KUA Margomulyo Gelar Kegiatan Jum’at Bersih: Wujudkan Lingkungan Asri dan Nyaman
“Merajut Persatuan dalam Syukur, KUA Margomulyo Gelar Tasyakuran Usai Upacara Kemerdekaan”
Margomulyo – Usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menggelar tasyakuran Tumpeng Kemerdekaan pada Ahad (17/08/2025), pukul 11.00–11.30 WIB.
KUA Margomulyo Ikuti Upacara Bendera HUT ke-80 RI di Lapangan Desa Margomulyo
Margomulyo, Ahad (17/08/2025) – Semangat kebangsaan kembali berkobar di Kecamatan Margomulyo dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Pada Ahad (17/08/2025), jajaran keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo turut ambil bagian dalam upacara bendera yang digelar di Lapangan Desa Margomulyo, mulai pukul 08.00 hingga 10.20 WIB.
Doa Bersama Forkopimcam Margomulyo di Malam Tasyakuran HUT RI ke-80
“Ketika Wali Berhenti, Cinta Tetap Meniti”: Drama Ijab Kabul Sasuke & Manohara.
Pagi itu, mentari Konoha bersinar lembut, seakan ikut merestui langkah dua insan yang akan mengikat janji suci. Sasuke dan Manohara telah berdandan rapi. Hati mereka berdebar, bukan hanya karena ijab kabul yang akan diucapkan, tetapi juga karena keyakinan bahwa hari ini adalah awal dari hidup baru yang penuh doa dan harapan.
Di KUA Konoha, Pak Naib telah menyiapkan berkas, Pak Modin Naruto sibuk mengatur meja dan sajadah. Semua berjalan sesuai rencana. Namun, di balik itu, ada satu hal yang sering terlupakan oleh banyak orang: selain memenuhi rukun dan syarat nikah, ada hal penting yang harus dijaga, yaitu komitmen wali untuk tetap istiqomah menjadi wali nikah. Sebab tanpa wali, ijab kabul tak akan pernah sempurna.
Dan benar saja, menjelang prosesi dimulai, kabar mengejutkan datang. Wali Manohara, sang ayah, tiba-tiba menolak menikahkan putrinya. Alasannya? Hanya ia dan Allah Yang Maha Mengetahui. Semua terdiam, waktu seperti berhenti. Manohara menunduk, air matanya nyaris jatuh. Sasuke menggenggam jemarinya, berusaha menenangkan meski hatinya pun bergetar.
Pak Naib dan Pak Modin Naruto bergegas mencari sang wali. Mereka menapaki gang-gang kecil Konoha, mengetuk pintu demi pintu, hingga akhirnya bertemu. Suasana tegang. Kata-kata terpilih dikeluarkan, dibalut dengan kesabaran dan doa. Setelah cukup lama, hati sang wali mulai luluh. Ia setuju untuk melakukan tawkil wali, mewakilkan pernikahan putrinya kepada Pak Naib.
Dengan langkah tergesa namun penuh lega, Pak Naib kembali ke KUA. Semua mata menatapnya, menanti kabar. Dan ketika ia mengumumkan bahwa prosesi bisa dilanjutkan, ruangan itu seakan dipenuhi cahaya kebahagiaan.
Ijab kabul pun dimulai. Suara tegas Pak Naib menggema, diikuti sahutan mantap dari Sasuke. "SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA MANOHARA BINTI ARYA KAMANDANU......................................" di sahut oleh para saksi dan Hadirin dengan serempak “Sah!”. Manohara menunduk, menahan air mata haru. Sasuke tersenyum, menatapnya penuh rasa syukur.
Namun hari itu memberi pelajaran penting—nikah tidak hanya kompak mengucapkan “Sah”, tetapi juga kompak menjaga hati, komitmen, dan janji yang telah diikrarkan di hadapan Allah. Karena pada akhirnya, rumah tangga bukan sekadar dimulai dari ijab kabul, melainkan dari kesungguhan menjaga amanah hingga akhir hayat.
Hari Ketiga: Pengukuran Tanah Wakaf di Desa Meduri dan Desa Geneng
Pengukuran tanah wakaf pada hari ketiga di Musholla Nurul Jannah Dusun Kaligede RT 02 RW 03, Desa Meduri
Kegiatan pengukuran tanah wakaf oleh Tim Pengukuran Tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja sama dengan KUA Kecamatan Margomulyo kembali dilanjutkan pada hari Kamis, 17 Juli 2025. Pada hari ketiga ini, proses pengukuran dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Meduri dan Desa Geneng, dimulai pukul 08.30 WIB hingga 16.30 WIB.
