Margomulyo – Suasana pagi di Halaman Kantor KUA Kecamatan Margomulyo tampak khidmat pada Senin, 6 Oktober 2025. Tepat pukul 07.30 WIB, seluruh keluarga besar KUA Margomulyo yang terdiri dari Kepala KUA, para staf, Penyuluh Agama Islam, serta JFU, mengikuti kegiatan apel pagi rutin yang menjadi agenda awal pekan untuk memperkuat semangat kerja dan kedisiplinan.
“Menata Wakaf, Merawat Peradaban: Sinergi KUA, BPN, dan Masyarakat Margomulyo”
Pembinaan Kepala Kemenag Bojonegoro di KUA Margomulyo Berlangsung Santai dan Penuh Keakraban
Margomulyo, 22 Agustus 2025 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo menjadi tempat terselenggaranya kegiatan pembinaan yang disampaikan langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. H. Amanullah, S.Ag., M.H.I, pada Jumat siang (22/08).
KUA Margomulyo Gelar Kegiatan Jum’at Bersih: Wujudkan Lingkungan Asri dan Nyaman
“Merajut Persatuan dalam Syukur, KUA Margomulyo Gelar Tasyakuran Usai Upacara Kemerdekaan”
Margomulyo – Usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menggelar tasyakuran Tumpeng Kemerdekaan pada Ahad (17/08/2025), pukul 11.00–11.30 WIB.
KUA Margomulyo Ikuti Upacara Bendera HUT ke-80 RI di Lapangan Desa Margomulyo
Margomulyo, Ahad (17/08/2025) – Semangat kebangsaan kembali berkobar di Kecamatan Margomulyo dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Pada Ahad (17/08/2025), jajaran keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo turut ambil bagian dalam upacara bendera yang digelar di Lapangan Desa Margomulyo, mulai pukul 08.00 hingga 10.20 WIB.
Doa Bersama Forkopimcam Margomulyo di Malam Tasyakuran HUT RI ke-80
“Ketika Wali Berhenti, Cinta Tetap Meniti”: Drama Ijab Kabul Sasuke & Manohara.
Pagi itu, mentari Konoha bersinar lembut, seakan ikut merestui langkah dua insan yang akan mengikat janji suci. Sasuke dan Manohara telah berdandan rapi. Hati mereka berdebar, bukan hanya karena ijab kabul yang akan diucapkan, tetapi juga karena keyakinan bahwa hari ini adalah awal dari hidup baru yang penuh doa dan harapan.
Di KUA Konoha, Pak Naib telah menyiapkan berkas, Pak Modin Naruto sibuk mengatur meja dan sajadah. Semua berjalan sesuai rencana. Namun, di balik itu, ada satu hal yang sering terlupakan oleh banyak orang: selain memenuhi rukun dan syarat nikah, ada hal penting yang harus dijaga, yaitu komitmen wali untuk tetap istiqomah menjadi wali nikah. Sebab tanpa wali, ijab kabul tak akan pernah sempurna.
Dan benar saja, menjelang prosesi dimulai, kabar mengejutkan datang. Wali Manohara, sang ayah, tiba-tiba menolak menikahkan putrinya. Alasannya? Hanya ia dan Allah Yang Maha Mengetahui. Semua terdiam, waktu seperti berhenti. Manohara menunduk, air matanya nyaris jatuh. Sasuke menggenggam jemarinya, berusaha menenangkan meski hatinya pun bergetar.
Pak Naib dan Pak Modin Naruto bergegas mencari sang wali. Mereka menapaki gang-gang kecil Konoha, mengetuk pintu demi pintu, hingga akhirnya bertemu. Suasana tegang. Kata-kata terpilih dikeluarkan, dibalut dengan kesabaran dan doa. Setelah cukup lama, hati sang wali mulai luluh. Ia setuju untuk melakukan tawkil wali, mewakilkan pernikahan putrinya kepada Pak Naib.
Dengan langkah tergesa namun penuh lega, Pak Naib kembali ke KUA. Semua mata menatapnya, menanti kabar. Dan ketika ia mengumumkan bahwa prosesi bisa dilanjutkan, ruangan itu seakan dipenuhi cahaya kebahagiaan.
Ijab kabul pun dimulai. Suara tegas Pak Naib menggema, diikuti sahutan mantap dari Sasuke. "SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA MANOHARA BINTI ARYA KAMANDANU......................................" di sahut oleh para saksi dan Hadirin dengan serempak “Sah!”. Manohara menunduk, menahan air mata haru. Sasuke tersenyum, menatapnya penuh rasa syukur.
Namun hari itu memberi pelajaran penting—nikah tidak hanya kompak mengucapkan “Sah”, tetapi juga kompak menjaga hati, komitmen, dan janji yang telah diikrarkan di hadapan Allah. Karena pada akhirnya, rumah tangga bukan sekadar dimulai dari ijab kabul, melainkan dari kesungguhan menjaga amanah hingga akhir hayat.
Hari Ketiga: Pengukuran Tanah Wakaf di Desa Meduri dan Desa Geneng
Pengukuran tanah wakaf pada hari ketiga di Musholla Nurul Jannah Dusun Kaligede RT 02 RW 03, Desa Meduri
Kegiatan pengukuran tanah wakaf oleh Tim Pengukuran Tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja sama dengan KUA Kecamatan Margomulyo kembali dilanjutkan pada hari Kamis, 17 Juli 2025. Pada hari ketiga ini, proses pengukuran dilaksanakan di dua desa, yaitu Desa Meduri dan Desa Geneng, dimulai pukul 08.30 WIB hingga 16.30 WIB.
%20(3).png)
.png)






