani pemeriksaan menyeluruh, dan hasilnya pun sudah bisa diketahui. Bagi peserta yang direkomendasikan untuk terapi obat, bisa langsung menghubungi pihak Puskesma.”
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif agar para pegawai tetap sehat dan produktif. “Harapannya, program ini berkelanjutan dan menjadi bentuk nyata pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta yang cukup heboh hari itu adalah Bapak Sakiman, yang tampak kaget namun tetap bersemangat ketika mengetahui angka asam uratnya mencapai level 9. Sambil tersenyum kecut, ia berseloroh, “Wah, saatnya diet dan banyak olahraga, guys… daripada olahraga lidah tiap pagi, mending jogging!” candanya yang disambut tawa peserta lainnya.
Tak hanya penuh manfaat, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di KUA Margomulyo juga menyuguhkan banyak momen unik dan penuh kehangatan. Sejak pagi, para pegawai KUA, penyuluh agama, dan tamu lainnya sudah tampak semangat antre untuk diperiksa tim medis dari Puskesmas Margomulyo.
Ada yang datang dengan santai, ada pula yang tampak was-was—terutama saat giliran cek gula darah dan asam urat. Bahkan, suasana ruang tunggu sempat diwarnai canda tawa saat beberapa peserta mulai menerka-nerka hasil pemeriksaannya sendiri. Salah seorang staf sempat berseloroh, "Kalau kolesterol saya tinggi, pasti gara-gara rendang kemarin, bukan salah saya ya, tapi salah ibu saya yang masak enak!"
Momen selfie dan swafoto juga tak luput dari perhatian. Beberapa pegawai KUA terlihat antusias mengabadikan momen cek kesehatan ini bersama rekan kerja dan tim medis. Salah satu foto selfie bahkan memperlihatkan ekspresi campur aduk: antara tegang menunggu hasil cek dan senyum menyambut kamera.
Dokter Egin, Adnan, dan Tegar pun tak luput jadi sasaran obrolan santai. Walau mereka tengah serius melayani pemeriksaan, tetap saja banyak peserta yang menggoda mereka agar tidak "menakut-nakuti" saat menyebutkan hasil. "Dok, bilangnya yang halus ya, jangan kagetin!" celetuk seorang penyuluh agama sambil tertawa.
Tak kalah menarik, Pak Sakiman, yang hasil asam uratnya paling tinggi hari itu, langsung jadi bahan candaan bersama. Dengan gaya santainya, beliau mengangkat tangan sambil berkata, "Resmi, saya pensiun makan jeroan. Mohon diaminkan bersama-sama." Semua pun tertawa.
Di balik semua keceriaan ini, tersimpan satu pesan penting: menjaga kesehatan adalah kewajiban bersama. Dan kegiatan seperti ini—penuh manfaat, keakraban, dan canda tawa—jadi bukti bahwa sehat itu bukan hanya urusan medis, tapi juga kebersamaan dan kepedulian.
Meneguhkan Jejak Wakaf, Menguatkan Aset Umat: Pengukuran Tanah Wakaf se-Kecamatan Margomulyo
IPARI Bojonegoro Gelar Orientasi dan Pembinaan bagi CPNS dan PPPK Penyuluh Agama Islam Tahun 2025
Bojonegoro, 16 Juli 2025 — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Orientasi dan Pembinaan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Agama Islam tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (16/7) bertempat di aula Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bojonegoro.
Persiapan Latsar dan Orientasi CPNS & CPPPK KUA Margomulyo: Semangat Pengabdian Menuju Kemenag
Jum'at Ceria di KUA Margomulyo: Tawa, Semangat, dan Senyuman Pagi yang Menular!
Dokumentasi lengkap: terlihat seluruh tim bahu-membahu menyambut pagi dengan gaya bebas, kompak, dan penuh rasa syukur di bawah naungan hijau khas KUA Margomulyo.Margomulyo, Jum’at 11 Juli 2025 – Udara pagi yang cerah membawa semangat tersendiri bagi segenap keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo. Pukul 09.00 WIB, ruang pelayanan KUA mendadak berubah menjadi panggung kebahagiaan. Seluruh pegawai, staf, dan penyuluh agama Islam berkumpul, menyambut pagi dengan wajah ceria, senyum lebar, dan energi positif yang menular – seolah-olah kopi belum sempat diseduh pun tidak jadi soal!
Berkas Pak Sakiman Diterima, Wajah Lega dan Suasana Ceria Mengiringi
Bojonegoro, Senin 07 Juli 2025, menjadi hari yang penuh rasa lega bagi Pak Sakiman. Setelah melewati proses panjang pengumpulan dan pemeriksaan berkas administrasi, akhirnya tumpukan dokumen yang selama ini menjadi buah kesabaran dan usaha beliau resmi diterima oleh petugas Kemenag Kabupaten Bojonegoro. Tampak dalam foto, tumpukan map hitam yang telah diikat rapi menjadi saksi bisu perjuangan dan harapan besar yang dibawa oleh Pak Sakiman.

%20(1).png)
%20(1).png)
.png)
.png)



%20(1).png)