Pengukuran Tanah Wakaf Hari Kedua: Enam Obyek Wakaf di Desa Margomulyo Diukur
Supervisi Tim Bimas Islam Kemenag Bojonegoro di KUA Kecamatan Margomulyo
Margomulyo-Kamis 31 Juli 2025, telah dilaksanakan kegiatan supervisi oleh Tim Bimbingan Masyarakat (Bimas) dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan pegawai dan monitoring triwulan kedua tahun 2025, yang rutin dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan layanan publik di KUA berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Antara Jarum, Hasil Tes, dan Gelak Tawa: Potret Humanis CKG di KUA Margomulyo"
Margomulyo-Kamis, 24 Juli 2025, suasana KUA Kecamatan Margomulyo tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, ruangan yang biasanya diisi dengan urusan administrasi pernikahan dan layanan keagamaan, mendadak berubah menjadi ruang pemeriksaan kesehatan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh Puskesmas Margomulyo.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Margomulyo, dr. Riyanto Prasetyo, bersama tim medis andalannya: dr. Egin Fergian Axpreydasta, Muhammad Adnan Kholadi, dan Muhamad Tegar Dwi Wahyu. Dengan sigap, Tim Medis memeriksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat para peserta yang terdiri dari pegawai, staf, penyuluh Agama Islam, serta beberapa P3N dan calon pengantin yang hadir di KUA hari itu.
Kepala KUA Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag., yang tampak antusias sejak awal kegiatan dimulai. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Puskesmas Margomulyo beserta tim, “Kami sangat berterima kasih atas atensi dan sinergi yang luar biasa ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan demi kesehatan dan kinerja yang optimal.”
Usai kegiatan, dr. Riyanto menyampaikan, “Alhamdulillah telah terlaksana dengan lancar kegiatan Program CKB (Cek Kesehatan Bersama) di KUA Margomulyo. Seluruh peserta yang hadir telah menjalani pemeriksaan menyeluruh, dan hasilnya pun sudah bisa diketahui. Bagi peserta yang direkomendasikan untuk terapi obat, bisa langsung menghubungi pihak Puskesma.”
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif agar para pegawai tetap sehat dan produktif. “Harapannya, program ini berkelanjutan dan menjadi bentuk nyata pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta yang cukup heboh hari itu adalah Bapak Sakiman, yang tampak kaget namun tetap bersemangat ketika mengetahui angka asam uratnya mencapai level 9. Sambil tersenyum kecut, ia berseloroh, “Wah, saatnya diet dan banyak olahraga, guys… daripada olahraga lidah tiap pagi, mending jogging!” candanya yang disambut tawa peserta lainnya.
Tak hanya penuh manfaat, kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di KUA Margomulyo juga menyuguhkan banyak momen unik dan penuh kehangatan. Sejak pagi, para pegawai KUA, penyuluh agama, dan tamu lainnya sudah tampak semangat antre untuk diperiksa tim medis dari Puskesmas Margomulyo.
Ada yang datang dengan santai, ada pula yang tampak was-was—terutama saat giliran cek gula darah dan asam urat. Bahkan, suasana ruang tunggu sempat diwarnai canda tawa saat beberapa peserta mulai menerka-nerka hasil pemeriksaannya sendiri. Salah seorang staf sempat berseloroh, "Kalau kolesterol saya tinggi, pasti gara-gara rendang kemarin, bukan salah saya ya, tapi salah ibu saya yang masak enak!"
Momen selfie dan swafoto juga tak luput dari perhatian. Beberapa pegawai KUA terlihat antusias mengabadikan momen cek kesehatan ini bersama rekan kerja dan tim medis. Salah satu foto selfie bahkan memperlihatkan ekspresi campur aduk: antara tegang menunggu hasil cek dan senyum menyambut kamera.
Dokter Egin, Adnan, dan Tegar pun tak luput jadi sasaran obrolan santai. Walau mereka tengah serius melayani pemeriksaan, tetap saja banyak peserta yang menggoda mereka agar tidak "menakut-nakuti" saat menyebutkan hasil. "Dok, bilangnya yang halus ya, jangan kagetin!" celetuk seorang penyuluh agama sambil tertawa.
Tak kalah menarik, Pak Sakiman, yang hasil asam uratnya paling tinggi hari itu, langsung jadi bahan candaan bersama. Dengan gaya santainya, beliau mengangkat tangan sambil berkata, "Resmi, saya pensiun makan jeroan. Mohon diaminkan bersama-sama." Semua pun tertawa.
Di balik semua keceriaan ini, tersimpan satu pesan penting: menjaga kesehatan adalah kewajiban bersama. Dan kegiatan seperti ini—penuh manfaat, keakraban, dan canda tawa—jadi bukti bahwa sehat itu bukan hanya urusan medis, tapi juga kebersamaan dan kepedulian.







%20(1).png)
%20(1).png)
.png)
.png)